Pegawai Protokoler Pemprov Mangkir Dari Panggilan Jaksa – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Pegawai Protokoler Pemprov Mangkir Dari Panggilan Jaksa

Terkait Korupsi Di Dinas Infokom Maluku

Rakyatmaluku.com – PEGAWAI Negeri Sipil yang bertugas sebagai protokoler Pe­merintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Fibra Bremmer (FB), mangkir dari pemeriksaan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Senin, 15 Mei 2017.

Padahal kesaksian FB dianggap penting untuk me­lengkapi berkas tersangka korupsi dua proyek di Dinas Komunikasi dan Informasi (Ko­minfo) Maluku tahun 2015, Ibrahim Sangadji, selaku mantan Kadis Kominfo Maluku, ditahap penyidikan. Dua proyek itu, proyek penguatan jaringan (WiFi) di Kantor Gubernur Maluku, dan proyek pembuatan Master Plan di Dinas Kominfo Maluku.

“Jaksa Penyidik telah agendakan pemeriksaan saksi terhadap FB, hari ini (kemarin). Namun karena FB dikabarkan tengah mengikuti kegiatan HUT Pattimura di Saparua, sehingga agenda pemeriksaannya batal dan ditunda hingga waktu yang ditentukan,” ucap Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada wartawan, di ruang pers, kemarin.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun koran ini di Kejati Maluku menyebutkan, FB diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut karena yang bersangkutan turut terlibat menerima aliran dana dua proyek tahun 2015 dari pihak Dinas Kominfo Maluku untuk selanjutnya diserahkan ke PKK Provinsi Maluku.

“Uang yang diserahkan pihak Dinas Kominfo Maluku ke PKK Provinsi Maluku ini melalui saksi FB. Sementara uang yang diserahkan itu merupakan uang yang bersumber dari dua proyek di Dinas Kominfo Maluku tahun 2015,” jelas sumber itu.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, kerugian keuangan negara sementara di proyek penguatan jaringan WiFi pada Kantor Gubernur Maluku tahun 2015 senilai Rp 168 juta.

Kerugian tersebut diakibatkan karena pihak Dinas Kominfo Maluku belum membayar pihak ketiga, yakni CV Bintang Timur, selama tiga bulan terakhir di tahun 2015, dengan pembayaran per bulannya senilai Rp. 56 ribu.

Tunggakan pembayaran uang WiFi untuk tiga bulan terakhir di tahun 2015 senilai Rp.168 juta, telah dilunasi oleh CV Bintang Timur kepada pihak penyedia layanan, yakni PT Telkom. Namun, yang menjadi masalah adalah pihak Dinas Kominfo Maluku belum menggantikan uang WiFi itu ke CV.Bintang Timur.

Pihak Dinas Kominfo Maluku baru melunasinya setelah Direktur CV. Bintang Timur Abdul Musani dimintai keterangan oleh Jaksa Penyidik.

Sedangkan kerugian keuangan negara sementara dari proyek pembuatan master plan di Dinas Kominfo Maluku tahun 2015 sebesar Rp.800 juta lebih. Proyek ini diketahui telah selesai dikerjakan 100 persen, sementara pihak ketiga yang mengerjakan belum menerima pembayarannya sebesar Rp. 800 juta lebih.

Kepada Jaksa Penyidik, tersangka Ibrahim Sangadji mengaku bahwa telah menggunakan anggaran dua proyek di tahun 2015 itu untuk menjamu atau memfasilitasi kedatangan menteri Kominfo RI beserta istrinya di kota Ambon pada 5 Juli 2015 lalu. (RIO)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top