Empat Tersangka Korupsi Bandara Moa Segera Disidang – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Empat Tersangka Korupsi Bandara Moa Segera Disidang

Rakyatmaluku.com – TIM Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejak­saan Tinggi (Kejati) Maluku hampir meram­pungkan surat dakwaan empat tersangka korupsi proyek pembangunan Runway Bandar Udara (Bandara) Moa Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) untuk selanjutnya dilim­pahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk disidangkan.

Empat tersangka itu, Di­rek­tur PT Bina Prima Taruna, Sunarko, Konsultan Pengawas Pembangunan Bandara Moa, Nikolas Paulus, serta dua orang mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten MBD, John Tangkuman dan Poly Miru.

“Setelah dilakukan penyerahan empat tersangka beserta barang buktinya dari Jaksa Penyidik ke JPU (Tahap II) pekan kemarin, kini JPU tengah merampungkan surat dakwannya. Sehingga, dalam waktu dekat berkas atau surat dakwaan empat tersangka tersebut segera dilimpahkan Ke pengadilan,” ucap Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada koran ini, di ruang kerjanya, Jumat, 2 Juni 2017.

Dijelaskan, dalam penyelidikan maupun penyidikan kasus tersebut oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, ditemukan kerugian keuangan negara yang diakibatkan empat tersangka itu sebesar Rp 3 miliar lebih yang bersumber dari APBD MBD tahun 2012, yang juga diperkuat dari hasil audit Tim Badan Penga­wasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Seluruh kerugian keuangan negara dalam kasus ini sebesar Rp 3 miliar lebih sudah dikembalikan keempat tersangka ke Jaksa Penyidik saat kasusnya masih ditangani ditahap penyidikan,” jelas Samy.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, proyek multiyears pembangunan Bandara Moa ini dikerjakan sejak tahun 2012 dengan total anggaran sebesar Rp 65 miliar.

Pada tahun 2011 pemerintah lewat APBN mengucurkan dana sebesar Rp 25 miliar, kemudian tahun 2012 pemerintah lewat APBD Kabupatem MBD mengucurkan anggaran sebesar Rp 20 miliar. Dan tahun 2013 juga dikucurkan sebesar Rp 15 miliar dari APBN. Kemudian Pemerintah Provinsi Maluku kembali mengucurkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan ruang tunggu Bandara Moa dan pagar Bandara.

Ketua Tim Penyidik kasus ini, Soesilo, menduga ada kesalahan mekanisme dalam proses tender proyek pembangunan konstruksi landasan pacu Bandara Moa di Kabupaten MBD.

Proses tender ini diduga menyalahi mekanisme, sebab perusahaan lain yang dinyatakan keluar sebagai pemenang tender yakni PT Tarawesi Artha Mega dengan direkturnya Yani Soasi, namun saat pengerjaan dilapangan justru diarahkan pada perusahaan lain.

Dalam proyek pembangunan konstruksi landasan pacu Bandara Moa yang dianggarkan dari APBD Kabupaten MBD tahun 2012 sebesar Rp 20 miliar ini juga diduga telah terjadi mark up pada proyek tersebut. Dan dengan objek yang sama kembali dianggarkan dalam APBN tahun anggaran 2013.

Dalam pekerjaan fisik proyek tersebut dianggarkan senilai Rp 19,5 miliar yang ditangani oleh PT Polari Jaya Sakti. Sedangkan anggaran pengawasan sebesar Rp 500 juta ditangani oleh PT Dwi Putra Pratama. Dari hasil audit, Tim BPKP menemukan kerugian keuangan negaranya sebesar Rp 3 miliar lebih. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top