Bentrok Warga Di Batu Koneng, 2 Luka – Rakyat Maluku
Pilihan

Bentrok Warga Di Batu Koneng, 2 Luka

Aparat TNI/Polri berupaya menghadang massa dua kelompok warga yang terlibat bentrokan di kawasan Batu Koneng, Sabtu 6 Mei 2017. Bentrokan tersebut dipicu aksi kekerasan yang melukai seorang warga akibat dibacok menggu- nakan senjata tajam.

Rakyatmaluku.com – DUA kelompok warga kembali terlibat bentrokan di Dusun Batu Koneng, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu 6 Mei 2017. Bentrok diduga dipicu akibat dibacoknya Ical yang berprofesi sebagai sopir, yang  diparangi orang tak dikenal (OTK) di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, sekira pukul 15.00 WIT.
Selain Ichal, La Hamsiri, warga Dusun Batu Koneng , juga dibacok OTK.

Kedua  korban pembacokkan, dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi yang dihimpun Rakyat Maluku di Batu Koneng, sebelum terjadinya aksi bentrokan, salah satu siswa SMA dicegat oleh enam  orang bertopeng saat pulang sekolah. Sampai di rumahnya di Batu Koneng, dia melaporkan peristiwa penghadangannya kepada keluarganya.

Dari peristiwa itu kemudian berkembang, dua OTK menghadang mobil jurusan luar kota yang dikendarai Ichal Hurasan, dan hendak menuju Kota Ambon. Salah satu OTK berbicara dengan sopir. Waktu berbicara muncul OTK lainnya dan langsung membacok korban, para penumpang melihat penganiayaan tersebut, berhemburan keluar dari angkot. Akibat diparangi, Ichal mengalami luka robek di bagian belakang telinga. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit dr.Latumeten.

Mendengar Ical dibacok, warga lainnya mela­kukan aksi penyerangan ke Batu Koneng, di Batu Koneng tepatnya tanjakan LIPI, aksi berhadap hadapan antar warga tak terelakan. Namun aparat TNI-Polri yang telah berada di TKP langsuung menghalau kedua kelompok warga ini.

Sementara sumber lainnya mengatakan bawah aksi saling  lempar antar sesama warga Batu Koneng, berawal dari beberapa pemuda melempar rumah milik Sayuti Marasabessy, yang saat itu sedang akan dilaksanakan tahlilan.

Mendengar bunyi batu di atas atap rumah, keluarga Sayuti langsung keluar dan mengikuti pemuda-pemuda Batu Koneng, para pemuda Batu Koneng kembali melempar keluarga Sayuti sehingga  aksi saling lempar tak terelakan.

Sementara pukul 18.00 WIT,  salah seorang Ketua RT di Batu Koneng, La Hamsiri, saat itu sedang duduk di pinggir pantai Batu Koneng, di datangi beberapa pemuda yang identitas mereka tak diketahui. La Hamsiri kemudian dianiaya menggunakan benda tajam.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Sucahyo Hadi mengatakan bahwa pasca kejadian itu situasi  keamanan sudah terkendali. Ia juga meminta kepada pihak-pihak bertikai untuk tidak terprovokasi dan serahkan persoalan ini ke Polisi,

“Sudah aman. Saya minta warga tidak terprovokasi. Serahkan semua ke polisi,” katanbya, kepada wartawan di TKP. Bentrok selain memakan korban jiwa, juga sejumlah warga Batu Koneng ikut mengungsi. Mereka dievakuasi ke Mako Lantamal X  Ambon. Ada sekitar 60, yang terdiri dari 53 orang dewasa dan anak–anak serta 7 balita tersebut terpaksa mengungsi ke Lantamal Ambon akibat bentrok antar warga yang terjadi di kawasan Batu Koneng.

“Mereka kami data di Marshailling Area Lantamal  IX Ambon.  Setelah sampai ditempat pengungsian warga keseluruhan didata oleh pihak Lantamal Ambon. Selain itu juga, warga pengungsi di berikan dukungan kesehatan dari Dinas Kesehatan Lantamal Ambon dan fasilitas lainnya,” tutur pihak Lantamal Ambon, melalui rilisnya yang diterima Rakyat Maluku, kemarin. (AAN)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top