Hadapi Bencana, Pemkot Ambon Harus Lebih Siap – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Hadapi Bencana, Pemkot Ambon Harus Lebih Siap

Rakyatmaluku.com – UNITED States Agency for International Development (USAID) Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK), Willy Witjaksono, memberikan nilai 2,29 kepada Pemerintah Kota Ambon dalam aspek penanganan resiko bencana.

Penilaian ini diberikan lewat kegiatan konsultasi publik yang diselenggarakan di lantai II Kantor Walikota Ambon, kemarin. Dengan nilai rata-rata 2,29, maka Pemkot Ambon masuk sebagai kategori predikat kurang tangguh, dalam menghadapi resiko bencana.

Willy Witjaksono, banyak indikator yang memberikan nilai tersebut. Sebut misalnya, layanan informasi iklim dan cuaca kurang dimanfaatkan secara baik oleh pemangku kepentingan maupun masyarakat. Padahal lanjut ia, layanan informasi ini sangat berguna untuk mengantisipasi dan menurunkan tingkat resiko bencana itu sendiri. Dikatakan, ada 10 indikator yang dalam penilaian ketangguhan antara lain, adanya organisasi untuk ketangguhan terhadap bencana.

Kedua, mengidentifikasi memahami dan menggunakan skenario resiko saat ini dan masa mendatang. Ketiga, memperkuat kapasitas keuangan untuk mewujudkan ketangguhan. Keempat, mengupayakan pembangunan dan rancangan kota yang tangguh.

Kelima, melindungi penyangga alami untuk meningkatkan fungsi perlindungan oleh ekosistem. Keenam, memperkuat kapasitas kelembagaan. Ketujuh, memahami dan memperkuat kemampuan masyarakat. Kedelapan, meningkatkan ketangguhan infrastuktur. Sembilan, memastikan kesiagaan dan tanggap bencana yang efektif dan kesepuluh mempercepat pemulihan dan membangun kembali dengan lebih baik.

Sementara Wakil Walikota Ambon, Syarief Hadler, dalam sambutannya meminta agar seluruh pemangku kepentingan di kota ini agar dapat memanfaatkan layanan informasi iklim dan cuaca secara baik. Menurut ia, hal yang penting yang harus dilakukan oleh pemerintah ke depan yakni melakukan deteksi din,i sekaligus menyiapkan informasi yang dibutuhkan dalam rangka mengantisipasi dan menurunkan tingkat risiko.

“Saya yakin dengan adanya analisis risiko bencana dapat menurunkan tingkat keterancaman masyarakat atas kondisi darurat serta memastikan kemampuan masyarakat beserta lingkungannya untuk mengantisipasi, mengatasi, dan pulih dari bencana.”

Syarief mengajak semua aparatur untuk membangun kapasitas diri, melalui transfer pengetahuan dalam mengindentifikasi dan intervensi kebijakan guna mengurangi dampak bencana di kota Ambon. Kegiatan ini lanjut ia, sangat membantu pemerintah Kota Ambon untuk membangun pemahaman yang sama untuk mencari solusi dan mengambil langkah cepat dan tepat dalam mengurangi resiko bencana di kota ini.

“Pemkot Ambon sangat berkomitmen untuk menempuh kebijakan yang mendukung dan mempioritaskan secara proposional program dan kegiatan adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko bencana. Komitmen iin akan dilakukan dalam setiap tingkatan dokumen perencanaan maupun penganggaran sehingga kita menjadi kota yang tangguh,” tutup ia. (R1)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top