Jaksa Cecar Tersangka Natalia Soal Aliran Dana – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Jaksa Cecar Tersangka Natalia Soal Aliran Dana

Rakyatmaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng) melakukan pemeriksaan terhadap Natalia Monica, tersangka korupsi dana bantuan Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) – Waipia, Kabupaten Malteng tahun 2013 – 2015 sebesar Rp 1,2 miliar, di ruang pidana khusus Kantor Kejari Malteng, Senin, 22 Mei 2017.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Malteng, Manatap Sinaga, pemeriksaan perdana terhadap Natalia Monica dalam kapasitasnya sebagai tersangka itu untuk melengkapi berkas perkaranya ditahap penyidikan.
“Ia benar, hari ini (kemarin, red) tersangka Natalia Monica menjalani pemeriksaan perdana ditahap penyidikan oleh Jaksa Penyidik untuk kelengkapan berkas perkaranya,” akui Sinaga, saat dikonfirmasi koran ini, melalui selulernya.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan tersebut, tersangka Natalia Monica selaku bendahara GSC di Kecamatan TNS – Waipia dicecar puluhan pertanyaan menyangkut aliran dana GSC tahun 2013 – 2015 sebesar Rp 1,8 miliar. Sebab, ketika dana Rp 1,8 miliar tersebut dicairkan, Natalia tidak menyalurkan seluruh anggaran tersebut secara benar kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Tersangka Natalia ditanya Jaksa Penyidik soal mekanisme pencarian dana bantuan GSC tahun 2013 – 2015, serta ditanya soal aliran dana bantuan GSC sebesar Rp 1,2 miliar dari total anggaran sebesar Rp 1,8 miliar,” jelas Sinaga.
Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, dana GSC ini dicairkan Pemprov Maluku ke Kabupaten Malteng untuk dipergunakan sebagai bantuan makanan sehat dan bergizi bagi balita dan lansia maupun biaya memeriksa kesehatan ibu hamil.

Dana GSC ini juga bermanfaat membantu masalah pendidikan anak-anak, seperti membeli pakaian seragam dan tas sekolah serta membayar tenaga guru honorer pada 18 desa di Kecamatan TNS-Waipia. Namun tersangka Natalia Monica selaku bendahara GSC di Kecamatan TNS – Waipia telah menyalahgunakan pengelolaan anggaran tersebut.  Sehingga Pemprov Maluku menutup rekening GSC di Malteng.

Modus yang digunakan tersangka Natalia adalah melakukan pencairan fiktif dengan memalsukan tandatangan ketua Pokja maupun tandatangan pihak-pihak lain yang wajib menerima dana GSC tersebut. Seperti tenaga honorer yang ikut bekerja dalam program itu hingga saat ini tidak mendapatkan haknya.

Saat diperiksa Jaksa Penyelidik, Natalia Monica mengaku bahwa telah menggunakan anggaran Rp 400 juta dari Rp 1,2 miliar untuk biaya pernikahannya. Sisanya, digunakan untuk membeli sebidang tanah, membuka dua kios, serta membeli tiga unit mobil. Satu unit mobil telah disita Kejari Malteng dari tangan tersangka Natalia. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top