Warga Luhu Terancam 10 Tahun Penjara – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Warga Luhu Terancam 10 Tahun Penjara

Rakyatmaluku.com – WARGA Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Manaf Kaliky, yang juga pemilik 13 ton Batu Cinnabar, yang diamankan Kepolisian Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pp Lease, pada Selasa, 2 Mei, terancam mendapat hukuman penjara 10 tahun.

“Kita akan kenakkan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara. Ancaman hukuman 10 tahun penjara. Pasal ini menerangkan bawah orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP. IPR / IUPK dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000, “kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease AKP Teddy, kepada wartawan, Rabu, 3 Mei. Batu Cinnabar ini telah dihaluskan menjadi pasir, dan isi dalam karung berukuran 25 kg. Batu Cinnabar.

“Ada 140 karung yang kami amankan. Kita juga amankan batu yang belum dihaluskan. Jadi ada yang halus ada yang kasar,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Senin, 1 Mei sekira pukul 10.20 WIT, aparat kepolisian menerima  informasi dari warga bahwa ada yang masak Batu Cinnabar. Menerima informasi, kemudian polisi melakukan pengecekan terhadap kegiatan pemasakan Batu Sinabar di Dusun Waelapia dan Waeputi, Kabupaten Maluku Tengah.

Kapolsek Huamual berkoordinasi dengan Kasat Reskrim SBB, mereka pun menuju dua dusun itu untuk  mengecek lokasi tempat masak Cinnaba. Namun, di lokasi tidak ditemukan orang dan barang bukti. Tak lama kepala dusun  Waelapia bersama 5 anggota polsek bergerak menuju Dusun Waiputi. Pukul 18.15 WIT, mereka berangkat ke dusun Waiputi, mengamankan barang bukti.

Barang bukti yang ditemukan berjumlah  329 karung dan di perkirakan isi 1 karung 30 Kg. Namun setelah di cek kembali, berjumlah 440 karung.

Selasa, 2 Mei sekira pukul 16.00 WIT, Kapolsek Huamual Ipda Idris Mukadar bersama tiga anggotanya serta anggota TNI dari Batalyon Tamalatea yang di BKO kan di Huamual Lettu Iskandar juga bersama tiga anggotanya mengawal tambang ilegal ini ke Pelabuhan Tahoku, Desa Hila, Kecamatan Leihitu, untuk kemudian dibawa ke Polres Pulau Ambon.

Di Pelabuhan Tahoku, Wakapolsek Leihitu dan Danramil Leihitu, sudah menunggu. Tak lama Batu Cinnabar diangkut dengan mobil truk untuk dibawa ke Polres Ambon.

Pantaun Rakyat Maluku, tiga mobil truk yaitu DE 9729 AU, DE 9178 AC dan DE 8930,  AU, tiba di halaman Polres Ambon sekira pukul 22.00 WIT.

Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya akan mengelar perkara terlebih dahulu. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top