Matitaputty Divonis 6 Tahun Penjara – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Matitaputty Divonis 6 Tahun Penjara

Putusan Banding Korupsi Kredit Macet Bank Maluku

Rakyatmaluku.com – UPAYA hukum banding ke Pengadilan Tinggi Ambon yang ditempuh mantan Kepala PT. Bank Maluku Cabang Utama Ambon, Matheus Adrianus Matitaputty, lantaran tidak puas dengan putusan pengadilan tingkat bawah (Pengadilan Tipikor Ambon) atas perkara korupsi kredit macet di PT. Bank Maluku hanyalah sia-sia belaka.

Pasalnya, terdakwa Matheus Adrianus Matitaputty dijatuhi hukuman lebih tinggi oleh PT Ambon atas vonis Pengadilan Tipior Ambon.

Dalam amar putusan Banding itu, terdakwa Matheus Adrianus Matitaputty dijatuhi hukuman enam tahun penjara, serta membayar denda sebesar Rp 350 juta dengan subsidair enam bulan kurungan, namun tidak dibebankan membayar uang pengganti. Sementara dalam putusan pengadilan tingkat bawah, terdakwa Matheus Adrianus Matitaputty hanya dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

“Putusan banding untuk terdakwa Matheus naik satu tahun menjadi enam tahun penjara dari putusan pengadilan tingkat bawah yang sebelumnya memvonis terdakwa Matheus selam lima tahun penjara,” ucap Humas Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Heri Setiabudi, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin, 8 Mei 2017.

Dalam perkara ini, lanjut Herry, terdapat empat terdakwa. Tiga diantaranya, Direktur Utama (Dirut) PT. Nusa Ina Pratama, Yusuf Rumatoras, pihak analis pada PT Bank Maluku Eric Matitaputty dan Markus Fangohoy. Untuk terdakwa Eric dan Markus bernasib sama seperti terdakwa Matheus. Yakni, hukumannya dijatuhi lebih tinggi oleh PT Ambon atas vonis pengadilan tingkat bawah.

“Dua terdakwa ini juga divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Ambon, namun setelah mereka banding, hukumannya naik. Untuk terdakwa Eric dijatuhi hukuman enam tahun penjara, denda sebesar Rp 300 juta dengan subsidair enam bulan kurungan.Sedangkan terdakwa Markus dijatuhi hukuman lima tahun enam bulan (5.6) penjara, denda sebesar Rp 200 juta dengan subsidair lima bulan kurungan. Sementara terdakwa Yusuf Rumatoras divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Ambon. Dan kini perkaranya lanjut Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) RI yang diajukan JPU,” jelas Herry. (RIO)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top