Granat Maluku Tantang PN Ambon Hukum Mati William – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Granat Maluku Tantang PN Ambon Hukum Mati William

Ilustrasi

Rakyatmaluku.com – WILLIAM Stanley, bos Murni Utama yang terlibat kasus Narkoba, telah ditetapkan sebagai tersangka, dan kasusnya sementara berproses di Polres Pulau Ambon dan Pp Lease.

Namun, bila pemilik 40 gram sabu-sabu ini, sudah ditangani Jaksa Penuntut Umum (JPU), maka hukumanya yang harus disangkakan kepada William Stanley, harus hukuman mati.

“DPD Granat Maluku menantang JPU Kejaksaan Negeri Ambon dan Pengadilan Negeri Ambon untuk dapat memberikan hukuman seberat beratnya atau hukuman mati terhadap bandar narkoba setelah terbukti sebagai bandar. Tantangan ini kami berikan kepada 2 institusi ini setelah tertangkapnya salah satu bandar Narkoba di Kota Ambon,  William Stanley,” kata Ketua DPD Granat Maluku Yani MH Salampessy, kepada Rakyat Maluku, Minggu, 7 Mei.

Ia berharap agar Pasal yang di­terapkan nanti oleh jaksa dan hakim, sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan penyidik Polres Ambon.

“Soal perapan pasal agar polisi,  jaksa dam hakim harus sejalan. Jangan sampai dari polisi pengedar,  ketika jaksa dan  hakim ada perubahan dikarenakan orang-orang  berduit yang punya segala cara untuk melakukan upaya lobi. Kami berharap itu tidak terjadi,” harap Salampessy.

Dikatakan bahwa, DPD Granat Maluku sebagai organisasi masyarkat yang concern terhadap penanganan bahaya Narkoba,  ini juga merupakan dari unsur masyarakat merasa penting untuk mendorong proses hukum bagi siapapun yang terlibat Narkoba.

“Maraknya Narkoba di Maluku harus menjadi perhatian kita semua. Makanya Granat Maluku berharap agar polisi, jaksa dan hakim konsisten sebagai aparatur penegakan hukum dalam menangani kasus ini.  Perang terhadap Narkoba yang sudah di sampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi, agar dapat dilaksanakan atau diimplementasikan di Maluku,” tuturnya.
Menurutnya, Maluku merupakan rumah bagi pelaku Narkoba untuk menjajahkan barang haram tersebut. Maluku, lanjut Salampessy,  merupakan peringkat ke 7 secara Nasional dalam urusan perdagangan Narkoba.
“Tentunya sangat menyedihkan apabila penanganan Narkoba tidak maksimal sehingga butuh peran aktif seluruh steakholder terutama yg ada di sektor penegakan hukum,  Granat akan mengawal kasus ini dan terus mendorong agar polisi segera ungkap bandar-bandar yang lain. Kami mengapresiasi Satuan Reserse Narkoba Polres Ambon, yang berhasil menangkap William Stanley,” tutupnya.
Sebelumnya, William Stanley, diringkus anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Ia ditangkap terkait kepemilikan Narkoba jenis sabu di rumahnya pada Rabu, 27 April sore.
Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti 40 gram bubuk putih, uang tunai Rp500 ribu dan dua alat isap atau bong.

Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Itpu Nikolas Anakotta mengatakan kalau William Stenly, telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan sabu,” jelas Anakotta kepada wartawan, Rabu, 2 Mei.

Dikatakan, tertangkapnya bos Murni Utama setelah Rabu pagi, polisi menangkap Michael Makattita di kos temannya di Batumerah. Maichel diamankan dengan 2 paket sabu. “Jadi setelah dikembangkan dari Maichel Makatitta, anggota langsung melakukan penangkapan terhadap Willam Stanley.  William merupakan pengedar,” tutupnya. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top