Jelang Ramadhan, Disperindag Didesak Gelar Operasi Pasar – Rakyat Maluku
PRO-BISNIS

Jelang Ramadhan, Disperindag Didesak Gelar Operasi Pasar

Rakyatmaluku.com – PEMERINTAH Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku diminta memastikan harga-harga sembilan bahan pokok  (Sembako) pada pasar-pasar tradisional di Kota Ambon agar tetap stabil.

Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Ma­luku diminta memastikan har­ga-harga sembilan bahan po­kok (Sembako) pada pasar-pasar tradisional di Kota Ambon agar tetap stabil.

Operasi pasar penting dilakukan, guna mencegah adanya para pedagang nakal yang sengaja menaikan harga Sembako, termasuk daging, ikan dan sayur-mayur menjelang Ramadhan. Saat ini saja, harga ikan dan sayur-mayur mulai mengalami kenaikan, dibanding beberapa bulan kemarin.

Jangan sampai, mas­yarakat yang hendak menjalankan ibadah Puasa, justru kesulitan mendapatkan bahan makanan. Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Lucky Leonard Upulatu Nikjuluw, kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Ambon, Belakang Soya, Senin, 15 Mei.

Lucky berharap, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon ikut memainkan peran langsung di lapangan, guna mencegah adanya tindakan pedagang nakal, yang kerap mengambil untung dari masyarakat. “Ada keluhan dari warga bahwa harga sembilan bahan pokok di pasar mulai mengalami kenaikan. Hal ini mesti diantisipasi. Indag Kota harus melakukan operasi pasar untuk mengecek langsung kondisi harga barang dipasar,” ungkap Nikjuluw.

Menurut ia, kalau memang ada kenaikan harga sembako di pasar, maka Indag harus menelusuri kenapa sampai harganya melonjak. Sementara dalam pertemuan komisi II dengan Indag beberapa waktu lalu, Indag menyampaikan bahwa stok sembako sangat cukup hingga Idul fitry nanti. “Kita ingin ada gambaran jelas dari Indag kenapa sampai terjadi kenaikan harga barang, sementara stock di semua agen mampu memenuhi kebutuhan warga di bulan puasa hingga Idul Fitri,” kata ia.

Lucky juga berharap, agar para penjual tidak menaikan harga barang se-enaknya. “Jangan hanya ingin mendapat untung lalu kita naikan harga barang sesuka hati. Saya harap pedagang dapat memahami itu. Pembeli belum tentu semua punya tingkat pendapatan atau ekenomi yang sama,” harap ia. (R1)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top