Akankah 2018 Tahun ‘Emas’ Partai Golkar Di Maluku? – Rakyat Maluku
POLITIK

Akankah 2018 Tahun ‘Emas’ Partai Golkar Di Maluku?

Rakyatmaluku.com – CONFIDANCE – Partai Golkar di Pilkada Maluku memang wajar, hal ini didukung atas electoral politik partai yang positif dan konsisten.  Apalagi, dari pilkada serentak jilid I dan II, golkar membuktikan diri sebagai partai pemenang di beberapa wilayah yang bisa dijadikan preferensi politik menuju pilkada serentak 2018 mendatang.

Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten SBT, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) adalah zona ‘kekuasaan’ golkar. Belum lagi ditambah Kota Tual, maupun Maluku Tenggara (Malra) yang mana, golkar juga memiliki ‘lumbung’ dukungan yang menyebar cukup merata pada daerah tersebut.

“Kami punya kepercayaan diri dalam gelanggang pilkada. Semua orang mencoba merefensikan pemilik dengan polrisasi yang segmentatif berdasarkan komunitas tertentu, berdasarkan keterwakilan figur calon kepala darah. Tetapi itu sangat tidak kuat dipasar politik Maluku. Kami menilai, bahwa kepercayaan diri partai mentap kemenang pilkada Maluku 2018 berdasarkan kerja keras partai di momentum pilkada kabupaten/kota secara serentak,” kata fungsionaris DPD Golkar Maluku, Fuad Bachmid kepada Rakyat Maluku, kemarin.

Fuad mengaku, dengan memiliki kekuatan dan simpul politik yang menyebar di 11 kabupaten/kota, pastinya, golkar sebagai instusi politik tidak bergerak secara parsial, melainkan akan mengarahkan seluruh potensi sumberdaya kader dan infrastruktur partai menuju kemenangan.

“Kami memiliki kekuatan infrastruktur dan sumberdaya kader yang sangat potensial, dan itu tersebar di kabupaten/kota. Jadi bagi kami kepercayaan diri itu dibangun berdasarkan solid partai dan solid kader. Tujuannya adalah partai Berjaya di 2018, dengan membumikan suara golkar,suara rakyat,” tuturnya.

Menyangkut kemunculan sejumlah nama yang disebut bakal menjadi batu sandungan bagi Said Assagaff sebagai petahana, sekaligus Ketua DPD Golkar Maluku, Fuad menegaskan, tidak sedikitpun menggoyahkan kepercayaan diri kader partai, tetapi, ikhtiar dalam berpolitik adalah hal yang harus dilakukan.

Siapapun lawan yang akan maju bertarung melawan figure yang direkomendasikan partai, tentunya golkar secara kalkulatif dan sistemik telah berhitung jauh untuk merebut kemenangan hati rakyat.

“Silahkan saja setiap orang berwacana, namanya demokrasi, setiap orang diberikan hak untuk maju sebagai calon kepala darah. Tetapi, soal menggerus kekuatan partai saya kira tidak. Jauh jauh hari kami sudah confidance bahwa, Golkar tetap konsisten mengusung kader partai di Pilakda Maluku. Bagi kami, pak Assagaff telah membuktikan komitmen kepartaian untuk rakyat,” sebutnya.

Fuad juga menegaskan, jika ada figur yang menyatakan bakal maju, maka kami (Golkar) sudah menyatakan siap menang, tentunya dengan indikator-indikator yang rasionil dan politis.

”Kalau ada yang baru berwacana akan maju, kami telah mewacanakan untuk kembali menang dan memimpin Maluku demi rakyat,” tegasnya. (ASI)

 

 

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top