Fasilitas Bandara Dan Kereta Cepat Terus Dibenahi – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Fasilitas Bandara Dan Kereta Cepat Terus Dibenahi

Jamaah umrah yang terdiri atas para pimpinan Fajar Group yang tergabung dalam Tim Tour dan Travel Arsy Indonesia Makulle dipimpin langsung Bos Fajar Group HM.Alwi Hamu saat berziarah di Makam Syuhada Bukit Uhud, Kota Madinah, (29/4/17).

Catatan Dari Perjalanan Umrah Direktur Hr. RAKYAT MALUKU (1)

Dibukanya jalur penerbangan langsung dari dan ke Kota Madinah membuat akses para peziarah di dua kota suci umat Islam yakni Makkah dan Madinah semakin mudah. Seiring bertambahnya jumlah jamaah umrah dan haji dari berbagai be­lahan dunia, pemerintah Kerajaan Arab Saudi kini terus melakukan pembenahan baik fasilitas di Bandara Muhammad Bin Abdulaziz maupun pembangunan kereta super cepat Haramain yang menghubungkan Kota Makkah, Madinah, dan Jeddah.

Catatan: Ahmad Ibrahim
Direktur RAKYAT MALUKU, Makkah

Rakyatmaluku.comPESAWAT Saudi Arabian Airlines Boeing 747-400 baru saja lepas landas pukul 21.00 Wita dari Bandara Hasanuddin, Makassar, menuju Kota Madinah. Pesawat berbadan lebar dengan dua kabin itu memuat 480 penumpang jamaah umrah.

Di dalam pesawat sudah termasuk 31 jamaah umrah yang tergabung dalam Tim Travel Umrah dan Tour Arsy Indonesia Makulle yakni para pimpinan media Fajar Group yang dipimpin bos HM.Alwi Hamu.  Terbang langsung dari Makassar ke Madinah bersama para bos media malam itu sungguh mengharukan sebab dalam penerbangan malam itu kita tak perlu transit lagi melalui kota-kota besar lainnya seperti Batam, Singapura, Colombo,  Dubai, atau Jeddah.

“Ini nikmat yang sungguh luar biasa. Kita harus bersyukur kepada Yang Maha Kuasa atas semua ini. Mereka yang dulunya berhaji atau umrah harus menyinggahi kota-kota besar lainnya, tapi malam ini kita bisa terbang langsung ke Kota Madinah,” ujar HM.Alwi Hamu saat tiba di Bandara Muhammad Bin Abdulaziz, Madinah, waktu subuh, Kamis, (27/4/17).

Sejak berfungsinya Bandara Muhammad Bin Abdulaziz lebih setahun terakhir aktivitas bandara terlihat sangat sibuk. Ada beberapa landasan pacu, begitu pun ruang tunggu dan ruang terminal dan garbarata yang terlihat moderen dan canggih.

Difasilitasi oleh areal parkir yang luas menggam­barkan bandara ini memang dirancang dan disiapkan khusus agar kelak bila musim haji tiba mereka tak lagi mengalami kesulitan bila terjadi penumpukan jumlah pesawat yang mencapai ribuan itu.

Sepanjang mata memandang seluas areal padang pasir tersebut menunjukkan bahwa berapa pun luas bandara yang dibutuhkan nantinya bakal tidak akan menjadi masalah. Inilah bandara yang kelak akan menjadi bandara tersibuk dalam melayani tamu Allah itu.

Dibukanya penerbangan dari dan ke Bandara Madinah ini membuktikan kesiapan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menerima kedatangan para jamaah haji dan umrah tidak akan ada persoalan. Pemerintah setempat tentu akan selalu siap menyediakan fasilitas dan kemudahan mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Akses penerbangan langsung Makassar-Madinah membuat sedikitnya ada sekitar 5000 jamaah umrah setiap minggu siap diterbangkan dari Bandara Hasanuddin Makassar menuju Bandara Madinah maupun Bandara Jeddah.
Beragam jenis pesawat telah disiapkan untuk mengantarkan jamaah umrah ini antara lain pesawat jenis Boeing 747-400 Saudia Airlines, Lion Air, Citilink, dan Garuda Indonesia. “Untuk saat ini Saudi Airlines beroperasi tiga kali seminggu dengan kapasitas penumpang 480 orang,” ujar salah satu awak kabin Saudi Airlines.

Selain Saudi Airlines yang menerbangkan tiga buah pesawat Boeing 747 seri 400, Lion Air dan Citilink juga menerbangkan jenis pesawat berbeda yakni Airbus A 320 dan A 330 dengan kapasitas penumpang 450 orang. Sedangkan Garuda Indonesia menerbangkan Boeing 777. Tercatat dalam sehari tidak kurang lebih 3000 jamaah umrah asal Indonesia yang datang ke Makkah dan Madinah.

Dengan menaiki pesawat Saudi Airlines selain jarak tempuh lebih cepat juga relatif nyaman. Boeing 747 seri 400 Saudi Airlines termasuk pesawat komersil yang relatif masih baru. Jarak tempuh Makassar-Madinah ini bisa ditempuh hanya 12 jam.

Selain relatif singkat, dengan terbang langsung ke Madinah banyak waktu bisa kita hemat. Bayangkan kalau harus terbang dari Makassar dan transit ke Jeddah dengan jarak waktu yang sama 12 jam setelah itu kita harus menumpang bus dan menghabiskan waktu 6 jam lagi perjalanan ke Madinah. “Selain tidak efisien, kita juga banyak membuang waktu di perjalanan,” ujar HM.Alwi Hamu.

Sampai sejauh ini baru pesawat Arab Saudi yang diizinkan untuk landing di Bandara Muhammad Bin Abdulaziz. Selebihnya pesawat-pesawat asing tak bisa mendarat di Bandara Madinah karena wilayah Madinah tergolong kota suci. Pesawat asing hanya bisa diijinkan mendarat di Kota Jeddah. Kota Jeddah sendiri berada di sekitar 107 Km dari Kota Makkah. Sedangkan jarak dari arah Kota Madinah ke Makkah sekitar 490 Km. Adapun jarak Jeddah ke Madinah 450 Km.

Upaya memperbaiki pelayanan jamaah haji dan jamaah umrah pemerintah Kerajaan Arab Saudi terus memperbaiki sarana dan fasilitas perhubungan baik darat maupun udara.

Selain fasilitas bandara yang disiapkan, pemerintah Arab Saudi juga kini sedang membangun fasilitas Kereta Cepat Haramain yang akan menghubungkan tiga kota sekaligus yakni Jeddah, Makkah, dan Madinah. Inilah kereta paling cepat yang akan ditempuh 320 Km/jam itu.

Pembangunan proyek kereta cepat lingkar Jeddah, Makkah, dan Madinah ini tentu akan mem­permudah bagi para jamaah haji dan jamaah umrah dalam menggunakan fasilitas angkutan darat.

“Kalau sebelumnya dari Madinah ke Makkah kita menumpang bus memakan waktu lebih tujuh jam maka nantinya dengan kereta cepat ini hanya membutuhkan waktu 1,5 jam saja. Begitu pun dari Makkah ke Jeddah hanya butuh waktu setengah jam,” ujar Alwi Hamu.

Menurut informasi dari Kerajaan Arab Saudi, kereta cepat ini secara resmi direncanakan akan beroperasi pada tahun 2017 ini.  Untuk menghindari resiko berkurangnya omset pendapatan bus menyusul beroperasinya kereta cepat, pemerintah setempat telah mengantisipasi yakni bus-bus tersebut hanya akan digunakan untuk mengambil para peziarah dari stasiun kereta api secara interkoneksi ke metro Makkah dan Madinah.

Untuk Stasiun Makkah terletak di pintu masuk utama Kota Makkah tepatnya di distrik Al-Rusaifa atau sekitar 3 Km dari Masjidil Haram. Stasiun ini berbatasan dengan Jalan Abdullah Areef di timur, dan proyek Jalan King Abdulaziz di sebelah utara.

Sedangkan di Stasiun Jeddah terletak di pusat Kota Jeddah, khususnya di Distrik Al-Sulaimaniya di Persimpangan Al-Haramain dengan Jalan Raja Abdullah berbatasan dengan Jalan Ali Murtaza.

Sementara di tasiun Madinah terletak di Jalan King Abdulazizdan sepanjang Masjid Nabawi. Stasiun kereta cepat ini berbatasan dengan University Road di sebelah barat.

Sedikitnya ada 35 kereta dan 385 gerbong. Sejumlah pemuda Saudi kini telah dikirim ke Spanyol untuk mengoperasikan kereta tersebut. Proyek pengadaan gerbong kereta cepat bernilai triliunan itu dilakukan oleh sebuah perusahaan perkeretaapian yang berpusat di Spanyol.

Dengan beroperasinya kereta cepat yang menghubungkan Makkah, Madinah, dan Jeddah ini bakal terjadi sebuah perubahan besar di kedua kota suci itu dalam hal pelayanan para jamaah haji dan umrah.

Selain kereta cepat Madinah-Makkah-Jeddah, fasilitas kereta monorel lingkar Makkah, Arafah, Musdalifah, dan Mina (Armina) kini juga sudah dalam tahap pembangunan. Yang sudah berjalan dan berfungsi kereta monorel ini baru sebagian yakni dari arah Arafah dan Mina. Itu pun baru dapat digunakan bila musim haji tiba.

Proyek pembangunan kereta monorel ini sudah digunakan oleh jamaah haji tahun lalu namun belum berfungsi semuanya. Jika kereta monorel lingkar Armina ini berfungsi dengan baik maka pada musim haji nantinya jamaah haji kita tak perlu lagi kesulitan atau berdesak-desakan melintasi kawasan tersebut.

Dengan berfugsinya kereta monorel maka pada musim haji nanti tingkat kesulitan yang sering dijumpai oleh para jamaah haji saat berada di Armina bisa diminimalisir. (Bersambung)

 

 

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top