Tagop: Saya Mengangap Pak Assagaff Itu Orang Tua – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Tagop: Saya Mengangap Pak Assagaff Itu Orang Tua

Beberkan Alasan Kenapa Dirinya Tak Bisa Menemui Gubernur

Rakyatmaluku.com – WAKIL Gubernur Maluku Zeth Sahuburua minta Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa untuk menemui Gubernur Maluku Said Assagaff menyelesaikan kesalapahaman yang terjadi. Karena sesungguhnya apa yang terjadi antar gubernur dengan bupati Buru Selatan (Bursel) hanyalah masalah miskomunikasi, kesalahan pe­nger­tian semata terkait permintaan untuk membuka MTQ Maluku di Kabupaten Bursel.

“Saya minta kepada Pak Bupati pada saatnya nanti datang ke Bapak Gubernur untuk kita sele­saikan semuanya. Apa yang terjadi hanya masalah miskomunikasi saja,” kata Sahuburua,  mengakhiri sambutan saat membuka pelaksanaan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku di Kota Namrole Kabupaten Bursel pada Minggu malam, 30 April 2017.

Permintaan Wagub Sahuburua ini disambut tepuk tangan meriah para undangan dan serta warga Bursel yang memadati arena MTQ, termasuk Bupati Bursel Tagop S. Soulissa serta sejumlah kepala daerah lainnya seperti Walikota Tual Adam Rahayaan, Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga, dan Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno
Pada kesempatan itu, Sahuburua juga menga­takan, Gubernur Maluku sangat sayang dengan masyarakat dan Kabupaten Bursel. Karena masya­rakat di Kabupaten Bursel adalah rakyatnya dan bagian dari Maluku serta NKRI. Karena itu tidak perlu dipersoalkan lagi ketidakhadiran gubernur membuka MTQ, apalagi dipolitisir.

“Saya mau bilang kepada seluruh masyarakat Bursel, Pak gubernur dan saya, kami sangat sayang dan cinta Bursel dan masyarakatnya, karena Bursel bagian dari Maluku dan NKRI. Kami akan memberikan perhatian pembangunan yang lebih untuk Bursel sama seperti daerah lainnya,” kata Sahuburua.

Menanggapi permintaan Wagub Maluku ini, Bupati Bursel Tagop Soulisa  mengatakan, ddirinya sangat menghormati Gubernur Maluku Said Assagaff.

Bagi Tagop, Said Assagaff tidak sekedar Gubernur Maluku, tapi dirinya sudah menganggap sebagai orang tua. Tagop juga menyatakan, sama sekali tidak memiliki masalah dengan gubernur.

“Kalau permintaan temui Gubernur, nanti dulu setelah MTQ, mungkin belum sekarang, kita cari waktu yang tepat. Tapi saya mau katakan, saya tidak ada masalah dengan Pak Gubernur. Saya menghormati beliau sebagai gubernur, beliau sudah saya anggap sebagai orang tua saya,” tutur Tagop.

Dikatakan Tagop masalah yang terjadi antara dirinya dengan gubernur memang hanyalah misko­munikasi semata. Bahkan Tagop menilai ada pihak – pihak tertentu yang memberikan informasi kurang sejuk sehingga membuat suasana menjadi kurang baik.

“Ini masalah miskomunikasi saja, mungkin ada infor­masi yang kurang bagus sampai ke beliau,” katanya.
Karenanya Tagop berharap hubungannya saat ini  dengan gubernur tidak dikaitkan dengan sikap politiknya yang akan maju dalam pertarungan Pilkada Maluku 2018. Dimana Gubernur Maluku saat ini juga akan maju juga dalam Pilkada nanti.

Bupati kemudian membeberkan terjadinya mis­sko­munikasi saat Wakil Bupati Bursel Ayub Saleky menemui Gubernur Maluku untuk meminta kesedian membuka MTQ.  Saat itu menurut bupati, gubernur sempat  menolak  menemui perwakilan dari Bursel itu.

Karena saat itu Gubernur Maluku saat meminta bupati ikut  bersama Wakil Bupati Bursel menemuinya. Namun kata Tagop, saat bersamaan dirinya sudah berada diatas pesawat menuju Jakarta, sehingga tidak bisa menemui  Pak Gubernur.

“Waktu diminta menemui Pak Gubernur, saya sudah diatas pesawat, tidak mungkin lagi saya turun temui beliau. Sebelumnya saya sudah ketemu beliau untuk paparkan persiapan MTQ, sehingga saya kira tidak perlu lagi menemui beliau,” kata Tagop. (YUL)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top