Assagaff: Unidar Harus Jadi Kampus Unggulan – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Assagaff: Unidar Harus Jadi Kampus Unggulan

Suasana prosesi Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Universitas Darussalam Ambon, di Gedung Islamic Center, Waihaong, Selasa 16 Mei 2017. Sebanyak 527 Sarjana dan Ahli Madya diwisudakan dalam acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa pada Perguruan Tinggi tersebut.

Ketua Kopertis Maluku-Malut Sebut Unidar ‘Wara’ Sah

Rakyatmaluku.com – GUBERNUR Maluku, Said Assa­gaff,  mengatakan, Univer­si­tas Da­­­r­­­­u­s­salam (Unidar) Am­bon merupakan kampus harapan dan kampus idaman bersama. Sebagai  salah  satu perguruan tinggi swasta tertua di Maluku, Unidar Ambon  telah  banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan  pendidikan di Maluku.

Hal ini ditandai dengan berkiprahnya  para lulusan diberbagai bidang kehidupan dan tidak sedikit mereka menjadi  tokoh dan panutan di negara  ini. Mereka berdiri menjadi pilar peradaban  di daerah ini karena  punya kompetensi  yang siap di abdikan.

Hal ini disampaikan Assagaff, saat memberikan sambutan pada rapat senat terbuka  wisuda periode II    sarjana dan ahli madya Unidar di gedung Islamic Cen­ter, Selasa 16 Mei 2017.

Wisuda periode kedua   kali ini, kata Assagaff, menjadi entri poin tersendiri  untuk kebangkitan membangun kampus  Unidar Ambon sebagai kampus tercinta. Disadari, pendidikan adalah instru­men transformasi  peradaban yang sangat efektif. Karena itu setiap bangsa yang maju memiliki kualitas pendidikan yang baik.

Dalam konteks ini, kata Assagaff,  perguruan tinggi menjadi segmen terbesar   terhadap proses pembanguan dan kemajuan bangsa. Perguruan tinggi, merupakan  pusat peradaban, tempat pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), seni dan pembinaan  karakter sebagaimana termaktub dalam tridarma perguruan tinggi.
Assagaff  berharap, agar eksistensi keberadaan kampus  “merah” ini terus ditunjukan dengan menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan, kompetensi serta berdaya saing.

“Saya yakin, kampus ini akan selalu ada dan siap mengabdi untuk negeri. Jangan kehilangan asa, tapi harus selalu optimis untuk kembali memajukan  almamater tercinta. Kampus ini harus mengembalikan peran vitalnya   untuk maju dan berkembang sebagai kampus  unggul dan terkemuka, minimal di kawasan Indonesia Timur. Ini tantangan bagi  pengelola Unidar Ambon,” harap Assagaff.

Assagaff juga mengingatkan  kepada para wisudawan/wisudawati  untuk  mencermati bah­wa lembaga pendidikan  yang dibanggakan itu  hanyalah tempat sementara,   sementara lingkungan masyarakat adalah  tempat sesungguhnya. Dimana semua kompetensi akan diuji, baik pedagogik, profesional, kepribadian, sosial maupun kepemim­pinan.

Kesempatan itu sebagai  Pembina Yayasan Darussalam Maluku, Assagaf  berharap semua pihak, khususnya  Yayasan Darussalam Maluku dan orang tua untuk sama sama  “masohi” membangun Unidar Ambon, karena investasi terbaik  bagi kemajuan bangsa adalah pendidikan.

Sementara itu Keputusan Mahkamah Agung (MA)  Nomor 2860/K/PDT.2016. 11 Januari  ten­tang  keabsahan Unidar Ambon, dan keputusan Kemenriset Dikti  Nomor 491 yang menyatakan, tentang keabasahan pengelolaan  Unidar Ambon oleh Yayasan Darusalam Maluku.

“Saya selaku Koordinator Kopertis wilayah XII dan sebagai penanggungjawab pengelola PT Swasta di Maluku-Maluku Utara menyatakan bahwa  keputusan itu final urusannya. Jadi sudah tidak ada lagi dusta di antara kita. Saya bertanggung jawab dengan ini,” ujar Ketua Kopertis Wilayah XII DR. Muhammad Bugis, dalam sambutannya.
Bugis mengatakan, dirinya awal pekan depan akan segera  bertolak ke Jakarta untuk  melaporkan kepada menteri terkait dengan per­kembangan ini.

“Saat saya dilantik, saya diberikan pesan oleh  Pak Menteri bahwa ada  dua  persoalan yang harus diselesaikan, salah satunya Unidar Ambon. Dan Alhamdulillah, Unidar Ambon telah final, saya akan melaporkannya,” kata Bugis.
Dikatakan,  proses  wisuda  periode II Uni­dar Ambon tahun Akademik 2016-2017, 16 Mei 2017 menjadi satu bentuk  akuntabilitas  pertang­gungjawaban Unidar Ambon kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Ini menjadi awal kesuksesan  di masa menda­tang,” cetus  Bugis.

Dirinya berpesan kepada  para lulusan Unidar Ambon  untuk  tidak berhenti   menuntut ilmu dan tetap berada pada kondisi    ingin mengetahui Ilmu Pengetahuan dan  Teknologi. Bahkan pula meminta  para wisudawan  untuk tidak melupakan almamaternya.

Dikatakan tantangan besar  kedepan  adalah bagaimana Unidar Ambon, melakukan perubahan  sesuai dengan kemajuan IPTEK.
“Kita tidak boleh bangga dengan kekayaan alam yang kita miliki.  Sebab, kemajuan suatu bangsa tidak  lagi ditentukan oleh  berlimpahnya sumber daya alam,  tetapi pentingnya adalah ketersediaan  sumber daya manusia yang unggul. Maka itu,  seorang sarjana  tidak boleh  merasa puas, dengan  bekal  ilmu yang diperoleh tetapi seorang sarjana harus belajar mendalam  secara profesional sesuai dengan bidang ilmunya,” harap Bugis.

Sementara   itu, Ketua Yayasan Darussalam Maluku,  DR. A. Rahman Polanunu menuturkan,  proses wisuda periode  II Tahun akademik 2016/2017  dilaksanakan dalam kurun waktu yang sangat mulia. Dimana,  sehari sebelumnya  dilaksanakan peringatan 200 Tahun Pattimura,  Hardiknas, Hari Buru Nasional   dan sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, bulan yang  sangat memberikan kesempatan kepada kita semua  untuk melakukan koreksi diri.
“Jangan lagi membuat kesalahan, jangan lagi  ada cara  dan langkah membuat penipuan di bidang pendidikan. Mari kita sama-sama siapkan generasi penerus bangsa,”tutur Polanunu.

Kesempatan itu, Polanunu  berpesan, agar para wisudawan/wisudawati  untuk menjadikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh sebagai batu loncatan guna mengembangkan diri   di masa depan sesuai dengan tuntutan kemajuan  daerah maupun nasional.

“Bertindak dan berprilaku  pantas seperti seorang sarjana agar menjadi contoh dan teladan kepada masyarakat. Bukan saja ilmu yang mumpuni tetapi tindak tanduk prilaku Anda sebagai  sarajana jebolan Unidar Ambon patut diacungin jempol,” pesan DR. A. Rahman Polanunu.

Dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Periode II  sarjana dan ahli madya   kemarin,  sebanyak 527  mahasiswa diwisudakan, 19  diantaranya adalah Diploma III. (CIK)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top