UD Amin Simpan Cinnabar Tak Berizin – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

UD Amin Simpan Cinnabar Tak Berizin

Polisi memasang garis polisi di sekeliling ratusan karung berisi batu cinnabar beserta peralatan penyulingan yang ditemukan di gudang milik toko bangunan UD. Amin yang berada di kawasan Kebun Cengkeh, Kamis 27 April 2017. Pemilik maupun barang bukti tersebut kini diamankan Polisi guna diproses lebih lanjut.

Rakyatmaluku.com – BEBERAPA waktu lalu, warga di Ahuru, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, dihebohkan dengan pen­yulingan batu Cinnabar menjadi air raksa. Kasus ini sudah ditangani Kepolisian Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pp Lease, bahkan tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kali ini, hal yang sama kembali terjadi. Namun, penyulingan dila­kukan di RT 006/RW 009, Kebun Cengkeh, tepatnya di kawasan Usaha Dagang (UD) Amin.

Intelijen Kodam Pattimura, me­nang­kap basah penyuling di UD Amin, sedangkan aparat kepolisian yang mengetahui adanya aktifitas tersebut.

Atas informasi yang diperoleh, polisi langsung bergerak menuju UD Amin. Di bawah pimpinan Kapolsek Sirimau AKP Meity Jacobus, Polsek Sirimau, kemudian melakukan penyitaan berupa Batu Cinnabar. Batu ini biasanya diolah menjadi air raksa atau mercury. Bebatuan berbahaya ini disimpan di Gudang UD Amin milik Nurdin Fatta.

“Jadi keterangan yang kami peroleh dari Nurdin Fatta, Batu Cinnabar tersebut diperoleh dari Desa Iha dan Luhu di Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat (SBB),” kata Meity Jacobus, kepada wartawan, kemarin.

Sayang, sebagain telah disuling menjadi benda berbahaya, tapi tanpa izin baik izin dari Dinas Pertambangan maupun Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Kata pemilik lagi, pengurusan izin dari Dinas Penambangan belum ada AMDAL karena teknisinya belum datang serta alat-alat yang digunakan untuk proses penyulingan belum lengkap sehingga belum bisa memanggil dari Dinas Perindustrian serta Dinas Lingkungan Hidup. Sebagian material sudah diuji coba secara manual, namun dalam jumlahnya masih kecil,” ungkap mantan Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease.

Olehnya itu, guna penyelidikan lebih lanjut, pihaknya memasang garis polisi, untuk mengamankan barang-barnag tersebut. “Kita akan menyelidiki lebih lanjut persoalan ini. Makanya memasang police line. Nanti barang bukti ini akan amankan,” tandas Meity Jacobus. (AAN)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top