Pemerintah Negeri Urimesing Serahkan Bantuan Kelompok Nelayan – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Pemerintah Negeri Urimesing Serahkan Bantuan Kelompok Nelayan

Penjabat Raja Negeri Urimesing, Alfian Lewenussa, didamping Kepala Urusan (Kaur) Kemasyarakatan, Jefry Akollo saat menyerahkan bantuan mesin motor tempel merk Yamaha kapasitas 15 PK, kepada salah satu kelompok nelayan penerima bantuan di Kantor Pemerintahan Negeri Urimesing, Sabtu 29 Apri.

Rakyatmaluku.com – PEMERINTAH Negeri  Urimesing, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon,Sabtu pekan kemarin menyerahkan bantuan berupa mesin motor tempel kepada  para kelompok nelayan.

Bantuan  ini diserahkan langsung Penjabat Raja  Negeri Urimesing,  Alfian Lewenussa,  didampingi Kaur Kemasyaratan, Jefry Akollo. Bantuan pemberdayaan  ini diharapkan dapat  membantu  masyarakat kehususnya kelompok nelayan yang berada pada dusun-dusun di Negeri Urimesing untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Penjabat Raja  Negeri Urimesing, Alfian Lewenussa mengungkapkan, bantuan pemberdayaan   masyarakat kelompok nelayan itu bersumber  dari  Dana Desa tahun 2016  kemarin.”Ada lima bantuan pemeberdayaan  yang berikan oleh pemerintah Negeri kepada masyarakat diantaranya,  pembangunan air bersih, peralatan perbengkelan, pertanian, mohabet dan  bantuan mesin motor  tempel.”ujar Lewenussa, 29 April.

Lewenussa mengakui,  awalnya  dalam  Rencana Anggaran Belanja (RAB) , ada lima  unit mesin motor tempel yang nantinya diserahkan kepada lima kelompok nelayan. Hanya saja  RAB yang disusun berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali)  terkait Analisa Standar Biaya (ASB) yang didalamnya memuat harga perkiraan barang   tidak sesuai dengan harga riil dilapangan.”Didalam  Perwali itu  ditentukan  satu  unit mesin  dengan kapasitas 15 PK. Namun tidak disebutkan merk dari  mesin yang nanti dibeli.

Nah sesuai anggaran awal  per unit mesin Rp 22 juta, sehingga dianggarkan lima unit. Tetapi saat proses belanja barang dilapangan terjadi pluktuatif harga yang jauh berbeda dengan harga  yang  dianggarkan dalam RAB, belum lagi pemotongan pajak,  sehingga   yang dibeli hanya empat unit. Inipun sudah dikoordinasikan,’ujar Lewenussa.

Ketimpangan pluktuatif harga inipun tidak saja terjadi saat proses belanja mesin motor tempel. Hal serupa juga terjadi pada bantuan pemberdayaan pembangunan  air bersih. Dimana  harga  didalam RAB tidak sesuai dengan harga riil dilapangan.

Diapun meminta  kepada kelompok nelayan yang belum mendapatkan bantuan itu untuk bersabar, sebab, pihaknya akan menganggarkan kembali pembelian  satu unit mesin motor tempel dengan kapasitas  dan merk yang sama untuk diberikan kepada kelompok yang berhak menerimanya.”Kebetulan masih ada sisah anggaran ditahun 2016 kemarin sehingga akan kami   anggarkan  untuk membeli lagi satu unit mesin untuk diberikan kepada   satu kelompok nelayan itu,”kata Lewenussa.

Kesempatan itu, Lewenussa berharap, mesin motor tempel yang  diberikan oleh Pemerintah Negeri Urimesing kepada kelompok nelayan tersebut dapat digunakan  dengan tepat   untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) Kemasyarakatan Pemerintah Negeri Urimesing, Jefry Akollo menegaskan,  para kelompok nelayan yang menerima bantuan  mesin motor tempel itu merupakan refresentatif masyarakat dari  dusun-dusun dibawa Pemerintahan Negeri Urimesing. Mereka penerima, kata Akollo, bukan merupakan orang dekat  atau saudara, tetapi adalah benar-benar  kelompok nelayan yang  disurvei  dan  masuk dalam kriterian penerima bantuan itu.

”Saya mau sampaikan bahwa,  sebelum mesin ini kami serahkan ke kelompok nelayan, mengawalinya dilakukan survei pada dusun-dusun  itu. Dan, hasil survei kemudian disampaikan ke Kepala Dusun untuk dibahas. Misalnya di Dusun Seri, hasil rapat memutuskan tiga  nama nelayan penerima  bantuan mesin motor tempel. Jadi  bukan karena kedekatan, bukan karena saudara,”tegas, Akollo.

Dijelaskan,  kriterian masyarakat atau kelompok nelayanan  penerima bantuan itu  yang pertama punya Body, dan kedua memiliki Kartu Nelayan.”Kita survei sampai dengan  Dusun Mahia dan wilayah pesisir lainnya. Di Mahia, hanya  ada satu warga  yang punya body, sementara di Seri ada 7-8  yang punya body jonson. Tetapi  kami tidak lantas  menentukan siapa dari mereka yang berhak menerima. Itu diputuskan  sesui hasil rapat bersama kepala dusun setempat,”jelas Akollo.

Akollo juga menyampaikan, bahwa  dalam  RAB, lima unit mesin motor tempel  harus dibeli. Tetapi karena terjadi selisih harga lapangan berbeda jauh dengan harga prakiraan  di dalam RAB itu sehingga atas koordinasi maka yang dibeli hanya empat unit mesin.”Total anggaran Rp 115 juta untuk pembelian 5 Unit mesin motor  tempel dengan masing-masing harga per unit Rp 22 Juta. Tapi kenyataan harga lapangan berbeda.

Harga per unit mesin sebesar Rp 28 juta.  Belum lagi pemotongan pajak. Sehingga  atas kebijakan dari hasil koordinasi maka dibelilah 4 Unit  saja,”tanda Akollo sembari menambahkan,  masing-masing kelompok nelayan penerima bantuan itu terdiri dari dua orang.

Dia berharap, dengan bantuan ini,  para kelompok nelayan tuna lebih bersemangat  untuk  memperbaiki kehidupannya  paling tidak   ada perubahan  kesejahteraan masyarakat dan keluarganya.”Kedepan kita akan berupaya agar  bantuan pemberdayaan ini juga dirasakan oleh masyarakat lainnya,”kata Akollo.

Dalam proses penyerahan bantuan  mesin motor tempel yang berlangsung di Kantor  Pemerintah Negeri Urimesing, pekan kemarin,  selain diserahkan oleh Penjabat Raja Negeri, Kaur Kemasyarakatan, turut menyerahkan Sekretaris Negeri Edwin Parera, Wakil Ketua Saniri, Yan Andris , Sekretaris Saniri Negeri Julius Kalahatu  disaksikan langsung oleh masyarakat dan  para Kaur  Pemerintah Negeri Urimesing. Masing-masing nama  nelayan penerima bantuan itu  diantaranya,  Hendrik Ridolf de Pretes nelayan asal Dusun Mahia, Reldo J. Telussa  nelayan Dusun Seri, Yonas nelayan Dusun Seri dan Riswan  nelayan Dusun Seri. (CIK)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top