Assagaff-Huwae ‘Mesra’ Di Leihitu – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Assagaff-Huwae ‘Mesra’ Di Leihitu

Ketua Umum Dewan Pimpinan Negeri (DPN) Hena Hetu Edwin Huwae, melantik Pengurus DPN Hena Hetu se-Jazirah Leihitu yang berlangsung di halaman Rumah Raja Negeri Hila, Rabu 17 Mei 2017.

Rakyatmaluku.com – GUBERNUR Maluku Said Assagaff dan Ketua DPRD Maluku DPRD Maluku Edwin Huwae menghadiri pe­lantikan terhadap Dewan Perwakilan Negeri (DPN) Hena Hetu yang tersebar di 22 Negeri adat di Jazirah Leihitu yang meliputi tiga kecamatan, yakni Salahutu, Leihitu dan Leihitu Barat.

Pelantikan tersebut berlangsung di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu Maluku Tengah (Malteng), Rabu 17 Mei 2017, yang dimpin langsung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hena Hetu yang diketuai Edwin Huwae. Pelantikan 22 DPN di Jazirah Leihitu itu dilakukan berdasarkan pada perintah organisasi sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Organisasi sampai tingkat yang paling bawah dalam struktur organisasi Hena Hetu. Hal ini disampaikan Edwin Adrian Huwae usai melantik 22 DPN Hena Hetu.

“Puji syukur hari ini kami telah melantik DPN-DPN Hena Hetu yang tersebar di tiga kecamatan di Jazirah Leihitu. Tugas teman-teman di DPN yang telah dilantik ini adalah membantu masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan membantu masyarakat dalam mempasilitasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Jazirah Leihitu,” ujar Edwin Huwae, kepada pers, usai pelantikan.

Dikatakannya, kekerabatan, kekeluargaan dan solidaritas merupakan instrumen penting dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan antar kelompok masyarakat dan daerah bahkan persatuan dan kesatuan dalam menjaga bangsa. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat di Jazirah Leihutu untuk terus menjaga rasa kebersamaan.

“Kita anak negeri satu Jazirah, dan karena itu kita bertanggungjawab untuk terus membangun dan memupuk rasa kebersamaan antar sesama anak Jazirah Leihitu. Selain itu kita juga bertanggungjawab untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan di Maluku yang kita cintai ini,” tandas Edwin Huwae.

Politisi PDIP itu mengatakan, moment pelantikan ini dilakukan ditengah-tengah situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang terpolarisasi oleh kepentingan kelompok akibat proses politik pilkada yang baru saja selesai. Kondisi tersebut jika tidak disikapi bersama secara arif dan bijaksana, maka bisa saja terjadi perpecahan antar sesama anak bangsa.

“Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, saya mengajak seluruh masyarakat Jazirah untuk satukan hati guna berjuang bersama pemerintah Daerah dan elemen masyarakat lainnya bagi kemajuan bersama,” terangnya.
Pantauan Rakyat Maluku, selain pelantikan dila­kukan terhadap 22 DPN, Hena Hetu juga melak­sana­kan kegiatan pembagian anakan Cengkih dan Pala sebanyak 86 ribu kepada seluruh DPN hena Hetu yang ada di Jazirah.

“Pada saat yang bersamaan juga, kami telah menyerahkan bantuan berupa anakan cengkih dan pala berjumlah 86 ribu kepada 22 DPN yang ada di Jazirah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat agar supaya pada waktunya dapat membentu perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jazirah dimasa yang akan datang,” tandas Edwin Huwae.

Sementara Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan pelantikan pengurus DPN Hena Hetu memiliki makna strategis, selain sebagai media silaturahim sesama anak-anak negeri jazirah Leihitu, juga merupakan momentum untuk anak-anak negeri Hena Hetu kembali mengkonsolidasi diri, ditengah banyaknya persoalan dan agenda-agenda strategis yang harus segera dilakukan. Antara lain, masih rapuhnya ikatan hidup orang basudara di Jazirah Leihitu, yang ditandai dengan serangkaian konflik antar negeri.

“Saya rasa jika konflik antar negeri seperti ini terus kita biarkan terjadi, sesungguhnya katong sedang merobohkan “baeleo besar” yang namanya Hena Hetu itu sendiri. Karena itu, sejatinya dengan pelantikan pengurus DPN Hena Hitu, saya berharap dapat segera melakukan langkah-langkah percepatan untuk menciptakan perdamaian sejati di daerah ini,” tandas Assagaff. Dikatakan, dewasa ini arus globalisasi secara masif telah menggeser tatanan nilai-nilai keluhuran seperti kekeluargaan, kebersamaan, kesederhanaan, tolong menolong, kerjasama, kejujuran, penghormatan, dan sebagainya.

“Menurut saya berkelahi saat pemilihan raja, berkelahi memperebutkan warisan, berkelahi yang suka mabuk, terjerat kasus asusila, narkoba, hobi kita suka mencaci maki, menebar gosip belakangan ini adalah dampak turun dari terdistorisnya adat dan nilai-nilai kearifan lokal tersebut. Singkatnya kita samua kehilangan keadaban privat dan keadaban publik,” ujar Assagaff.

Selain itu, kata Assagaff, masalah tapal batas antar negeri di Maluku juga di Jazirah Leihitu sering menjadi masalah.
“Kepada DPN Hena Hitu, dan Upu Latu, saya meminta untuk segera melakukan langkah-langkah strategis menyelesaikannya,” harap Assagaff.

Ditambahkan Assagaff secara Geo-Ekonomi, Jazirah Leihitu terletak pada dua kawasan administrasi yaitu Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, maka Jazirah Leihitu sangat strategis mendapatkan dampak ekonomi dan punya peran sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi. “Dengan harapan posisi strategis secara sosial, ekonomi dan politik ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Jazirah Lehitu dan daerah ini,” tandas Assagaff.

Sementara pantauan Rakyat Maluku, kedatangan Assagaff dalam pelantikan DPN Hena Hetu, ternyata juga berdampak lain. Assagaff yang disebut berkeinginan kuat mendapat rekomendasi PDIP untuk maju bertarung untuk merebut kembali posisi sebagai orang nomor satu di Maluku terlihat ‘mesra’ dengan Edwin Huwae, yang selain sebagai Ketua DPP Hena Hetu, Ketua DPRD Maluku juga adalah Ketua DPD PDIP Maluku. Beberapa kali pantuan wartawan koran ini, Assagaff – Huwae terlihat tampak berbicara serius disela-sela acara pelantikan DPN Hena Hetu.

Bukan menjadi rahasia lagi sebagai petahana di Pilgub Maluku 2018 mendatang, Assagaff memang berpotensi besar untuk memimpin Maluku kedua kalinya dibandingkan dengan sejumlah bakal calon (balon) gubernur Maluku lainnya.

Assagaff sendiri hingga kini belum menentukan siapakah yang akan dipilihnya sebagai bakal calon wakil gubernur Maluku untuk periode lima tahun mendatang. Namun dari hasil survey internal yang dilakukan tim Assagaff, ada empat nama yang salah satunya akan dipilih sebagai bakal calon wagub Maluku. Dan dari empat nama tersebut, nama Ketua DPD PDIP Maluku Edwin Huwae, termasuk didalamnya.

Perihal pilihan balon wagub Maluku yang akan mendampinginya, Assagaff sendiri menyerahkannya kepada hasil survey yang kembali dilakukan timnya, dan tentunya juga akan mempertimbangkan putusan Partai Golkar.
Kendati demikian Assagaff memang berkeinginan di Pilgub Maluku 2018 mendatang, Golkar yang saat ini dimpimpinya di Maluku bisa bersama dengan PDIP Maluku yang diketuai Edwin Huwae dapat bersinergi membangun Maluku ke depan. “Ya kalau bisa kita kumpul sama-sama, PDIP dan Golkar, “ tandas Assagaff, saat diwawancarai beberapa waktu lalu. (RM/YAS)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top