Gubernur Ajak Warga Jazirah Ciptakan Kedamaian Sejati – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Gubernur Ajak Warga Jazirah Ciptakan Kedamaian Sejati

Rakyatmaluku.com – GUBERNUR Provinsi Maluku, Said Assagaff, mengajak seluruh masyarakat yang ada di Jazirah Leihitu, untuk sama-sama menciptakan kehidupan yang aman, damai dan sejati. Hal ini disampaikan Said Assagaff, saat memberikan sambutan pada pelantikan 22 Dewan Pimpinan Negeri (DPN) se-Jajirah Lehitu, periode 2016-2017, di pelataran Raja Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu, 17 Mei.

Gubernur menegaskan, pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Hegeri Henta Hetu, memiliki makna strategis, selain sebagai media silaturahim sesama anak-anak Negeri Jazirah Leihitu, juga merupakan momentum untuk anak-anak Negeri Hena Hetu kembali mengkonsolidasi diri, di tengah banyaknya persoalan dan agenda-agenda strategis yang harus segera dilakukan antara lain, masih rapuhnya ikatan hidup orang basudara di Jazirah Leihitu, yang ditandai dengan serangkaian konflik antar negeri.

“Saya rasa jika konflik antar negeri seperti ini terus kita biarkan terjadi, sesungguhnya katong sedang merobohkan “Baeleo Besar” yang namanya Hena Hetu itu sendiri. Karena tu, sejatinya dengan pelantikan pengurus DPN Hena Hitu, saya berharap saudara-saudara sekalian dapat segera melakukan langkah-langkah percepatan untuk menciptakan perdamaian sejati di daerah ini,” ujar dia.

Berbicara tentang Hena Hitu, kata Assagaff, berarti berbicara tentang persekutuan anak-anak negeri yang punya tantanan adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang sangat dijunjung tinggi.

Namun dewasa ini, arus globalisasi secara masif telah menggeser tatanan nilai-nilai keluhuran seperti kekeluargaan, kebersamaan, kesederhanaan, tolong menolong, kerjasama, kejujuran, penghormatan, dan sebagainya. “Menurut beta bakalai saat pemilihan raja, bakalai memperebutkan warisan, bakalai yang suka mabuk, terjerat kasus asusila, narkoba, hobi kita suka mencaci maki, menebar gosip belakangan ini adalah dampak turun dari terdistorisnya adat dan nilai-nilai kearifan lokal tersebut. singkatnya katong samua kehilangan keadaban privat dan keadaban publik,” ucapnya.

Masalah tapal batas antar negeri di Maluku juga di jazirah leihitu sering menjadi masalah. Untuk itu, dirinya meminta kepada DPN Hena Hitu, para Upu Latu Patty untuk segera melakukan langkah-langkah strategis menyelesaikannya. Orang nomor satu di Maluku ini juga mengakui, secara geo-ekonomi, karena terletak pada dua kawasan adminsitrasi yaitu Kota Ambon dan kabupaten Maluku Tengah, maka Jazirah Leihitu sangat strategis mendapatkan dampak ekonomi dan punya peran sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi di kawasan ini.

Dengan harapan posisi strategis secara sosial, ekonomi dan politik ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Jazirah Lehitu dan daerah ini. Menurutnya, Hena Hetu sebagai sebuah persekutun geonologis teritorial di Jazirah Leihitu merupakan salah satu komunitas adat yang mempunyai posisi sangat strategis di pulau Ambon, bahkan di Maluku.

Secara historis, memiliki modal sosial yang besar, karena di daerah ini pernah menjadi pelabuhan international dalam perdagangan rempah-rempah, sehingga terjadi proses perjumpaan dan akulturasi dengan pelbagai kebudayaan di nusantara maupun kebudayaan di Asia, seperti Arab, China, India maupun kebudayaan Eropa, seperti portugis, inggris, spanyol dan Belanda.

Tak pelak lanjut dia, dengan posisi startegis seperti ini, lahir perlbagai tokoh besar, pahlawan dan ulama atau ilmuan terkenal seperti, kapitan kakiali, perdama jamilu, Tulukabessy, serta para intelektual ternama seperti imam Rijal yang menulis buku hikayat tanah hitu sebagai sebuah karya sejarah monumental pertama di Maluku pada abad ke-17, kemudian imam Arkulapessy dan cucunya Nurcaya menulis mushaf Al-Qur’an pada abad ke-18.

Ia berharap pengurus baru Hena Hetu dapat membuat program kajian dan penelusuran sejarah tentang para tokoh tersebut, untuk kita bisa usulkan sebagai pahlawan nasional, (Kapitan Kakiali, Kapitan Tulukabessy, Imam Rijali) adalah para tokoh yang layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Pemda Provinsi Maluku, siap menfasilitasi program seperti ini. Diakhir sambutannya, dirinya mengajak seluruh komponen masyarakat HenaHetu, khususnya pengurus DPN Hena Hetu yang dilantik untuk menjadi agen-agen perubahan, dalam proses transformasi pola pikir dan karakter anak negeri ini, dari budaya bakalae ke budaya baku bae, dari budaya talamburang ke budang kalesang, dari budaya makang puji dan tinggi diri ke budaya rendah hati, dari budaya baku malawang ke budaya bacarita, dari budaya kewel ke budaya baca-tulis. (YAS)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top