“WannaCry” Senjata Ciptaan NSA Yang Dicuri – Rakyat Maluku
OPINI

“WannaCry” Senjata Ciptaan NSA Yang Dicuri

Ahmad Cholis Hamzah

Sering kali industry film Hollywood atau Inggris membuat film tentang bagaimana pemerintah Amerika Serikat atau Inggris mengirim pahlawan mereka untuk menangkap kriminal yang bermotif politik atau uang yang mencuri senjata canggih ciptaan Amerika Serikat atau negara barat.


Oleh: Ahmad Cholis Hamzah

– Alumni University of London dan Universitas Airlangga Surabaya
– Wakil Rektor Universitas Sunan Giri Surabaya.
– pemerhati masalah-masalah nasional dan internasional.

PERINTAHNYA kepada para pahlawan seperti James Bond untuk segera menangkap para pelaku pencurian itu agar senjata canggih ciptaan Amerika Serikat –yang tidak dipunyai negara manapun di dunia ini tidak “falls into the wrong hand” atau jatuh ketangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin menggunakan senjata curian itu untuk mendominasi dunia. Dalam film seperti itu pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sering di gambarkan sebagai mata-mata Rusia, Mafia, Teroris Timur Tengah, Mafia Cina, mantan agen CIA yang menjadi bajingan dsb dsb.

Cerita – cerita fiktif di film-film itu sekarang menjadi kenyataan dimana para pencuri IT yang dikenal sebagai hacker itu mencuri cyber weapon atau senjata yang menggunakan IT yang di ciptakan oleh NSA atau National Security Agency Amerika Serikat dan di gunakan untuk menyerang sistim IT di sekitar 150 negara-negara di dunia ini dan minta tebusan US$ 300 sampai US$ 600 kalau ingin jaringan sistim IT nya di pulihkan kembali. Dilaporkan bahwa hacker dengan menggunakan senjata ciptaan NSA ini membuat Kantor Pelayanan Kesehatan Inggris atau British National Health Service di tutup, termasuk perusahaan telekomunikasi Spanyol Telefonica, pabrik mobil Renault di Peerancis, Nissan di Jepang, Kementerian Dalam Negeri Rusia, kantor Federal Express, perusahaan minyak Cina PetroChina dll. Jaringan TV Aljazeera melaporkan bahwa Indonesia termasuk negara yang di serang hackers ini.

Publik di Indonesia sebagian besar hanya mengenal Badan Intelijen Amerika Serikat itu CIA, badan mata-mata AS yang beroperasi di luar negeri dan FBI yang beroperasi di dalam negeri. Padahal di komunitas intenlijen AS itu ada bermacam-macam karena di berbagai departemen seperti pertahanan atau militer memiliki badan intelijennya. Tapi yang terkenal adalah NSA dan CIA. Di NSA inilah seorang karyawannya yang bertugas di bidang intelijen IT yaitu Edward Snowden mencuri ribuan data intelijen dan lari keluar negeri lewat Hongkong dan sekarang di tampung Rusia dimana presidennya Vladimir Putin itu dikenal sebagai anggota intelijen Sovyet – KGB musuh utama CIA pada perang dingin dulu.

Banyak kalangan di Amerika Serikat mengkritik kecerobohan lembaga intelijen yang reputasi nya terhormat seperti NSA itu sehingga kecolongan senjata ciptaannya sendiri. Namun ada yang juga mengkritik para pengguna Microsoft di seluruh dunia karena tidak pernah meng update system security nya.  Senjata ciptaan NSA ini di duga di pakai untuk memata matai Rusia dan Cina agar tidak meluncurkan senjata nuklirnya bila menyerang negara-negara lain. Pernah dilaporkan bahwa Komando Militer Tingkat Tinggi Rusia mempunyai informasi bahwa Amerika Serikat akan mempersiapkan serangan nuklirnya pertama kali terhadap Rusia dan Cina. Tapi senjata Cyber itu tidak hanya untuk mematai-matai penggunaan nuklir kedua negara itu; namun dipakai untuk mematai-matai informasi diseluruh dunia, apapun informasinya termasuk informasi pribadi.

Umumnya untuk mencuri informasi dari negara atau lembaga maka pencuri harus memahami lokasi yang akan di curi, berusaha masuk gedung dimana informasi yang akan dicuri berada, mengobrak-abrik laci-laci kantor, dan meng copy nya secara cepat dsb. Tetapi dengan revolusi digital seperti sekarang ini hacker bisa mencuri informasi dari jarak jauh, mengetahui data rahasia, nomor rekening bank, pembicaraan telepon, email, facebook, instagram, twitter dll. Seperti yang terjadi sekarang ini pencuri perangkat digital yang tidak diketahui itu telah menghancurkan sistim computer diseluruh dunia dengan mudah.

Hacker tersebut mencuri senjata cyber ciptaan NSA berupa virus atau malware dengan nama “WannaCry” atau “Wanna Decryptor.” Malware ini menyebar dari satu computer ke computer lainnya secara sunyi senyap  dan menghentikan sistim computer itu dan akhirnya meminta uang tebusan dalam bentuk uang Bitcoin. Dilaporkan bahwa serangan cyber itu begitu bahayanya sampai menimbulkan kepanikan di Rumah-Rumah Sakit di Inggris karena mengganggu pelayanan kesehatan seperti sistim X ray, hasil test patologi, sistim telpun RS dan data informasi pasien. Serangan virus computer itu juga menyerang Perguruan-Perguruan Tinggi dimana data penelitian ilmu pengetahuan penting disimpan. Lebih dari 57.000 computers terserang virus WannaCry ini.

WannaCry ini adalah virus computer berdasa­rkan senjata atau alat IT yang di ciptakan NSA dengan kode ETERNALBLUE. Senjata software ini bisa memungkinkan lembaga mata-mata atau intelijen ini bisa masuk ke jutaan Window compu­ter di seluruh dunia dan mencuri data-data penting bahkan bisa menghentikan sistim computer musuh.

Komisi Eropa sebuah lembaga penting di Masyarakat Eropa atau European Union buru-buru mengeluarkan warning agar setiap negara di Eropa memiliki kewaspadaan ekstra terhadap ancaman Cyber ini, karena dunia sekarang ini rentan dengan serangan Cyber seperti WannaCry ini. Serangan ini menggunakan Malware singkatan dari Malicious Software yang di susupkan ke computer-komputer di dunia ini dan mencuri data penting bahkan bersifat rahasia. Malware ini di pakai untuk mematai-matai computer lain tanpa diketahui penggunanya dan di rancang untuk men sabotase computer orang lain.

Sampai saat ini belum diketahui siapa pencuri senjata Cyber itu, hanya disebut sebagai “Shadow Broker”. meskipun baru-baru ini berbagai media dunia melaporkan ada kode milik Korea Utara yang ada di virus WannaCry itu, tapi berita itu belum ada pihak yang mengkonfirmasi kebenarannya.

Indonesia harus tidak boleh ketinggalan dengan negara-negara lain untuk memperbaharui sistim IT nya dengan mengerahkan para ahli IT di berbagai bidang termasuk dibidang militer dan pemerintahan. Anak-anak bangsa dari berbagai Perguruan Tinggi perlu di rekrut untuk memperkuat pertahanan Cybernya negara.

Kalau tidak Indonesia akan rentan menjadi bulan-bulanan para hackers itu. Karena perang modern saat ini sudah tidak lagi mengandalkan peluru, namun mengandalkan informasi. Siapa saja yang memiliki lebih banyak informasi akan memenangi pertempuran. Ingat intelijen Australia pernah menggunakan senjata Cyber ini untuk menyadap percakapan handphone mantan Presiden SBY dan istrinya serta beberapa menterinya.
Karena itu jangan dianggap remeh sistim pertahanan Cyber negara itu. (***)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top