Akhir Juni 2017, Tol Laut ke Bursel Dilelang – Rakyat Maluku
DAERAH

Akhir Juni 2017, Tol Laut ke Bursel Dilelang

Jantje Latupeirissa - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bursel

Rakyatmaluku.com – RENCANA tol laut yang akan menyinggahi Kabupaten Buru Selatan (Bursel) pada Mei kemarin molor lagi. Namun Akhir Juni 2017, tol laut ke jalur sembilan akan dilelang untuk ke tiga kalinya.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bursel Jantje Latupeirissa, kepada wartawan, Kamis, 1 Juni 2017, di Kantor Bupati Bursel.

“Jadwalnya, 26 Juni nanti batas waktu pelelangan yang ketiga untuk jalur sembilan. Dan bila pelelangan gagal maka akan dilakukan penugasan langsung yang diambil alih oleh PELNI,” ujar Latupeirissa.

Jadi, untuk jalur sembilan akan melintasi rute Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Wonreli Pelabuhan Namrole.
Di mana, orang nomor satu dinas Perdagangan ini, dalam waktu dekat ini diundang oleh Kementrian Perhubungan, dan dalam kesempatan itu dirinya akan menanyakan tentang Tol Laut ini.

Sementara daftar data maritim oleh pedagang yang ada di Bursel sekitar 17 orang telah diusulkan dan akan dikirim ke Jakarta untuk diusulkan sebagai tanda daftar untuk mengikuti Maritim.

‘’Itu yang telah kami siapkan dengan berbagai kebutuhan-kebutuhan sembako yang dibutuhkan di Kabupaten Bursel,’’ kata pria yang akrab disapa Jan ini.

Latuoeirissa mengharapkan pada 26 Juni nanti proses pelelangan berjalan lancar dan tidak ada pembatalan lagi sehingga ada perusahan perkapalan yang akan mengikuti proses tender.

Bursel tetap dilewati tol laut, yang telah ditetapkan jalurnya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementrian Perhubungan. Adapun tujuan dari Tol Laut dari Kementrian Perdagangan dan Kementrian Perhubungan harga sembako harus turun sebesar 20 persen dari harga non Tol Laut.

‘’Kalau memang turun berarti hal itu tanggung jawab dari pemda untuk melakukan sosialisasi antara pedagang tol laut dengan pedagang pengecer,’’ ujar Jantje.

Dan kalau memang harus ditentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) maka Pemda akan membuatnya berdasarkan tingkat keuntungan yang khusus bagi barang-barang masuk melalui Tol Laut.

‘’Kita akan buat bila hal itu dirasa diperlukan. Kita akan buat HET, batas tertinggi dan batas terendah,’’ kata Latupeirissa. (YUL)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top