Ameth-Nalahia Sepakat Damai – Rakyat Maluku
DAERAH

Ameth-Nalahia Sepakat Damai

Rakyatmaluku.com – WARGA Desa Ameth dan Nalahia, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, yang terlibat bentrok pada Rabu, 27 April, ingin berdamai. Langka ini kemudian dimediasi oleh Camat Nusalaut, Polsek Nusalaut, Koramil serta dibantu kedua raja setempat.

Hasilnya, kedua Raja bersepakat melakukan perdamaian, dengan menandatangani surat pernyataan, sebagai salah satu legalitas hukum. Dalam surat pernyataan tersebut, warga Ameth dan Nalahia berjanji tidak akan mengulangi permasalahan itu lagi.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease  AKBP Sucahyo Hadi mengatakan bahwa pertemuan tadi (kemarin, red) kedua kubu bersepakat tidak saling melakukan hal-hal yang dapat menganggu stabilitas keamanan.

“Dalam rapat tersebut, kedua warga Ameth dan Nahalia sudah bersepakat berdamai. Saya mengatakan kepada Kapolsek bahwa hasil dari penegakan hukum adalah salah satunya kita kembalikan kepada kedua belah pihak dalam hal ini warga Ameth dan Nahalia,” ujar Kapolres, kepada wartawan, Jumat, 28 April.

Ia juga berharap dalam perdamaian ini tidak ada lagi gesekan-gesekan diantara kedua belah pihak. Jangan terprofokasi dengan isu-isu yang belum tentu benar. Dan jauhkan rasa dendam dari dalam hati, sebab perdamaian merupakan salah satu kunci persatuan dan kesatuan.

“Kasus ini sebab akibat jadi awalnya dari perkelahian, sehinga adanya konsentrasi masa, jadi kita kembalikan kepada mereka yang terpenting keduanya mendapat keadilan. Kita serahkan kepada pihak yang bersangkutan. Salah satu akses dalam penegakan hukum adalah keadilan, karena dengan rasa adil maka  kedua-duanya merasa senang, sebab keadilan itu  ada yang normatif dan ada yang Sulfinsolitif,” ucapnya AKBP Sucahyo Hadi.

Pada pemberitaan sebelumnya, dua kelompok warga di Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah, yaitu Desa Ameth dan Nalahia,  Rabu, 27 April 2017, terlibat terlibat bentrok, mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang di terima Rakyat Maluku, lima warga terluka dalam insiden itu. Tiga di antaranya mengalami luka tembak yang dilakukan orang tidak dikenal menggunakan senapan angin.

Kelima warga terluka adalah Zeth Simaela (29), mengalami luka memar di bagian wajah. Sementara ayahnya Karolus Simaela menderita luka memar di belakang kepala dan pelipis kanan. Anak dan Ayah yang merupakan warga Desa Nalahia ini dikeroyok pertama kali hingga bentrokan tak terelakan. Sedangkan tiga korban lainnya akibat tertembus reptil senapan angin yakni Hendrik Saranamual (59), diterjang peluru mengenai dada kanan. Fando Hetari (22), mengenai bokong dan Ade Tahapari (47), tertembak ditangan kanan.

Terjadinya aksi bentrokan ini dipicu karena diduga telah terjadi aksi penganiayaan terhadap Zeth Simael dan ayahnya Karolus Simaela, sekira pukul 12.15 WIT.

Kedua korban dipukul sekelompok warga Desa Ameth tepat di kawasan parkiran pelabuhan Fery Waihutete yang berada di Desa Ameth.  Ini lantas memantik amarah warga Desa Nalahia yang kemudian terjadi konsentrassi masa dari kedua kubu.

Akibat dari kejadian tersebut menimbulkan konsentarsi massa dari kedua desa,  sehingga terjadi aksi saling lempar batu, maupun benda keras lainnya Selama satu jam, peristiwa bentrokan ini terjadi dan baru diredakan setelah aparat Polsek Nusalaut dan Koramil 08 Nusalaut menghalau kedua kelompk warga ini.

Kepala Polres Pulau Aambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Sucahyo Hadi yang dikonfirmasi mengaku situasi keamanan setelah terjadinya ben­trokan tersebut sudah kondusif.

“Tiga korban luka ringan keserempet senapan cis. Situasi terkendali ada backup brimob dan Satgas BKO TNI 734,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Ambon, yang dikonfirmasi mengaku jika saat ini pihaknya telah mengamankan seorang warga yang diduga sebagai pelaku bentrok.“Satu tersangka sudah di amankan di Mapolsek Nusalaut. Nanti telepon Kapolsek Nusalaut,” pintanya. (M1/AAN)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top