2 Kasus Cinnabar Dalam Penyelidikan – Rakyat Maluku
HUK-RIM

2 Kasus Cinnabar Dalam Penyelidikan

Rakyatmaluku.com – SATUAN Reserse Kriminal Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, masih menyelidiki dua kasus Batu cinnabar, yaitu persoalan penemuan Batu Cinnabar di UD Amin, dan 13 ton Cinnabar yang diamakan di Dusun waiputi, Desa Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.

Untuk dua kasus ini, sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Untuk kasus UD Amin, kami telah memeriksa kasus empat saksi, termasuk H. Nurdin Fatta. Nurdin Fatta, sampai saat ini sudah kami periksa dua kali. Kami periksa sebagai saksi. Kalau Batu Cinnabar di Waiputi, itu empat saksi kita periksa, tapi belum mengarah kepada siapa pemilik Cinnabar,” tutur Kasat reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease AKP Teddy, kepada Rakyat Maluku, di ruang kerjanya, Selasa, 9 Mei.

Khusus untuk Cinnabar di Waiputi, kata Kasat Reskrim, pihaknya telah melakukan olah TKP, tapi untuk membuktikan Manaf Kaliky, pemiliknya sulit.

“Mau bilang Manaf Kaliky pemiliknya, sementara dia ada di Jakarta. Betul barang bukti di ruhamnya, tapi apakah itu miliknya. Jangan-jangan milik orang lain. Kita periksa 3 warga di TKP. Kita periksa juga malam, karena tunggu lampu menyala. Kami pergi hari Sabtu, 6 Mei dan pulang Minggu sore,” jelasnya.

Sebelumnya, 28 April. Polsek Sirimau membongkar penimbunan batu Cinnabar di UD Amin. Di bawah pimpinan Kapolsek Sirimau AKP Meity Jacobus, Polsek Sirimau, kemudian melakukan penyitaan berupa Batu Cinnabar. Batu ini biasanya diolah menjadi air raksa atau mercury. Bebatuan berbahaya ini disimpan di Gudang UD Amin milik Nurdin Fatta.

Sementara pada Senin, 1 Mei sekira pukul 16.00 WIT, Polri dan TNI mengakankan Batu Cinnabar di Dusun waiputi, Desa Larike. Selasa, 2 Mei, Kapolsek Huamual Ipda

Idris Mukadar bersama tiga anggotanya serta anggota TNI dari Batalyon Tamalatea yang di BKO kan di Huamual Lettu Iskandar juga bersama tiga anggotanya mengawal tambang ilegal ini ke Pelabuhan Tahoku, Desa Hila, Kecamatan Leihitu, untuk kemudian dibawa ke Polres Pulau Ambon.

Di Pelabuhan Tahoku, Wakapolsek Leihitu dan Danramil Leihitu, sudah menunggu. Tak lama Batu Cinnabar diangkut dengan mobil truk untuk dibawa ke Polres Ambon.

Pantauan Rakyat Maluku, tiga mobil truk yaitu DE 9729 AU, DE 9178 AC dan DE 8930, AU, tiba di halaman Polres Ambon sekira pukul 22.00 WIT.

Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya akan mengelar perkara terlebih dahulu. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top