Total Korupsi Dana BOS Se-Kabupaten MBD Rp 400 Juta Lebih – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Total Korupsi Dana BOS Se-Kabupaten MBD Rp 400 Juta Lebih

Rakyatmaluku.com – TIM Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku resmi mengeluarkan hasil audit kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) se-Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tahun 2009-2010 sebesar Rp 400.862.000 dari total anggaran Rp 4 miliar lebih.

“Total kerugian keuangan negaranya sebesar Rp 400.862.000. Laporan hasil audit dari BPKP ini sudah diserahkan ke Jaksa Penyidik sejak 31 Mei 2017 kemarin. Selanjutnya, Jaksa Penyidik akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk mengekspose tersangkanya,” ucap Kepala Cabang Kejari Malra di Wonreli, Hendrik Sikteubun, saat di hubungi wartawan, via selulernya, Jumat, 2 Juni 2017.

Dijelaskan, dalam penyidikan perkara tersebut, Jaksa Penyidik telah mengantongi dua alat bukti kuat, berupa bukti slip penyetoran dana BOS tahun 2009-2010 yang diperuntukan bagi 297 sekolah dari tingkat SD-SMP di Kabupaten MBD, yang diambil dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Maluku. Dan bukti slip penyetoran dana BOS yang sama, yang berasal dari Disdikpora Kabupaten MBD.

“Kedua alat bukti berupa foto copy slip penyetoran dana BOS tahun 2009-2010 yang diperuntukan bagi 297 sekolah itu, nantinya untuk mencocokan dana BOS yang disetor dari kepsek ke saksi Lekipera, dan dari saksi Lekipera ke rekening penampung. Sebab dari hasil pemeriksaan, tim penyidik menemukan dana BOS yang tidak dikembalikan ke rekening penampungan sebesar Rp 400 juta lebih,” jelas Sikteubun.

Dari Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten MBD Hermanus Lekipiera adalah orang yang paling bertanggung jawab atas bantuan dana BOS tahun 2009-2010 senilai Rp 4 milyar lebih yang diperuntukan bagi 297 sekolah SD-SMP di Kabupaten MBD.

Pasalnya, pengelolaan dana BOS tersebut dikelola langsung oleh dirinya sendiri, yang saat itu menjabat sebagai salah satu pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten MBD. Dan dalam pertanggung jawaban anggaran terjadi perselisihan sebesar Rp 400 juta yang diduga dinikmati oleh Lekipiera yang adalah Kader Partai Nasdem itu.

Tahun 2009 jumlah siswa SD yang memperoleh dana BOS sebanyak 151 siswa, dan SMP sebanyak 43 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 1.969.000.000. Kemudian tahun 2010 jumlah penerima dana BOS untuk SD sebanyak 151 siswa dan SMP 52 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 2.174.000.000. Ada sisa dana yang harusnya dikembalikan ke rekening penampungan Provinsi Maluku, tetapi tidak dilakukan.

Dalam kasus ini, sebanyak 150 saksi dari semua kepsek SD dan SMP se-Kabupaten MBD telah diperiksa. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top