Polisi Selidiki Batu Cinnabar Di UD Amin – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Polisi Selidiki Batu Cinnabar Di UD Amin

Rakyatmaluku.com – POLRES Pulau Ambon dan Pp Lease, sampai saat masih menyelidiki temuan Batu Cinnabar di Gudang Usaha Dagang (UD) Amin.

Dalam penyilidikan ini, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) memulainnya dengan pemeriksaan saksi.
“Tiga orang akan kita periksa. Terus dalam proses lidik karena yang tangkap dan diamankan dari Polsek Sirimau. Polsek buat baketnya kita tangani,” kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease AKP Teddy, kepada Rakyat Maluku di ruang kerjanya, Jumat, 28 April 2017.

Penyelidikan yang dilakukan pihaknya nanti, bila terbukti ada unsur melanggar hukum, maka akan kasus ini  dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Jika ada tersangka di persoalan tersebut, lanjut mantan Kasat Reskrim Maluku Tenggara Barat (MTB), para tersangka dikenakan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

“Apabila terbukti tindak pindana, kita naikan ke sidik. Proses kita lidik dulu. Iyalah (kalau tersangka) akan dikenakan Undang-Undang Minerba Pasal 158, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00,” tandas Teddy. Sebagaimana diberitakan koran ini Intelijen Kodam Pattimura, menangkap basah penyuling batu Cinnabar menjadi air raksa yang dilakukan tempat usaha UD Amin.

Atas informasi yang diperoleh, polisi langsung bergerak menuju UD Amin. Di bawah pimpinan Kapolsek Sirimau AKP Meity Jacobus, Polsek Sirimau, kemudian melakukan penyitaan berupa Batu Cinnabar. Batu ini biasanya diolah menjadi air raksa atau mercury. Bebatuan berbahaya ini disimpan di Gudang UD Amin milik Nurdin Fatta. (AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top