Rakerda PDIP Dihadiri Sekjen, Kepengurusan Huwae Diujung Tanduk – Rakyat Maluku
POLITIK

Rakerda PDIP Dihadiri Sekjen, Kepengurusan Huwae Diujung Tanduk

Rakyatmaluku.com – SEJUMLAH  fungsionaris Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diagendakan akan menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD-PDIP Maluku hari ini, Senin 8 Mei 2017.

Meraka yang dikabarkan sudah berada di Ambon yakni Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Ketua Badan Kehormatan Komaruddin Watubun dan Ketua BAPPILU, Bambang DH.

Rakerda ini bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh pengurus partai  dalam menghadapi Pilkada  tahun 2018. Serta mengevaluasi kinerja partai di Pilkada tahun 2015  maupun 2017 lalu.

Sekretaris DPD DPI Perjuangan Provinsi Maluku, Lucky Wattimury menganggap, Rakerda adalah momentum tepat untuk mengevaluasi kinerja dari seluruh DPD, DPC PDI Perjuangan se-Maluku selama ini, terpenting juga mengevaluasi kerja partai dalam pilkada 2015-2017 yang mana tidak membawa pengaruh positif atas calon-calon yang diusung PDIP.

“Kita harus punya komitmen dan kesepakatan untuk keluar dari persoalan ini, dan sekaligus menargetkan kemenangan pada pilkada 2018 baik pemilihan Gubernur Maluku maupun pemilihan bupati di kabupaten Maluku
Tenggara dan Kota Tual. Kegagalan demi kegagalan yang berakibat pada penurunan suara partai tidak boleh terjadi. Kalau sampai itu terjadi, maka kursi-kursi pimpinan di DPRD Provinsi maupun kota/kabupaten yang selama ini dipegang oleh DPI Perjuangan bisa saja direbut partai lain, “ kata Wattimury kepada Rakyat Maluku akhir pekan kemarin.

Wattimury juga tidak menapik ada kemungkinan Rakerda PDIP bisa dijadikan alasan untuk menggantikan pucuk pimpinan PDIP Maluku dan jajaran kepengurusannya. Namun harus ada alasan yang jelas sebelum partai mengambil keputusan itu.

“Kalau kita bersepakat untuk menggantikan pengurus partai harus ada alasan yang kuat. Harus ada pertimbangan  yang jelas. Bagaimana dengan DPD maupun DPC yang sekarang, akan kita bahas bersama dalam rakerda ini. Mana yang  baik kita lanjutkan, dan yang tidak baik kita perbaiki. Sehingga dengan itu, partai bisa bekerja dan partai ini bisa menjadi alat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Wattimury.

Terpisah Johan Jokohael berharap, Rakerda haruslah dilakukan secara terbuka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Sehingga ada solusui dan langkah tepat yang diambil untuk menyelematkan PDIP di Maluku.
Berbagai kegagalan PDI Perjuangan di momentum Pilkada serentak gelombang pertama dan gelombang ke dua di kabupaten/kota yang ada di Maluku juga terjadi karena pengurus yang tidak bertanggung-jawab dan tidak adanya kekompakan di dalam kepengurusan.

“Inilah cikal bakal kegagalan yang dihadapi PDI Perjuangan saat ini. Saya kira pengurus partai yang tidak pernah hadir dalam rapat-rapat partai juga harus diganti. Pengurus-pengurus seperti ini tidak bisa dipertahankan, kalau mau partai ini maju,” tekan Jokohael. (R1)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top