Gubernur: Angka Kemiskinan Di Daerah Perbatasan 20 Persen – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Gubernur: Angka Kemiskinan Di Daerah Perbatasan 20 Persen

Said Assagaff

Rakyatmaluku.com – GUBERNUR Provinsi Maluku, Said Assagaf, menegaskan, angka kemiskinan di wilayah-wilayah perbatasan negara tetangga masih sangat tinggi. Volumenya masih pada kisaran 20 persenan. Selama ini, disadari pembangunan pemerintah kurang menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah perbatasan, sehingga wajar, ketika angka kemiskinan masih sangat buruk di daerah tersebut.

“Kita tidak bisa pungkiri bahwa wilayah-wilayah yang ada di perbatasan Negara misalkan Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Kepulauan Aru dan Seram Bagian Timur, angka kemiskinan cukup tinggi. Hal ini terus mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Maluku. Anggaran terus dikucurkan dalam upaya menekan angka kemiskinan di wilayah itu.” Akui Gubernur Maluku, Said Assagaff, kepada wartawan usai penyerahan LKPJ Tahun 2016 di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Jumat 02 Juni kemarin.

Dijelaskan, dari besaran anggaran yang dikucurkan, saarannya kepada kelompok-kelompok masyarakat di wilayah itu. “Jadi kita lakukan pemberdayaan di masyarakat, baik di bidang perikanan maupun pertanian dan pertenakan. Kita harap, pemberdayaan di masyarakat ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata dia.

Menurut Assagaff, salah satu faktor lambatnya penurunan angka kemiskinan di Maluku, lantaran kenaikan harga barang secara global. Dampak kenaikan itu cukup dirasakan di Maluku. Masyarakat yang kurang mampu tidak mampu menjangkau harga barang yang terus mengalami kenaikan. “Bukan saja kenaikan harga barang, tetapi juga Bahan Bakar Minyak. Masyarakat di daerah-daerah perbatasan yang hidupnya di bawah gars kemiskinan akan semakin sulit dengan kenaikan harga barang dan BBM. kita di daerah tidak bisa berbuat banyak, sebab regulasinya ada di pusat,” kata ia.

Ia yakin, 10 tahun mendatang, angka kemiskinan di Maluku akan menurun dratis. Sumber daya alam yang melimpah khususnya Gas dan Minyak yang memicu pertumbuhan ekonomi meningkat di daerah, maka sudah barang tentu, masyarakat akan lebih makmur dan sejahtera. “Kita doakan agar Blok Marsela dapat beroperasi secepat mungkin, sehingga ada inkam dabgi daerah ini. Ribuan tenaga kerja yang datang ke Maluku secara langsung akan mendongkrat pertumbuhan ekonomi kita. Peluang kerja maupun usaha akan semakin besar, asalkan dari saat ini kita siapkan sumber daya manusia yang berkualitas,” harap ia.

Sementara itu, Fraksi NasDem DPRD Provinsi Maluku mengatakan, selama ini kebijakan anggaran belum mampu menjawab persoalan kemiskinan di wilayah-wilayah perbatasan.

Pasalnya anggaran yang di kucurkan nilainya terlalu kecil. Padahal, wilayah-wilayah perbatasan itu merupakan lumbung kemiskinan di Maluku yang harus mendapat perhatian serius melalui kebijakan anggaran dari pemerintah provinsi Maluku.

“Fraksi NasDem akan terus mengontrol kebijakan pemerintah dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan di Maluku khususnya di empat kabupaten yang berbatsan dengan negara tetangga,” tambah  anggota Fraksi NasDem, Semy Letelay kepada Rakyat Maluku di DPRD Provinsi Maluku. Menurut ia, semakin tinggi angka kemiskinan di Maluku, membuktikan pemerintah tidak berhasil. Olehnya itu, ia berharap, pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota tetap fokus dalam mengatasi masalah kemiskinan ini. (R1)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top