Warga Bursel Dihimbau Waspadai Musim Timur – Rakyat Maluku
DAERAH

Warga Bursel Dihimbau Waspadai Musim Timur

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Awat Mahulauw menghimbau seluruh warga yang mendiami negeri Kai Wait ini untuk mewaspadai musim timur yang kini telah melanda Kabupaten Bursel.

“Masyarakat sudah harus waspada, sebab musim penghujan dan angin kencang sudah melnada Namrole dan Bursel secara keseluruhan. Mengingat, pengalaman pahit yang pernah melanda di Bursel saat musim hujan di musim timur 2012 lalu, seharusnya menjadi warning bagi semua masyarakat yang mendiami  wilayah Bursel,” tutur Awat, kepada awak media, Senin, 15 Mei 2017, di kantor Bupati Bursel.

Mahulauw mengatakan, masyarakat Bursel telah memiliki pengalaman bersejarah saat wilayah Bursel berulang kali dilanda musim timur.  “Sekalipun pengalaman itu pernah dialami oleh masyarakat, tetapi tugas kami dari pemerintah daerah harus terus menghimbau agar selalu berhati-hati dalam perjalanan atau yang lainnya,” kata Mahulauw.

Menurut Awat, disaat musim timur curah hujan yang tinggi mengakibatkankan banyak sungai yang kering pada musim kemarau mulai dibanjiri air yang  dapat meluap tatkala tak mampung menampung debit air, akibat banyaknya curah hujan. Hal ini tentunya dapat berdampak buruk, sebab bila air sungai meluap dan membanjiri jalan, maka akses transportasi terancam putus.

“Angin kencang atau badai sering terjadi baik di darat maupun di laut, pengalaman itu sering terjadi di Bursel” ujar Awat.

Berdasarkan data yang dimilikinya bila musim hujan sering terjadi banjir di hampir seluruh wilayah Bursel.
“Yang paling dominan itu di Kecamatan Kapala Madan, di Kecamatan Namrole yaitu di Desa Waefusi dan di Kecamatan Waesama,” ujar Mahulauw.

Untuk mengantisipasinya, pihaknya selalu memberikan peringatan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan apabila tak dapt menghindari bencana banjir, maka pihaknya akan memberikan bantuan bila ada masyarakat yang terkenal korban banjir berupa pemberian sembako.

Namun dirinya menakutkan, tingginya curah hujan di jalan lintas Namrole- Namlea, yang bisa berujung masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan makanan. Selain pada jalur darat, pihaknya juga mengkhawatirkan kondisi cuaca di laut, bila gelombang tinggi maka tidak ada kapal yang menyingahi Namrole. Selain itu, transportasi udara juga berdampak terganggu, bila curah hujan tinggi sebab menutup jarak pandang pilot, sehingga pesawat tidak ada yang mendarat di Bandara. (YUL)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top