Jaksa Jebloskan 4 Tersangka Ke Rutan Ambon – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Jaksa Jebloskan 4 Tersangka Ke Rutan Ambon

Rakyatmaluku.com – JAKSA Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tenggara Barat (MTB) menjebloskan empat tersangka korupsi penyalahgunaan dana perbatasan Polres dan Polsek di wilayah MTB terkait tunjangan pulau- pulau terluar tahun 2016 sebesar 752 juta ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II.A. Ambon, Jumat, 28 April 2017, sekitar pukul 11.30 Wit.

Empat tersangka itu, Aiptu Jakop Keliduan, Brigadir Polisi (Brigpol) I Putu Semaran Dana, Brigpol Jems Wattimena, dan Brigadir Satu (Briptu) Andi Dwi Pradana.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari MTB, Denny Syahputera, keempat tersangka tersebut dijebloskan ke Rutan Ambon setelah dilakukan proses tahap II, yakni menyerahkan tersangka beserta barang bukti dari Penyidik Polres MTB ke JPU Kejari MTB, yang berlangsung di Kejari MTB, Kamis, 27 April 2017 kemarin.

“Setelah dilakukan proses tahap II pada Kamis kemarin, kemudian pada Jumat pagi (hari ini, red) sekitar pukul 09.00 Wit, keempat tersangka itu langsung diterbangkan dari Kabupaten MTB menggunakan maskapai Wings Air dan tiba di Bandara Pattimura Ambon sekitar pukul 11.00 Wit. Dengan pengawalan lima anggota Polres MTB dan JPU, keempat tersangka itu langsung digiring menuju Rutan Ambon untuk ditahan demi kepentingan penuntutan,” ucap Denny kepada wartawan, di ruang pers Kejati Maluku.

Dijelaskan, pada tahun 2016 terdapat anggaran perbatasan Polres dan Polsek di wilayah MTB terkait tunjangan pulau- pulau terluar sebesar 752 juta.

Untuk mencairkan anggaran Rp 752 juta tersebut, Aiptu Jakop Keliduan selaku Bendahara Polres MTB dibantu tiga anak buahnya, yakni, Brigpol I Putu Semaran Dana, Brigpol Jems Wattimena, dan Brigadir Satu (Briptu) Andi Dwi Pradana dengan memalsukan tanda tangan Kapolres MTB M. Syafi’i pada Surat Perintah Membayar (SPM), Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Surat pertanggung jawaban mutlak (SPTJM) dan memanipulasi aplikasi data.

“Keempat tersangka ini bagian keuangan pada Polres MTB. Mereka sendiri yang membuat SPM, serta membuat administrasi pencairan untuk dibuatkan SP2D ke KPPN Saumlaki. Dan mereka menindaklanjuti dengan memalsukan cek yang seharusnya di tandatangani Kapolres MTB. Dan mereka sendiri yang membuat laporan pertanggung jawaban atas pencarian tersebut,” jelas Denny.

Kejahatan tersebut terungkap setelah Brigpol Jems Wattimena melaporkan semua kejadian kepada Kapolres saat itu bahwa telah terjadi pembobolan dana perbatasan.

“Setelah dana perbatasan ini cari ke rekening pribadi Aiptu Jakop Keliduan, selanjutnya uang tersebut dibagi-bagi ke tiga anak buahnya. Dua anak buah Aiptu Jakop Keliduan menerima masing-masing Rp 75 juta, sedangkan Brigpol Jems Wattimena sendiri yang menerima ping sedikit yakni Rp 20 juta. Merasa bukan haknya, Brigpol Jems Wattimena kemudian melaporkan semua tindak kejahatan tersebut ke pimpinannya, serta mengembalikan uang yang diterimanya Rp 20 juta ke Kapolres,” beber Denny.

Kejahatan keempat tersangka itu juga diperkuat dengan bukti hasil laboratorium (Lab) forensik dari Makassar soal pemalsuan tanda tangan Kapolres MTB saat itu M. Syafi’i, pada SPM dan SP2D.

“Hasil Lab ini cukup menjadi alat bukti JPU dalam persidangan untuk membuktikan bahwa tanda tangan Safi’i selaku Kapolres MTB saat itu dipalsukan oleh empat orang anak buahnya sendiri,” tandasnya. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top