Imigrasi Ambon Sosialisasi Pencegahan TKI Non Prosedural – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Imigrasi Ambon Sosialisasi Pencegahan TKI Non Prosedural

Kepala Imigrasi Kelas I Ambon - M. Budi

Rakyatmaluku.com – KANTOR Imigrasi Kelas I Ambon, menggelar koordinasi dan sosialisasi pencegahan permohonan Paspor bagi  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non Prosedural.Sosialisasi ini menghadirkan  perwakilan dari beberapa kelurhan di  Kota Ambon, perwakilan PJ TKI Ambon,Kemenag Kota Ambon,Disnakertrans Kota Ambon dan Kesbangpol

Kepala Imigrasi Kelas I Ambon M. Budi mengatakan, sosialisasi merupakan program Direktorat Imigrasi untuk menghambat permohonan pembuatan paspor bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural dengan modus kunjungan keluarga, kunjungan wisata magang, duta  serta  Umrah.

Ditegaskan, pencegahan ini tidak semata-mata dilakukan  terhadap seluruh masyarakat, namun kepada masyarakat yang terindikasi atau  dicurigai  memanfaatkan momen-momen itu untuk menjadi TKI di  negara lain  yang tidak sesuai dengan  jalur dan mekanisme sebenarnya.”Tentunya kami punya cara untuk mendeteksi  tujuan masyarakat sebenarnya yang pertama melihat status pendidikan, lama bekerja, belum  bekerja, latar belakang ekonomi keluarga. Hal  ini akan menjadi catatan kami untuk  mencegah  masyarakat  guna  keluar negeri dan menjadi TKI,”ujar M. Budi kepada koran ini, diruang kerjanya, Kamis 4 Mei.

Budi mengatakan, proses pencegahan dilakukan dengan dua cara, selain  pencegahan pembuatan Paspor juga dilakukan pencegatan di Bandara Udara.”Meskipun Paspornya sudah ada, tapi kalau terindikasi kesana, maka akan kami cegat,”tukas M.Budi.

Dijelaskan, untuk memastikan apakah benar-benar  warga Indonesia yang  hendak keluar negeri itu  misalnya untuk kunjungan  keluarga maka  ada  persyaratan tambahan, dimana warga yang  hendak berkunjung harus mampu  membuktikan undangan dari  kelurganya di negara yang ditujuh. Selain  itu pada kepada warga  yang umrah juga  nantinya disertasi dengan Rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama. Begitupun dengan  cara-cara lain.”Intinya kami tidak membatasi hak masyarakat untuk keluar negeri, tetapi kami ingin memastikan agar tujuannya memang benar.Sebab, banyak warga yang menggunakan  jalur-jalur kunjungan itu tetapi akhirnya menjadi TKI di negara yang dituju,”cetus Budi.

Menurut Budi,  kebijakan Direktorat Imigrasi Pusat  untuk memperketat   pengawasan itu  lantaran  banyak masalah yang terjadi  ketika warga  Indonesia menjadi TKI illegal di negara  orang.

Dia menambahkan, apalagi saat ini TKI un Skill   termasuk pembantu rumah tangga sudah tidak diperbolehkan lagi.”Nah ini juga menjadi fokus kami dalam pencegahan dan  pencegatan kepada warga  Indonesia yang dicurigai.Apalagi  ke Timur  Tengah juga sudah di moratorium,” tambah Budi.

Dirinya berharap, masyarakat dapat memahami kebijakan ini, sebab, kebijakan yang diambil bukan merupakan kebijakan diskriminatif atau membebani pelayanan kepada masyarakat.”Ini semata-mata untuk ketertiban dan kelancaran serta  tertanggungjawab.”ungkap Budi.

Kesempatan itu, Budi mengaku, Imigrasi Ambon pada beberapa waktu lalu juga  mencegah salah satu warga Kota Ambon  yang   hendak  Arab Saudi  dengan  dalil kunjungan keluarga. Namun setelah  diinterviuw  warga tersebut mengaku ke Arab Saudi untuk bekerja,”akui Budi.

Pantauan koran ini, Sosialisasi   pencegahan itu menghadirkan  kurang lebih  25 peserta  pemohon  pembuatan Paspor. Ini  penting agar mereka dapat memahami dengan benar tentang kebijakan pemerintah. (CIK)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top