Bertemu Sang Asadurosulillah Di Masjidil Haram – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Bertemu Sang Asadurosulillah Di Masjidil Haram

Habib Rizieq sempat memegang bahu Direktur Rakyat Maluku Ahmad Ibrahim saat foto bersama di pintu masuk King Fahd Masjidil Haram, Makkah, 2 Mei 2017.

Catatan Dari Perjalanan Umrah Direktur RAKYAT MALUKU (3/Habis)

Kabar kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Kota Madinah untuk mengikuti umrah sudah tersebar luas. Impian untuk bertemu Habib Rizieq memang sesuatu yang ditunggu-tunggu. Sayang, keinginan untuk berjumpa dengan sang tokoh per­gerakan itu justru bukan di Kota Madinah tapi di Makkah.

Catatan: Ahmad Ibrahim
Direktur RAKYAT MALUKU, Makkah

Rakyatmaluku.com – HARI itu, Selasa, 2 Mei 2017. Kami baru saja kembali dari perjalanan melaksanakan miqat di Masjid Jir’ranah, di pinggiran Kota Makkah. Usai miqat kami pun kembali ke Masjidil Haram dengan berpakaian ihram untuk melaksanakan tawaf mengelilingi tujuh kali putaran di depan Kakbah setelah itu diikuti dengan Sai atau lari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa serta Tahalul. Begitu tiba di depan pintu masuk utama Masjidil Haram King Fahd tanpa sengaja kami yang tergabung dalam jamaah Travel Umrah dan Tour Arsy Indonesia Makulle yakni para pimpinan media Fajar Group berpapasan dengan Habib Rizieq.

Ia tampak tenang dan dengan senyumnya yang khas sembari menyapa kami saat keluar usai salat Duhur.  “Assalamualaikum Bib. Alhamdulillah bisa berjumpa Bib di Masjidil Haram,” ujar beberapa teman saat bersalaman.
Bertemu Habib Rizieq di Masjidil Haram tentu sesuatu yang luar biasa. Pertama, beliau adalah figur yang memiliki banyak pengikut — sosok pemberani dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Kedua, perjumpaannya berlangsung di tempat yang mulia. Inilah yang membuat begitu berartinya bertemu Habib Rizieq walau terkesan singkat karena kami harus mengikuti tawaf.

Saat bersalaman dengan beliau sejumlah mata para jamaah umrah dari berbagai negara asing siang itu beralih memandang kepada kami. Padahal saat itu hanya berlangsung beberapa saat saja sembari bertanya kabar kedatangan kami di Kota Makkah.

Ini pula yang memperlihatkan betapa kharisma sang tokoh pergerakan Islam Indonesia itu yang oleh ulama Makkah Abuya Sayid Alawi bin Sayyid Abbas bin Sayyid Alawi Al-Maliki diberi julukan sebagai “Asadurosulillah Fi Hadza Az-Zaman” atau Singa Allah dan Singa Rasulullah di zaman ini. Sungguh luar biasa.

Dengan memakai baju gamis putih dililit sorban di kepala, Habib Rizieq hanya ditemani seorang teman melangkah keluar Masjidil Haram, sementara rombongan umrah yang baru tiba dari Jir’ranah langsung menuju mataf – tempat melingkar untuk bertawaf.

Sebagai publik figur, ketokohannya dalam memperjuangkan keadilan menjelang setahun terakhir melalui Gerakan Bela Islam membuat sosok yang satu ini banyak dicari orang.

Keberaniannya dalam menegakkan prinsip-prinsip amar maruf nahi mungkar membuat Habib Rizieq banyak yang dirindukan oleh pendukungnya, tanpa kecuali warga dan mahasiswa asal Indonesia yang kini mengecap pendidikan dan bermukim di Makkah dan Madinah.

Di tengah gencarnya sorotan atas dirinya, kabar keberangkatan Habib Rizieq ke Kota Madinah dan Makkah ini membuat banyak orang bertanya-tanya apalagi di saat yang sama dia juga sedang dipanggil oleh polisi di Jakarta untuk diperiksa terkait beberapa kasus yang menjeratnya.

Di hadapan mahasiswa dan warga Indonesia yang berada di Makkah, dalam sebuah pertemuan di Fairmont Hotel, Clock Royal Tower,  di Komplex Abraj al Bait, malam itu, informasi miring terkait kedatangannya ke Makkah dan Madinah untuk umrah sudah diclearkannya.

Termasuk mengapa dia harus ke Makkah padahal saat yang sama tanggal 9 Mei 2017 Pengadilan Jakarta akan menjatuhkan vonis sidang kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.
“Biar semua tahu bahwa gerakan ini bukan semata-mata karena saya. Tapi ini adalah gerakan bersama semua unsur. Ada saya atau tidak ada saya gerakan ini harus berjalan,” ujarnya.

Begitu banyak yang merindukan kehadiran Habib Rizieq ini. Mereka ingin mendengar langsung dari tangan pertama tokoh Gerakan Bela Islam yang telah mengundang jutaan orang di Jakarta berdemonstrasi terkait kasus Ahok itu.
Dia juga mengemukakan alasan-alasan menga­pa harus memilih umrah di tengah teror yang menimpanya menyusul penembakan di kediamannya di Megamendung, Bogor. “Untuk apa lagi kita buat laporan ke polisi kalau tidak diproses,” ujarnya.

Di hadapan penggemarnya, Habib Rizieq juga berkomentar keras menyangkut perjuangan yang selama ini dilakukan bersama teman-temannya di Indonesia tersebut.

Semua gerakan yang dilakukannya itu lebih semata-mata karena dia ingin menegakkan kebenaran dan keadilan. “Mau disandera, ditembak atau pun dibunuh sekalipun saya tidak akan mundur,” ujar Habib Rizieq.

Dari rawut wajahnya tidak tampak ada kecapekan. Sepertinya niat dan keyakinannya begitu kuat melekat dalam dirinya untuk menegakkan prinsip-prinsip amar maruf nahi mungkar di Tanah Air.

Semangat inilah yang membuat mengapa Imam Besar FPI ini tidak terlihat kelelahan. Wajahnya tetap bersih. Selamat berjuang Bib. (*)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top