Eks Kadiv Umum Bank Maluku Dicecar Jaksa 50 Pertanyaan – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Eks Kadiv Umum Bank Maluku Dicecar Jaksa 50 Pertanyaan

TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku kembali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Devisi Umum PT. Bank Maluku – Maluku Utara (Malut), Fredy Donald Sanaky, sebagai saksi atas kasus korupsi proyek pembelian lahan dan bangunan untuk pembangunan Kantor Bank Maluku Cabang Surabaya tahun 2014 senilai Rp 54 miliar.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulete, pemeriksaan lanjutan terhadap saksi tambahan tersebut untuk melengkapi berkas perkara tersangka Jack Stuart Revilino Manuhutu selaku Kepala Sub Perencanaan pada Devisi Renstra dan Korsec PT. Bank Maluku – Malut ditahap penyidikan.

“Ia benar, hari ini (kemarin) Fredy Sanaky kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi oleh Jaksa Penyidik Irkhan Ohoiulun guna melengkapi berkas tersangka Jack Manuhutu,” ucap Samy, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 17 Mei 2017.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan yang berlangsung selama satu jam, sejak pukul 10.45 – 11.50 Wit itu, saksi Fredy Donald Sanaky dicecar 50 pertanyaan menyangkut tugas dan tanggung jawabnya selaku ketua panitia proyek pembelian lahan dan bangunan untuk pembangunan Kantor Bank Maluku cabang Surabaya tahun 2014 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 7,6 miliar dari total anggaran proyek sebesar Rp 54 miliar.

“Karena hanya untuk kelengkapan berkas perkara, maka Saksi Fredy Donald Sanaky hanya ditanya seputar tupoksinya saja,” jelas Samy.

Sebagaimana diberitakan korban ini sebelumnya, Fredy Donald Sanaky turut terseret dalam kasus ini karena ikut menerima aliran dana proyek pembelian lahan dan bangunan untuk pembangunan Kantor Bank Maluku cabang Surabaya tahun 2014 sebesar Rp 250 juta dari total anggaran proyek sebesar Rp 54 miliar.

Namun, yang bersangkutan (Sanaky) telah mengembalikan seluruh uang yang diterimanya dari Idris Rolobessy selaku Direktur Utama PT. Bank Maluku saat itu kepada Jaksa Penyidik untuk dikembalikan kas daerah. Sebab, Sanaky merasa uang Rp 250 juta bukan haknya. (RIO)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top