Berkas Narkoba Anggota Polres SBT Masuk Pengadilan – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Berkas Narkoba Anggota Polres SBT Masuk Pengadilan

Rakyatmaluku.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku resmi melimpahkan berkas perkara Narkotika atas tersangka Brigadir Mario Athiuta selaku anggota Polres Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

“Iya benar, kami telah menerima pelimpahan berkas perkara atas tersangka Brigadir Mario Athiuta dari JPU beberapa hari lalu untuk selanjutnya disidangkan,” ucap Panitra Muda Pidana PN Ambon, Oleng Kakisina, kepada koran ini, di ruang kerjanya, Rabu, 26 April 2017.

Dijelaskan, agenda sidang perdana dengan pembacaan dakwaan oleh JPU telah dijadwalkan pada 2 Mei 2017, dengan Ketua Majelis Hakim yang mengadili perkara tersebut yakni, Soesillo, didampingi dua hakim anggota, Herry Setiabudy dan Jimy Waly.

“Jadwal sidang perdana dan penetapan tiga majelis hakim untuk mengadili perkara tersangka Brigadir Mario Athiuta telah ditetapkan. Sehingga ikuti saja sidangnya nanti,” jelas Oleng.

Untuk diketahui, anggota Polres SBT Brigadir Mario Athiuta ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku dengan barang bukti berupa satu paket sabu-sabu, dua handphone (HP), satu tas samping, satu bong, empat korek api gas dan kertas almunium foil.

Kemudian yang bersangkutan dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II.A Ambon, pada Kamis, 13 April 2017, setelah dilakukan proyek tahap II yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Yakni, menyerahkan tersangka barang buktinya dari Penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku ke JPU.

Perbuatan Brigadir Mario Athiuta terungkap pasca dikeluarkannya Surat Perintah Polri Nomor 46 pada Maret 2016 lalu yang isinya menginstruksikan untuk menyelidiki anggota polisi yang diduga terlibat kasus Narkoba.

Dari hasil penyelidikan internal itu, diketahui nama Mario Athiuta juga muncul sebagai pengguna narkoba. Namun karena Mario sudah bertugas di Polres SBT, sehingga Propam Polda Maluku menunggu kepulangannya ke Ambon untuk dilakukan pemeriksaan.

Saat mengetahui Mario berada di Ambon, polisi kemudian mengepung rumahnya di Tantui. Brigpol Sebastian sempat mengetuk pintu depan sambil memanggil tersangka, namun yang terdengar dari dalam rumah adalah suara makian dan selanjutnya seluruh lampu dipadamkan.

Saat dilakukan penggeledahan di kamar tersangka dengan didampingi kakak serta orang tua Brigpol Mario, polisi menemukan alat penghisap sabu (bong), 50 butir peluru tajam kaliber 6,5 mili meter, 50 butir peluru tajam revolver kaliber 38 mm, satu butir peluru karet V2, 46 butir peluru tajam kaliber 5,56 mm, satu pucuk pistol jenis air soft gun beserta enam butir amunisi.

Brigpol Mario juga dijerat dengan kepemilikan ratusan amunisi, namun majelis hakim PN Ambon menjatuhkan vonis bebas terhadapnya. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top