Nasip Bos UD Amin Diputus Hari Ini, Terkait Penyimpanan Batu Cinnabar – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Nasip Bos UD Amin Diputus Hari Ini, Terkait Penyimpanan Batu Cinnabar

Rakyatmaluku.com – NURDIN Fatta, pemilik Usaha Dagang (UD) Amin, yang menyimpan Batu Cinnabar di gudang,  nasipnya ditentukan, Selasa 2 Mei 2017, hari ini. Apakah ditetapkan sebagai tersangka atau kasusnya atau polisi akan menghentikan penyelidikan kepemilikan barang ilegal tersebut.

“Kasus Batu Cinnabar di UD Amin, besok (hari ini) kami gelar perkara. Gelar perkara kita tentukan apakah kasus ini dilanjutkan atau dihentikan,” kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Teddy, kepada Rakyat Maluku, Senin 1 Mei 2017.

Sebelumnya,  dalam perkara Batu Cinnabar, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. Dari keterangan yang diperoleh pihaknya, usai memeriksa saksi-saksi, maka akan dilanjutkan dengan gelar perkara.

“Empat saksi sudah kami periksa. Makanya kita tentukan kasus ini besok (hari ini),” jelasnya.

Sebelumnya, atas informasi yang diperoleh, Polsek Sirimau membongkar penimbunan batu Cinnabar  di UD Amin. Di bawah pimpinan Kapolsek Sirimau AKP Meity Jacobus, Polsek Sirimau, kemudian melakukan penyitaan berupa Batu Cinnabar. Batu ini biasanya diolah menjadi air raksa atau mercury. Bebatuan berbahaya ini disimpan di Gudang UD Amin milik Nurdin Fatta.

“Jadi keterangan yang kami peroleh dari Nurdin Fatta, Batu Cinnabar tersebut diperoleh dari Desa Iha dan Luhu di Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat (SBB),” kata Meity Jacobus, kepada wartawan, kemarin.

Sayang, sebagian telah disuling menjadi benda berbahaya, tapi tanpa izin baik izin dari Dinas Pertambangan maupun Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Kata pemilik lagi, pengurusan izin dari Dinas Penambangan belum ada AMDAL karena teknisinya belum datang serta alat-alat yang digunakan untuk proses penyulingan belum lengkap sehingga belum bisa memanggil dari Dinas Perindustrian serta Dinas Lingkungan Hidup. Sebagian material sudah diuji coba secara manual, namun dalam jumlahnya masih kecil,” ungkap mantan Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease.

Olehnya itu, guna penyelidikan lebih lanjut, pihaknya memasang garis polisi, untuk mengamankan barang-barnag tersebut. “Kita akan menyelidiki lebih lanjut persoalan ini. Makanya memasang police line. Nanti barang bukti ini akan amankan,” tandas Meity Jacobus. (AAN)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top