Penyegaran Masjid, Warga Hualoy-Tomalehu Gelar Hadrat – Rakyat Maluku
DAERAH

Penyegaran Masjid, Warga Hualoy-Tomalehu Gelar Hadrat

Pemasangan sengk pertama Masjid Lawataka oleh Tukang Adat Negeri Hualoy, dari empat mata soa, Tubaka, Lussy, Hehanussa, dan Manuputty, saat penyegaran Masjid Lawataka yang dilakukan oleh masyarakat Hualoy dan Tomalehu, Minggu, 30 April 2017.

Ornamen Masjid Lawataka Diukir Tahun 1924 M

“Ajjiluu bishsholaati qoblal faut wa ajjiluu bittaubaati qoblal maut,-Kerjakan shalat sebelum habis waktunya dan bertaubatlah sebelum ajal menjemput”. “Man taroka asholaata muta’ammidan faqod kafaro,-barang siapa sengaja meninggalkan sholat maka sungguh ia kafir”. Tulisan kaligrafi yang berusia kurang lebih 93 tahun ini, masih tampak jelas di atas salah satu pintu utama Masjid Lawataka,

Catatan: ISMAIL HEHANUSSA
Rakyat Maluku

Rakyatmaluku.com – NEGERI Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Lengkap dengan bulan dan tahun hijiriyahnya. “Awal Jumadil Akhir 1342 H”, atau bertepatan dengan 6 Januari 1924.

Ukiran kaligrafi ini dibuat oleh Muhammad Zein II pada saat Masjid Lawataka mengalami pemugaran kedua, di periode kepemimpinan Muhammad Zein Tubaka. Muhammad Zein Tubaka.

selain menjadi imam Masjid Lawataka saat itu, beliau juga menjadi raja saat masjid bersejarah ini dipugar menjadi seperti saat ini. Selain kaligrafi, beberapa ukiran ornamen Masjid lainnya juga masih tampak utuh, seperti penahan tiang Alif dan mimbar Masjid. Saat ini, Masjid Lawataka telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya peninggalan jejak Islam di Maluku yang perlu dilindungi. Sehingga itu, pergantian atap ini dibiayai langsung oleh pemerintah, plus bantuan dari masyarakat baik di Negeri Hualoy maupun Tomalehu.

Seperti diketahui, warga Negeri Hualoy dan Tomalehu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB Provinsi Maluku kembali merayakan hari kemenangan. Perayaan hari kemenangan kali ini, bukan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri setelah menjalani sebulan berpuasa, atau merayakan Hari Raya Idul Adha. Tapi, perayaan kemenangan ini, karena dapat menjadi saksi sejarah dalam pergantian atap sengk Masjid tertua yang masih berdiri kokoh di tengah-tengah masyarakat Negeri Hualoy, pada Minggu, (30/4/2017). Selain menggantikan atap sengk, juga dilakukan pengecatan pada seluruh sisi masjid.

Proses pemasangan atap sengk utama Masjid Lawataka dilakukan dengan ritual adat dan keagamaan yang diyakini masyarakat Hualoy. Sehari sebelum pemasangan, masyarakat Negeri Hualoy dan Tomalehu, terlebih dahulu melakukan pembongkaran terhadap atap sengk lama, dan menggantikan beberapa balok kayu penyangga atap sengk yang telah rusak. Empat tangga dengan lebar kurang lebih satu meter, tinggi 20 meter, yang terbuat dari batang bambu, dipasang pada tiga sudut masjid. Dua tangga menempati sisi pintu utama masjid, berhadapan langsung dengan laut, dan dua lainnya pada sisi timur dan barat.

Ritual pemasangan diawali dari Rumah Tukang Besar atau Tukang Adat Negeri dari matarumah Tubaka. Atap sengk utama yang hendak dipasang, disimpan di rumah Tukang Besar sebelum paginya pada Pukul 07.00 WIT, dihantarkan menuju Masjid Lawataka, bersamaan dengan seluruh proses adat untuk dipasang.  Atap sengk utama yang diinapkan di rumah tukang besar, dibungkus dengan kain putih, seperti layaknya jenazah umat Islam yang telah meninggal dan dihantarkan ke pusaran.

Prev1 of 4

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top