Kapal Pembangkit Listrik Sudah Beroperasi Sejak 2 April – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Kapal Pembangkit Listrik Sudah Beroperasi Sejak 2 April

Rakyatmaluku.comPASCA kedatangan Kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Palnt/MVPP  “Aradeniz Powership Zeinep Sultan Karadeniz Powership Yasin Bey milik Karpowership Grup Energi Karadeniz, Istanbul, Turki di Kota Ambon pada 15 Maret lalu, Pihak PT PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara  langsung bekerja keras  melakukan uji coba  atau interkoneksi  suplay listrik dari kapal tersebut. Dan terhitung sejak tanggal 2 April  sebanyak 54 dari 60  Megawa Watt (MW) berhasil disuplay untuk melayani kebutuhan listrik bagi masyarakat yang ada di Pulau Ambon.

Wakil Ketua  Komisi B DPRD Maluku, Abdullah Marasabessy, yang sebelumnya mempertanyakan alasan  apa sehingga  kehadiran kapal pembangkit listrik itu juga belum beroperasi kembali melakukan klarifikasi. Menurutnya, klarifikasi ini penting sebab, ada miscomunication atas informasi yang diperolehnya sehingga informasi yang disampaikan ke publik lewat salah satu media  lokal di daerah ini, bias.

”Memang  ada miskomunikasi atas  informasi yang kami peroleh sebelumnya, jadi kami  berkepentingan untuk  kembali mengklarifikasikan  kepada masyarakat,sekaligus menjadi refrensi kepada PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara untuk mempertanggungjawabkan ke PLN Pusat,”akui Marasabessy, kepada wartawan, Kamis, 27 April.

Marasabessy juga menyampaikan, kehadiran Kapal Pembangkit sewaan dari Turki itu, bukan untuk melayani warga Kota Ambon saja, tetapi, warga Pulau Ambon secara kolektif termasuk tiga Kecamatan Kabupaten Maluku Tengah yang tergabung di Pulau Ambon.

Dia berharap, pengoperasian  kapal Pembangkit Listrik itu dapat dilakukan dengan maksimal, sehingga  bisa memenuhi kebutuhan pasokan listrik bagi warga Pulau Ambon.”Kami berharap total 60 MW sesuai kontrak itu dapat dimaksimalkan pengoperasiannya, sehingga pemadaman maupun gangguan listrik yang kerap terjadi selama ini dapat teratasi,”tukas Marasabessy.

Marasabessy juga meminta, sikap kooperatif dan progresif dari PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, untuk tetap melakukan koordinasi dan monitoring terhadap opersional kapal pembangkit listrik tersebut.
DPR, kata Marasabessy, tetap melakukan koordinasi bersama PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara untuk sama-sama melakukan monitoring dan pengawasan langsung ke  Kapal Pembangkit Listrik.

Selain itu,  DPRD Maluku juga akan meminta pertanggungjawaban PLN untuk  dapat melakukan penyempurnaan  layanan listrik  tidak saja di Pulau Ambon tetapi di kabupaten/kota lainnya di Maluku.”10 kabupaten/kota masih membutuhkan layanan kelistrikan yang handal kedepan. Nah DPRD  tidak akan menutup mata.

DPRD akan terus  berupaya dan berjuang  agar seluruh masyarakat di Maluku dapat menikmati listrik dengan maksimal dan  ini  menjadi kewenangan PLN,”kata Marasabessy sembari berharap, adanya kerja sama PLN dan DPRD Maluku  dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat  sehingga harapan masyarakat Maluku untuk menikmati listrik secara maksimal dapat  terwujud.

Sementara itu, Deputi Manager (DM) Hukum dan Humas PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, Eduard Peea, mengatakan, sejak kapal listrik itu tiba di Ambon 15 Maret lalu, terhitung tanggal 2 April  sudah mulai beroperasi hingga saat ini. 54 Mega Watt  dari total 60 MW  telah berhasil disuplay untuk melayani pelanggan di Pulau Ambon.Dia mengatakan, dipastikan hingga akhir April total 60 MW dapat beroperasi dengan maksimal.”Tidak ada kendala   dengan pengoperasian  kapal listrik itu. Sebenarnya  sudah 60 MW yang  beroperasi hanya saja ada tahapan sehingga pada tahap pertama 54 MW tersuplay dan  akan dilakukan penyempurnaan pada akhir April ini. Sesuai kontrak 60 MW, maka yang disuplay juga 60 MW  untuk melayani masyarakat di Pulau Ambon,”demikian Eduard Peea. (CIK)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top