Miliki Sabu, Cewek Karaoke Nikita Di Ambon Dituntut 2,6 Tahun Penjara – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Miliki Sabu, Cewek Karaoke Nikita Di Ambon Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Rakyatmaluku.com – JAKSA Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)Ambon yang diketuai Philips Pangalila agar dapat menjatuhkan pidana penjara terhadap Lia Kostiani alias Eca (23), Pramusaji Karaoke Nikita yang beralamat di Jalan Ay Patty, Kota Ambon, selama dua tahun enam bulan (2.6) penjara.

Sebab, perbuatan terdakwa Eca terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, sebagaimana diatur dan diancam Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini agar dapat menghukum terdakwa Lia Kostiani alias Eca dengan hukum pidana penjara selama dua tahun enam bulan. Dan barang bukti satu sachet plastik kecil berisikan kristal bening dengan berat netto 0,0519 gram jenis metamfetamin (sabu-sabu) dirampas untuk dimusnahkan,” ucap JPU Lilia Helut, saat membacakan tuntutannya, di PN Ambon, Selasa, 30 Mei 2017.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, terdakwa Lia Kostiani alias Eca kelahiran Bandung, Jawa Barat, 7 Mei 1993 itu ditangkap Tim Reserse Narkoba Polres Ambon di kamar kos terdakwa di Lorong Buntu Belakang BRI, Jalan Ay Patty, Kota Ambon pada Selasa, 10 Januari 2017, sekitar pukul 19.20 Wit.

Awalnya, saksi Unas Sopamena dan saksi Bakhri Pattilouw yang adalah petugas Reserse Narkoba Polres Ambon mendapat surat perintah tugas dari Kapolres Ambon & P.p Lease untuk melakukan penyelidikan terhadap peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di wilayah hukum Polres Ambon & P.p Lease.

Maka sesuai hasil penyelidikan melalui sumber informasi yang dapat dipercaya saksi Unas Sopamena dan saksi Bakhri Pattilouw dari saksi Cepu, bahwa terdakwa Lia Kostiani alias Eca memiliki, menyimpan, menguasai, serta akan menggunakan Narkotik jenis sabu di kamar kosnya yang beralamat di Lorong Buntu Belakang BRI, Jalan Ay Patty, Kota Ambon.

Atas informasi tersebut, saksi Unas Sopamena dan saksi Bakhri Pattilouw langsung menuju lokasi di kamar kos terdakwa Eca, dan melakukan penggrebekan terhadap terdakwa yang lagi duduk sendirian di kamar kosnya itu. Saksi Unas Sopamena dan saksi Bakhri Pattilouw kemudian menanyakan terdakwa “mana barang (sabu)”, saat itu terdakwa langsung menunjukan sabu yang disimpan di atas kasurnya.

Saksi Bakhri Pattilouw kemudiam menyuruh terdakwa Eca untuk mengambil barang Sabu tersebut untuk diserahkan ke saksi Unas Sopamena. Saksi Unas Sopamena dan saksi Bakhri Pattilouw lalu melakukan interogasi singkat terhadap terdakwa Eca soal ijin kepemilikan barang Sabu dan asal usul didapatnya barang haram tersebut.
Terdakwa Eca kepada saksi Unas Sopamena dan saksi Bakhri Pattilouw menjelaskan, dirinya membeli barang haram tersebut dari Ayah Hamin, warga Desa Batumerah (masuk dalam daftar pencarian orang/DPO).

Terdakwa Eca awalnya menelpon Ayah Hamin untuk membeli Sabu, lalu Ayah Hamin menyuruh terdakwa untuk datang kerumahnya di Batumerah. Sesampainya di rumah Ayah Hamin, terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp 500 ribu kepada Ayah Hamin di dapur rumah Ayah Hamin.

Kemudian Ayah Hamin menyerahkan satu sachet plastik kecil berisikan kristal bening kepada terdakwa, dan terdakwa langsung menyimpan barang haram tersebut di Bra sebelah kiri yang dikenakan terdakwa.
Setelah interogasi singkat, selanjutnya saksi Unas Sopamena dan saksi Bakhri Pattilouw menggiring terdakwa Eca ke Kantor Polres Ambon untuk ditindaklanjuti.

Usai mendengar pembacaan tuntutan oleh JPU Lilia Helut, Ketua Majelis Hakim Philips Pangalila kemudian menunda persidangan hingga Selasa, 6 Juni 2017, dengan agenda sidang Pleidoi (Pembelaan) dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa Eca, G. Batmomolin. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top