Hari Ini, Murad Ismail Ambil Formulir Balon Gubernur Di PDIP – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Hari Ini, Murad Ismail Ambil Formulir Balon Gubernur Di PDIP

Murad Ismail

Kecewa Diperlakukan Tak Beretika Oleh Protokoler Pemprov Maluku

Rakyatmaluku.com – PEMILIHAN Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018 mendatang tampaknya akan semakin menarik dengan keikutsertaan salah satu putra terbaik Maluku yang saat ini menjabat Kakor Brimob Mabes Polri, Irjen Polisi Murad Ismail.  Direncanakan, Selasa 23 Mei 2017, hari ini, Putra Waihaong itu melalui timnya akan mengambil formulir pendaftaran di PDIP Maluku.

“Besok saya sudah mengutus orang untuk mengambil formulir pendaftaran di PDIP Maluku,” ujar Murad,” kepada wartawan, Senin 22 Mei 2017, usai pelantikan empat kepala daerah oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff, bertempat di lapangan merdeka, Ambon. Saat ditanyai siapa yang diberikan kuasa untuk mengambil formulir pendaftaran dengan tegas Murad mengaku telah memberikan kuasanya kepada Rovik Afifudin.

“Sudah saya tanda tangan kuasa kepada saudara Rovik Afifudin untuk mengambil formulir dan mendaftar di PDIP,” tegas Murad.

KECEWA
Sementara itu pada kesempatan yang sama,  Jenderal Bintang Dua Mabes Polri ini mengaku kecewa atas perlakuan yang diberikan pihak protokoler Pemprov Maluku saat menghadiri pelantikan empat kepala daerah di lapangan merdeka Ambon, kemarin.

Bagaimana tidak, sebagai pejabat negara ternyata Murad diperlakukan tak beretika oleh salah satu protokoler penerima tamu di acara pelantikan. Posisi duduk mantan Kapolda Maluku itu ternyata berada pada barisan ke tiga bersama sejumlah tamu undangan lainnya. Padahal Irjen Polisi Murad Ismail mendapat undangan resmi dari Pemprov Maluku untuk menghadiri acara pelantikan.

Alasan penempatan kursi duduk Jenderal Murad Ismail oleh staf protokoler penerima tamu dikarenakan tidak terkonfirmasi.

“Bung (wartawan) silahkan anda tulis, saya ini gak (tidak) dianggap sama sekali. Masa saat pelantikan kepala daerah tadi (kemarin_red), saya diposisikan duduk pada deretan kursi bagian ketiga dari depan. Kok seperti itu ya tindakan yang dilakukan mereka terhadap para pejabat. Saya ini pejabat negara loh,” sesalnya.

“Saya gak dianggap sama sekali. Mau benci sama saya, jangan gitu caranya dong,” sambungnya.

Bagi Murat, diberikan tempat duduk di bagian pertama atau kedua tidak masalah, asal jangan disampaikan bahwa tidak terkonfirmasi.

“Ini undangan resmi loh, saya terima. Apa itu tidak terkonfirmasi. Saya bahkan tanyakan ke bagian pemerintahan, jawabnya seperti itu, bahwa tidak terkonfirmasi. Sombong amat sih, pejabat di Maluku, hebat sekali. Saya ini mantan Kapolda Maluku loh,” tandas Murad. (YAS)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top