Huwae Aman, BST Dicecar Komite Etik – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Huwae Aman, BST Dicecar Komite Etik

Edwin Adrian Huwae - Bitzael Silvester Temmar

Rakyatmaluku-com – RENCANA menggulingkan Edwin Adrian Huwae dari posisi ketua DPD PDI Per­juangan Maluku dalam Rekerda yang berlangsung di Pacifik Hotel, Senin 8 Mei itu kandas.  Kader memilih berdamai. EAH aman. Justeru mantan Bupati MTB Bitzael Silvester Temmar yang dicecar komite etik. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, Rakerda PDI Perjuangan yang berlangsung tertutup dan dilaksanakan sehari itu diwarnai ketegangan.

Elite PDI Perjuangan Maluku terlihat duduk berkelompok. Bahkan tak ada ruang diskusi seperti biasanya. Upaya untuk melengserkan EAH dari jabatan ketua DPD terbuka luas, namun hal itu mampu diredam oleh Komarudin Watubun yang memimpin sidang dalam Rakerda tersebut.

Komarudin kepada awak media mengaku, bahwa Rakerda ini merupakan sarana konsolidasi elite partai menuju Pilkada 2018 yang berlangsung di Maluku, Kota Tual dan Maluku Tenggara (Malra).

“KIta baru bahas Maluku, Kota Tual dan Malra belum dibahas,” katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, kata Komarudin, para pimpinan partai di tingkat cabang mengusulkan beberapa nama dari internal partai sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Diantaranya; Komarudin Watubun, Herman Adrian Koedoeboen, Tagop Sudarsono Solissa, Barnabas, Nataniel Orno, dan Mercy Barends. Sementara calon wakil gubernur yakni Edwin Adrian Huwae dan Lucky Wattimury.

“Selain itu juga, DPC SBT sempat mengusulkan satu nama di luar kader partai ialah mantan Bupati SBT Abdullah Vanath. Pokonya kita terima semua usulan, sebab PDIP adalah partai terbuka, tapi tentu keputusan kongres juga tidak bisa diabaikan, bahwa kader partailah yang diutamakan,” jelasnya.

Komarudin sempat membantah isu faksi di tubuh PDI Perjuangan Maluku.

“Isu di DPD ada faksi, itu tidak benar. Ini soal komunikasi dan itu lumrah dalam dunia politik. Ini miskomunikasi saja, kita sudah putuskan untuk rapatkan barisan memenangkan tiga momentum Pilkada tahun mendatang,” tegasnya.
“Jadi sudah clear, dan kita sudah evaluasi dari hati ke hati,” sambungnya.

Sementara itu BST, mantan Bupati MTB diperiksa komite etik DPP PDI Perjuangan. BST dicecar dengan berbagai pertanyaan berkaitan dengan kekalahan kader partai di Pilkada MTB. Bahkan juga menyangkut dugaan bahwa BST bermain untuk memenangkan kandidat lawan.

“Ia, tadi mantan bupati MTB itu dan beberapa orang diperiksa komite etik soal masalah di MTB. Pelapor dan terlapor tadi sudah diperiksa. Pokonya kita tunggu saja hasilnya, pasti ada yang kena sanksi. Dan sanksinya itu akan diberikan oleh DPP berdasarkan hasil pemeriksaan tadi,” cetusnya. (UPU)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top