Hari Ini, Laitupa Dan Sofie Patty Dieksekusi – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Hari Ini, Laitupa Dan Sofie Patty Dieksekusi

Putusan Korupsi Dana Bergulir Dinkop SBB Inkrach

Rakyatmaluku.com – TIM Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) telah menga­gendakan proses eksekusi terhadap dua terpidana korupsi dana bergulir di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten SBB, Samsudin Laitupa dan Sofie Patty, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Ambon di Weiheru, Jumat, 12 Mei 2017, hari ini. Sebab, selain putusannya telah berkekuatan hukum tetap (inkrach) di Pengadilan Tipikor Ambon, masa penahahan keduanya juga akan berakhir pada Jumat hari ini.

“Masa penahahan Samsudin Laitupa dan Sofie Patty di Rutan Ambon akan berakhir pada Jumat lusa (hari ini). Sehingga, apapun yang terjadi, terpidana Samsudin Laitupa dan terpidana Sofie Patty harus segera dieksekusi Jumat lusa untuk mempertanggung jawabkan perbuatan masing-masing sebagaimana putusan majelis hakim,” tandas Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari SBB, Jino Talakua, kepada koran ini, di Pengadilan Tipikor Ambon, Rabu kemarin.

Ia menjelaskan, dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Christina Tetelepta, didampingi dua hakim anggota, Samaidar Nawawi dan Herri Liliantono, Samsudin Laitupa selaku mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten SBB dijatuhi hukuman satu tahun delapan bulan (1.8) penjara, denda sebesar Rp.50 juta dengan subsidair dua bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 800 juta lebih dengan subsidair enam bulan kurungan.

Sedangkan anak buahnya Sofie Patty selaku Kepala Bidang (Kabid) UKM hanya dijatuhi hukuman satu tahun penjara, denda sebesar Rp 50 juta dengan subsidair dua bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor Ambon. Dalam amar putusan majelis hakim itu, Sofie Patty tidak dibebankan membayar uang pengganti. Sebab, yang bersangkutan tidak terbukti menikmati aliran dana sebagaimana terbukti dalam fakta persidangan.

“Perbuatan Samsudin Laitupa dan Sofie Patty (dakwaan terpisah) terbukti secara dan menyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan tipikor dana bergulir pada Dinas Koperasi & UKM Kabupaten SBB tahun anggaran 2009 sebesar Rp 800 juta lebih dari total anggaran sebesar Rp 1,3 miliar, sebagaiman terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana,” jelas Talakua.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim terhadap terdakwa Samsudin Laitupa itu, kata Talakua, lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) (Kejari) SBB yang sebelumnya meminta agar terdakwa Samsudin Laitupa dihukum satu tahun enam bulan (1.6) penjara. Sementara hukuman yang dijatuhi majelis hakim terhadap terdakwa Sofie Patty lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa Sofie Patty dengan hukum satu tahun enam bulan (1.6) penjara.

“Mendengar vonis majelis hakim itu, kami dari pihak JPU maupun dari pihak Penasehat Hukum kedua terdakwa langsung menyatakan menerima putusan majelis hakim, sehingga putusannya langsung Inkrach. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top