Tagop-Orno Ancaman Bagi Assagaff – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Tagop-Orno Ancaman Bagi Assagaff

Rakyatmaluku.com – SEOLAH petahana Said Assagaff akan men­jadi common enemy di Pilkada Maluku. Standing position Tagop S Soulissa Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dua periode cukup membuat  pasar politik ‘berubah’. Peti kosong yang menjadi kicauan sebagaian inner circle, petahana mulai tidak laris dipasar politik.

Artinya, memposisikan diri sebagai rival potik Assagaff, Tagop mendapat tempat ter­sendiri dikalangan masyarakat yang demokratis di Maluku. Apalagi, Tagop mulai merajut hubungan politik yang intim dengan Barnabas Orno, Bupati Maluku Barat Daya (MBD) dua periode. Tagop-Orno dikabarkan akan menjadi duet ideal sekaligus ancaman bagi Assagaff. Dua bupati aktif di bursa pilkada Maluku yang hadir sebagai rival politik Said Assagaff, akan menggerus kekuatan incumbent.

Saat dikonfirmasi terkait dengan wacana duet duo bupati di Pilkada Maluku, Direktur Research Consulting and Marketing (RESCO) Maluku, M. Jais Patty mengaku, kesimpulan pada umumnya incumbent masih dinilai kuat berdasar beberapa indicator.

Incumbent memiliki struktur, dan sebagai pimpinan partai Golkar yang baru saja memenangkan Pilkada serentak di Kota Ambon, Buru dan Malteng, tentunya hitungan politik pasti memunculkan incumbent sebagai bakal calon yang cukup kuat.

“Saya kira itu kesimpulan pada umumnya, bahwa incunbent masih dinilai kuat. Indikatornya incunbent memiliki struktur, lalu sebagai pimpinan partai Golkar yang baru saja memenangkan Pilkada serentak, seperti di Kota Ambon, Buru, dan Maluku Tengah. Itu artinya untuk sementara ini kita katakan incunbent cukup kuat,” kata Jais saat dihubungi Rakyat Maluku, Kamis 27 April.

Jais menuturkan, kalau sebelumnya berkembang hanya ada dua pasang saja yang digadang akan berating di Pilkada Maluku, memang Said Assagaff masih memiliki eletabilitas yang baik. Tapi, kalau ditambah lagi, misalnya duet Tagop-Orno, pastinya elektabilitas Asagaff akan mengalami penyusutan.

“Kalau misalnya sebelumnya ada dua pasangan saja yang digadang-gadang maju, Said Assagaf memang saat ini masih mempunyai elektabilitas yang baik. Kalau ditambah lagi misalnya Tagop–Orno, pasti akan terjadi penurunan angka persentase Said Assagaff, walaupun belum signifikan,” ucapnya.

Tugas Tagop, menurut Jais terus mengingkatkan sosialisasi sekaligus bagi bupati dua periode Bursel tersebut untuk terus menepis isu yang merebak sebagai calon boneka petahana.

“Ini tantangan bagi Tagop-Orno untuk meningkatkan sosialisasinya sekaligus menepis isu boneka yang merebak saat ini,” tuturnya.

Disinggung soal belakangan munculnya nama Irjen Murad Ismail yang mulai ‘bergeriliya’ kesejumlah parpol pengusung, termasuk Golkar di Jakarta. Jais mengaku, partai memiliki mekanisme dan standarisasi secara internal, dan semua bisa berproses disana (internal partai).

“Saya kira soal itu ada mekanisme dan standarisasi partai secara internal. Saya kira semua bisa berproses disana,” ucapnya.

Manuver Murad Ismail apakah berimplikasi pada kemerosotan dukungan ke Assagaff atau tidak, menurut Jais, kemungkinan itu bisa terjadi, tapi sementara ini masih bersifat asumsi. Hal itu akan terjawab kelak apabila siapa yang direkom partai Golkar. Selain itu juga, Jais mengaku masih mengkaji peluang head to head di Pilakda Maluku. (ASI)

 

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top