JPU Nyatakan Berkas Remon Puttileihalat Lengkap – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

JPU Nyatakan Berkas Remon Puttileihalat Lengkap

Rakyatmaluku.com – BERKAS perkara penyerobotan kawasan hutan produksi pada pembukaan jalan kawasan Masika Jaya, Desa Waisala, Kecamatan Waisala ke Desa Ariate, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) atas tersangka Paulus Semuel Puttileihalat alias Remon selaku mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SBB yang ditangani Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan Provinsi Maluku telah resmi dinyatakan lengkap (P21) oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Jumat, 19 Mei 2017.

“Setelah beberapa kali berkas tersangka Remon Puttileihalat dilengkapi PPNS Dishut Maluku (P19), maka hari ini (kemarin,red) JPU resmi menyatakan berkas perkaranya lengkap,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada wartawan, di ruang pers, kemarin.

Selanjutnya, kata Samy, JPU akan berkoordinasi dengan PPNS Dishut Maluku untuk segera dilakukan proses Tahap II, yakni penyerahan tersangka beserta barang buktinya untuk ditindaklanjuti ke Pengadilan Tipikor Ambon guna disidangkan.

“JPU dan pihak PPNS akan bekerja cepat agar bisa segara dilakukan proses tahap II, sehingga kasus ini bisa segera disidangkan dan tersangka Remon Puttileihalat dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya di meja hijau,” jelas Samy.

Untuk diketahui, Remon ditetapkan sebagai tersangka oleh PPNS Dishut Maluku pada 4 Januari  2016 lalu. Dia  dijerat pasal berlapis yakni pasal 50 ayat (3) huruf a dan j,  pasal 78 ayat (2) dan ayat (9) serta ayat (15) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Berdasarkan pasal yang disangkakan, Remon Puttileihalat diduga mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah, membawa alat-alat berat dan atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk mengangkut hasil hutan di dalam kawasan hutan tanpa izin pejabat yang berwenang. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top