Derita Tumor Michael Diringankan Yayasan Ar Rahmah – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Derita Tumor Michael Diringankan Yayasan Ar Rahmah

Michael Nanuru (25) penderita penyakit tumor ganas, me­- nerima dana bantuan yang diberikan oleh Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon Habib Rifqi Alhamid, didampingi dr. Sofyan Umarella, di kediamannya pada kawasan Lateri, RT/002 RW/04, Kamis 11 Mei 2017.

Rakyatmaluku.com – NASIB tak beruntung dialami Michael Nanuru (25), warga Lateri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, RT.002/RW 04. Selama tujuh tahun, pria yang masih lajang ini menderita tumor ganas.

Kasihannya lagi, karena faktor minimnya bia­ya maka selama ini oleh keluarganya, Michael hanya diantar untuk berobat sea­danya ke puskesmas. Ke rumah sakit pun hanya untuk mendapat perawatan sea­danya saja. Karena itu, uluran tangan dari para dermawan dan pihak yayasan yang peduli, termasuk dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan Michael dan keluarganya untuk pengobatan lebih lanjut demi mendapat kesembuhan.

Kemarin, Kamis, 11 Mei 2017, beban derita yang dialami putera Rein Nanuru dan Jois Nanuru ini akhirnya bisa diringankan dengan kehadiran Yayasan Ar Rahmah yang dipimpin Ketua Yayasan Ustad Habib Rifqi Alhamid yang datang langsung ke kediaman keluarga mereka di Lateri.

Ustad Habib Rifqi Alhamid kepada wartawan saat me­ngunjungi Michael mengatakan, dirinya sangat pri­hatin atas penyakit yang diderita Michael. ‘’Saya mendapat kabar lewat telpon yang disampaikan oleh dr. Sofyan Umarella Ap. PD dan Dr. Mellyana K. Umarella Sp. GK. Karena itu, saya langsung datang ke sini untuk melihat kondisi Michael,’’ tandas Habib Rifqi.

Ia mengakui, kondisi Michael sudah seharusnya mendapat perhatian dari semua pihak. ‘’Kami menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Yayasan Ar Rahmah Ambon bersama dr. Sofyan Umarella dan dr. Mellyana K. Umarella kepada Michael Nanuru. Kami ingin agar dia bisa dioperasi, karena itu dukungan dari pihak lain juga sangat dibutuhkan,’’ ujar Habib Rifqi.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku berkewajiban memberikan bantuan karena Michael adalah putra Maluku. ‘’Kami berharap pemerintah jangan hanya diam, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama, karena bagaimanapun Michael adalah masyarakat Maluku juga. Dia adalah umat dan wajib hukumnya diselamatkan,” katanya.

Bantuan yang diberikan Yayasan Ar Rahmah kepada Michael, lanjut dia, membuktikan bahwa yayasan ini hadir bukan semata-mata untuk umat Muslim saja, tetapi juga kepada sudara-sudara non-Muslim yang ada di Ambon. ‘’Ini adalah komitmen kami sesuai dengan tiga bidang yang wajib dijalankan oleh yayasan ini. Pertama adalah pendidikan agama, sosial dan kemanusian. Ini adalah dakwah yang kami laksanakan dengan nama dakwah kemanusiaan. Beberapa hari lalu kami juga turun ke Wahai saat kejadian kebakaran,” jelasnya.

Ustad yang mengaku prihatin dengan kejadian Batu Koneng ini mengatakan, sudah saatnya semua umat hidup berdamai. ‘’Saya juga sangat prihatin dengan kejadian yang dialami dua kelompok warga yang saling bertikai. Hal-hal seperti ini tidak perlu kembali terjadi, ini yang perlu diatasi secara bersama-sama. Semua elemen masyarakat harus terlibat untuk mengatasinya. Kita harus ciptakan ke­damaian dalam berbagai macam aspek di Maluku, khususnya di Kota Ambon, agar Ambon aman dan damai,” pintanya.

Ia juga meminta bantuan dan dukungan doa dari semua pihak agar rencana operasi Michael bisa dipercepat dan semoga Michael bisa cepat sembuh.

‘’Kami juga akan selalu berdoa supaya penyakit yang dialaminya ini diangkat oleh Allah SWT. Kami berharap bantuan dan dukungan doa dari semua pihak insyaAllah Michael bisa cepat dioperasi dan bisa cepat sembuh,” harapnya.

Di tempat yang sama Jois Nanuru, ibu dari Michael menjelaskan bahwa penyakit yang diderita oleh anaknya itu sejak tujuh tahun lalu hingga saat ini belum ada perubahan.

‘’Karena faktor keuangan, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Ustad Habib Rifqi Alhamid, serta dr. Sofyan Umarella dan dr. Mellyana K. Umarella karena sudah bersusah payah membantu anak kami,” ujarnya. Ibu ini juga menambahkan, pihaknya berharap ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Maluku untuk pengobatan anaknya yang akan dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Pasalnya biaya pengobatannya sangat besar.

Sementara itu, dr. Sofyan Umarella menjelaskan, pada tahun 2015 yang lalu, pihaknya sudah merujuk Michael untuk berobat ke rumah sakit di Makassar.

‘’Michael sempat dibawa ke Makassar, tapi karena faktor biaya jadi kemudian pengobatannya juga tidak efektif, sehingga kami membawanya kembali ke Ambon. Karena sudah tujuh tahun, tumornya ini sudah menyerap ke paru-paru,’’ jelas dokter yang terkenal bertangan dingin ini.

Ia juga mengaku, yang ditakutkan jika tumor yang diderita Michael ini skornya turun 40. ‘’Jika itu terjadi maka akan sangat berbahaya. Dari pihak Dinas Kesehatan juga sudah siap membantu, nanti kami konfirmasi kembali dengan pihak dinas,” katanya.

Umarella juga menambahkan, bulan lalu Michael juga sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Ambon, dan dirinyalah yang menanganinya. Namun karena kondisi pengobatan di Kota Ambon tidak memungkinkan sehinga jalan satu-satunya harus dirujuk ke Jakarta. ‘’Ya kalau ke Jakarta untuk operasi dibutuhkan biaya Rp 100 juta,’’ ucapnya.

Umarella mengatakan, sebagai manusia dan seorang dokter tentu ia berharap yang terbaik. Karena penyakit tumor ini merupakan sesuatu yang sangat berat. ‘’Semuanya juga tidak terlepas dari Rahmat Tuhan, maka jalan satu-satunya kita tinggal berdoa agar penyakit yang diderita oleh Michael diangkat oleh Yang Maha Kuasa,” tutupnya. (M1)

 

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top