Perluasan Masjidil Haram Tak Pernah Berhenti – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Perluasan Masjidil Haram Tak Pernah Berhenti

Tampak di sebelah sana Hotel Zamzam Tower berdiri dengan ko­koh. Gam­bar lain proyek perluasan Masjidil Haram yang masih berlangsung.

Catatan Dari Perjalanan Umrah Direktur RAKYAT MALUKU (2) 

Bagi yang telah lama berkunjung dan baru kembali lagi melihat Kota Makkah pasti terasa ada yang berbeda. Setelah 11 tahun berhaji dan baru kembali lagi pekan lalu saya pun ikut terkesan menyaksikan begitu banyak perubahan ter­utama melihat proyek pembangunan dan perluasan di seputar Masjidil Haram.

Catatan: Ahmad Ibrahim
Direktur RAKYAT MALUKU, Makkah

Rakyatmaluku.com – PROYEK perluasan Masjidil Haram di Kota Makkah ini seolah tidak pernah berhenti. Jika sebelumnya masih terlihat banyak sekali berdiri hotel-hotel di sayap utara Masjidil Haram kini semuanya sudah rata dengan tanah. Begitupun di bagian barat jika sebelumnya kita hanya bisa melihat Hotel Dar Tawhid Inter Continental dan Hotel Hilton sebagai hotel tertinggi maka kini sudah berubah. Kedua hotel ini tidak lagi masuk hitungan, sebab di sebelah sana sudah berdiri salah satu gedung pencakar langit tertinggi bernama Zamzam Tower. Inilah gedung tertinggi nomor dua dunia setelah Hotel Burj Khalifah di Kota Dubai.

Gedung dengan menara jam tertinggi di dunia yang berada di depan Masjidil Haram, Makkah, tersebut merupakan salah satu bagian dari Hotel Makkah Royal Clock Tower – Fairmont Hotel yang berada di Komplex Abraj al Bait.
Dengan ketinggian 743 meter, Zamzam Tower merupakan bangunan menara jam terbesar dunia mengalahkan Big Ben di London.

Seiring bertambahnya jumlah jamaah haji dan umrah setiap tahun membuat penataan Masjidil Haram merupakan sebuah keharusan. Sampai kapan? Ya sampai selamanya.

Untuk memenuhi kebutuhan kekhususan para jamaah dalam beribadah, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah merencanakan proyek perluasaan Masjidil Haram ini selesai pada 2022.

Sejak perluasan ini dimulai 10 tahun silam hingga kini masih terus berlangsung pekerjaan. Beberapa bagian yang masuk proyek penataan memang sudah selesai dikerjakan seperti penambahan areal tawaf dari semula hanya bisa menampung 48.000 jamaah namun setelah perluasan bisa menampung 105 ribu orang per jam. Dengan selesainya proyek perluasan ini nantinya areal mataf (tempat mengelilingi Kakbah) tersebut kelak bisa menampung 2,5 juta orang jamaah.

Lalu bagaimana dengan para ‘disabilitas” atau pengguna kursi roda dan orang tua yang tidak mampu berjalan saat tawaf? Mereka ini juga telah disiapkan jalur khusus untuk bertawaf yakni berada di Lantai II dan Lantai III Masjidil Haram. Hal yang sama juga di areal Sai yakni tempat lari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa juga tersedia jalur khusus bagi mereka.

Untuk mengatur begitu banyak jamaah memang bukan perkara gampang. Dengan latar belakang orang yang berbeda membutuhkan sebuah kesabaran yang sangat ekstra dari para petugas.

Satu yang tak bisa dilupakan bahwa di tengah membludaknya jamaah yang hendak memasuki Masjidil Haram pada saat jam salat para petugasnya tidak pernah marah. Mereka begitu ramah dan tenang mengatur para jamaah dengan latar belakang dan usia yang berbeda itu. Dan, begitu waktu salat tiba semua pun tunduk dan bersujud secara tertib.

PROYEK PRESTISIUS
Proyek perluasan Masjidil Haram bertajuk: “Increasing Mataf Capacity Project-Makkah” seluas 400 ribu meter persegi yang ditangani oleh sebuah perusahaan raksasa Arab Saudi Bin Laden Group ini memang termasuk prestisius. Bila dulu ketika kita hendak masuk di areal tawaf harus melewati beberapa pintu utama di lantai dasar, maka setelah proyek ini berjalan sedikitnya sudah ada delapan buah pintu baru yang berada tepat di delapan sudut di Lantai II.

Bagi jamaah yang masuk Masjidil Haram dan mengambil posisi di Lantai II dengan maksud untuk bertawaf mereka cukup melewati delapan sudut anak tangga yang menjulur ke mataf tersebut sehingga tidak perlu lagi turun ke lantai dasar.

Di beberapa sudut masih terlihat begitu banyak konstruksi derek (crane) yang berdiri di atas Lantai III tempat dimana insiden jatuhnya crane 2016 silam hingga menyebabkan lebih 80 orang meninggal dunia itu. Setelah perluasan dilakukan di sisi utara, kini masih tinggal tiga tahap yang masuk dalam penataan yakni pembangunan jalur antara Safa menuju gerbang Al-Fatah (Pintu I).

Kedua, pembangunan Jalur Al Fatah menuju Gerbang Al Umrah, dan perluasan ketiga terkait dengan perluasan tempat Sa’i antara Bukit Safa dan Marwa.

Bahkan rencananya, antara sisi timur areal tawaf dan lantai dasar Masjidil Haram ini juga akan dihubungkan dengan sebuah jembatan. Lokasinya berada di Lantai I Masjidil Haram. Selain itu, nantinya juga akan dibangun jalan baru bagi pejalan kaki dari Makkah ke Arafah dan menjadi jalan terpanjang di dunia.

Selain pembangunan areal Masjid Haram, kini banyak sekali dibangun lagi hotel-hotel pencakar langit. Jika 10 tahun lalu Kawasan Jarwal —atau tepatnya memasuki pintu masuk Masjid Haram di sebelah barat di perempatan Jalan Ibrahim Khalil hanya terlihat bukit-bukit batu cadas– kini kawasan tersebut juga telah disulap menjadi hotel-hotel berbintang.

Tampak beberapa hotel yang masuk dalam sebuah konsorsium hotel berskala internasional seperti Marriot Makkah, Hyatt Hotel, Hilton Hotel, dan Concard Hotel juga ikut bertengger di sana.

Perubahan yang sama juga terjadi pada beberapa kawasan di Arafah, Musdalifah, dan Mina. Selain pembangunan kereta monorel, di Kawasan Mina juga terlihat ada beberapa jalan lingkar dengan difasilitasi oleh beberapa eskalator.

Jamaah haji yang tadinya melempar jumrah di lantai dasar namun kemudian tersesat atau mencari tenda-tenda mereka nun jauh dari lokasi jumrah bisa melalui eskalator atau anak tangga. Begitu pun tempat melontar jumrah akan menjadi empat lantai sebagaimana yang direncanakan. Lalu sampai kapan proyek pembangunan dan perluasan areal sekitar Masjidil Haram di Kota Makkah selesai? Ya, sampai selamanya seiring dengan berkembangnya aktivitas peribadatan. (Bersambung)

 

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top