Buruk Komunikasi, Gubernur Tak Hadir – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Buruk Komunikasi, Gubernur Tak Hadir

Wagub Maluku Z. Sahuburua, bersama Bupati Buru Selatan Tagop Soulisa saat membuka MTQ Provinsi Maluku di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan Minggu 30 April 2017. Ikut mendampingi Wakil Bupati Buru Selatan Ayub Saleky, Ketua LPTQ Maluku Ismail Usemahu dan Kakanwil Agama Maluku Faisal Musaad.

Pembukaan MTQ Maluku Di Bursel Meriah

Rakyatmaluku.com – KEPUTUSAN Gubernur Maluku, Said Assagaff yang enggan membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat provinsi Maluku di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), dan mewakilkan Wakil Gubernur Maluku, Zeth Suhuburua untuk membuka kegiatan keagamaan tersebut, menjadi isu ‘liar’ di public.

Tidak   sedikit, ketidakhadiran gubernur ter­sebut dikaitkan dengan sikap politik Bupati Bursel Tagop S. Soulissa yang menyatakan diri maju bertarung di Pilkada Maluku. Artinya, sebagian orang menyimpulkan bahwa ketidak hadiran gubernur berkaitan dengan sikap politik Tagop. Namun, menurut funsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku, Fuad Bachmid, soal ketidak hadiran gubernur merupakan bentuk respons terhadap sikap Bupati Bursel Tagop S. Soulissa, terkait dengan koordinasi penyelenggaran MTQ.

“Ketika pak Assagaff memilih pasif atau tidak menghadiri dan membuka pelaksanaan MTQ di Bursel, kemudian menjadi bola liar yang ‘digoreng’ ke publik, seolah-olah ada sesuatu yang berkait erat dengan persoalan pilkada 2018. Padahal, publik tidak secara cermat melihat alasan krusial kenapa gubernur enggan hadir dalam kegiatan tersebut. Ini persoalan komunikasi yang memang sangat tidak etis dilakukan oleh pejabat daerah di kabupaten terhadap kepala pemerintahan tingkat provinsi dalam hal ini gubernur Maluku,” kata Fuad kepada Rakyat Maluku, Minggu 1 Mei 2017.

Fuad menuturkan, sudah tidak lagi menjadi rahasia umum, jika etika komunikasi dan koordinasi Bupati Bursel Tagop S Soulisa terkait dengan pentahapan dan kesiapan pelaksanaan MTQ sangat buruk. Buktinya, Tagop tidak pernah bertemu langsung dengan Assagaff selaku Gubernur Maluku dalam membicarakan berbagai hal terkait dengan pelaksanaan MTQ di Bursel.

“Alasan ketidak hadiran gubernur sudah sangat wajar, bahwa memang tidak ada itikad baik Bupati Bursel dalam berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pak Gub untuk memastikan berbagai hal baik teknis mau substansi dalam pelaksanaan MTQ di Bursel,” tuturnya.

Fuad menegaskan, jangan secara parsial kemudian memberikan penilaian buruk kepada pihak tertentu saja, melainkan harus adil dalam membangun opini kepada publik. Artinya bahwa, dengan tidak adanya itikad baik dari Bupati Bursel kepada Gubernur Maluku, maka keputusan tidak membuka MTQ adalah bentuk respons terhadap proses yang terjadi.

“Keputusan gubernur merupakan respons atas proses yang berlangsung menuju hari puncak pelaksanaan MTQ. Tentunya, gubernur merasa tidak dilibatkan sedikitpun, dengan sikap Bupati Bursel yang enggan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan gubernur. Harusnya dari situ publik memberikan penilaian, bahwa tendesius politik itu yang mana, kenapa bupati enggan bertemu gubernur terkait dengan pelaksanaan hajatan provinsi di Bursel?,”tegas Fuad.
Fuad berharap, public harus lebih selektif dalam memverifikasi issu-issu yang berkembang apalagi mendekati momentum politik kepala daerah, tentunya banyak hal yang bisa dijadikan issu untuk ‘menyesatkan’ public.

Prev1 of 3

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top