‘Perang’ Assagaff-Tagop Memanas – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

‘Perang’ Assagaff-Tagop Memanas

Said Assagaff - Tagop Soulissa

Rakyatmaluku.com – KONTESTASI Pilkada Maluku baru akan dihelat pada Juni 2018 mendatang. Namun, segala tahapan pilkada diperkirakan akan berlangsung  Agustus2017 mendatang.

Tentunya, segala momentum ba­gi para calon  kentestan,   baik ba­kal ca­­lon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur Maluku akan di­man­­­faatkan dengan maksimal un­tuk mensosialisasikan diri kepada masyarakat. Santer dan menjadi dis­kursus serius dikalangan publik soal sikap Gubernur Maluku, Said Assagaff yang dikabarkan enggan membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi Maluku di Kabupaten Buru Selatan.

Ada yang mengaitkan sikap gubernur tersebut, menyusul eskalasi Pilkada Maluku yang mana, Bupati dua periode Bursel, Tagop Soulissa juga ikut mencalonkan diri dalam bursa kepala daerah di bumi raja-raja ini.

Ketua Presidium Anak Adat Maluku, M. Hassan Suatrat, mengaku sangat  menyayangkan jika benar nantinya Assagaff mewakilkan kehadirannya untuk membuka kegiatan MTQ kepada Wakil Gubernur Maluku, Zeth Suhuburua, sebagaimana diberitakan salah satu media online.

“Bagi saya ini sikap yang perlu disayangkan. MTQ merupakan momentum penting bagi umat Islam, dan terkhusus bagi seluruh daerah 11 kabupaten/kota yang hadir dalam kegiatan tersebut. Artinya bahwa, ketidakhadiran Pak Gubernur dengan dalil ada tugas daerah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa menimbulkan berbagai spekulasi dan juga blunder  bagi masyarakat. Apalagi MTQ di Bursel merupakan kegiatan provinsi Maluku yang harusnya dibuka secara resmi oleh gubernur,” kata Suatrat, Selasa 24 April 2017.

Keputusan Assagaff yang jika benar nantinya tidak membuka MTQ di Bursel tersebut, kata Suatrat yang juga Sekjen DPP KAUMAN akan memicu berbagai interpretasi buruk terhadap kebijakan pemerintahan daerah baik diakhir masa kepemimpinan maupun eveluasi selama pemerintahan berjalan lima tahunan.

“Akan memicu berbagai interpretasi terhadap kebijakan Pemda Maluku, yang berkaitan dengan harmonisasi pemerintah tingkat I yakni provinsi dan kabupaten/kota di Maluku. Ini menjadi boomerang bagi Assagaff dalam mengatur langkah politiknya,” nilai Suatrat.

Selain itu, Suatrat menegaskan, disharomonisasi ini juga akan membonceng minimnya kepercayaan publik dan berdampak domino. Dan jika dihu­bungkan dengan wacana Pilkada Maluku, maka sangat dibutuhkan figure alternatif yang bisa menjembatani berbagai kepentingan pemerintah kabupaten/kota.

“Disharomonisasi dalam mengeloka kepentingan public tentunya akan berdampak domino. Dan jika dihubungkan dengan wacana Pilkada Maluku, maka sangat dibutuhkan figur alternatif yang bisa menjembatani berbagai kepentingan pemerintah kabupaten/kota,” paparnya.

Bagi dia, Maluku butuh figur yang mampu bersama-sama menjaga keseimbangan pemba­ngunan daerah, mencakup seluruh kabupaten/kota di Maluku. Figur refresentatif yang dimaksudkan adalah, Komarudin Watubun, Anggota DPR RI dari F-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“Semua orang tahu siapa bung Komar dalam kiprah politiknya. Bagaimana komunikasi politik dimiliki bung Komar, santun, akomodatif dan tentunya sangat memberikan prioritas atas kepentingan publik, jika melihat dinamika yang ada, tentunya bagi saya figure paling ideal dalam menengahi disharomoniasi antara pemprov dan pemkab adalah bung Komar,” tuturnya.

Komar, lanjut Hassan Suatrat, laik untuk memimpin Maluku lima tahun kedepan, dengan segala pengalaman (jejak rekam), relasi politik (kekuasaan) yang secara implisit dapat dikelola demi kepentingan kemajuan dan pembangunan daerah ini kedepan.

BUKAN KONFLIK POLITIK
Secara terpisah, fungsionaris DPD Golkar Maluku, Fuad Bachmid dalam menanggapi kemungkinan ketidakhadiran Gubernur Maluku, Said Assagaff untuk membuka acara MTQ di Kabupaten Buru Selatan  (Bursel) dengan meminta semua pihak untuk tidak mendramatisir situasi yang ada.

Apalagi jika nanti ketidakhadiran gubernur karena ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. “Karena secara etis Wagub mewakili unsur Pemprov Maluku untuk membuka acara tersebut berhubung ada agenda lain Pak Gubernur yang tidak bisa ditinggalkan juga maka sepertinya tidak perlu lagi mendramatisir ketidak hadiran Pak Gub membuka acara itu,” kata Fuad, menanggapi.

Fuad Bachmid justru menyatakan bahwa semenjak awal Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa tidak memiliki itikad dan keseriusan untuk meyakinkan Assagaff soal agenda tersebut, terlebih lagi Tagop tidak pernah bertemu langsung dengan Assagaff untuk mendiskusikan perkembangan kegiatan tersebut.

“Ketika mengkroscek lebih jauh, ternyata ada komunikasi yang tidak nyambung terkait dengan pelaksanaan MTQ di Bursel. Pasalnya, informasi yang kami terima, bahwa Bupati Bursel tidak pernah menghadap gubernur untuk mencakapkan kepentingan MTQ, hanya wakil bupati-lah yang diutus. Secara etika pemerintahan, ini juga tidak bisa dibenarkan. Logikanya, kan tidak mungkin harus Gubernur Maluku yang ke Namrole untuk bertemu Bupati Bursel, “ tuturnya.

Fuad justru memberikan perbandingan bagai­mana itikad Assagaff yang berhasil beberapa kali mendatangkan Presiden Jokowi bersama para Menteri dalam melakukan kunjungan ke Maluku.

“Pak Gubernur hadirkan Presiden dan Menteri untuk beberapa kali ke Ambon bukan berdasarkan penugasan kepada wagub atau kadis, melainkan lobi langsung gubernur sebagai penanggungjawab pemerintahan daerah Maluku bahkan beberapa kali beliau harus bolak balik Ambon-Jakarta demi mencari kesempatan bertemu Presiden dan Menteri, itu baru namanya pemimpin yang punya itikad dan paham etika,” jelas Fuad, membandingkan.
Fuad juga mengklarifikasi jika nantinya ketidakhadiran Gubernur Maluku, Said Assagaff yang dikaitkan dengan pencalonan Tagop Sudarsono Soulisa sebagai bursa Pilgub 2018, sama sekali tidak benar. Fuad mengaku, dalam hitungannya Tagop bukan ancaman serius bagi Assagaff di Pilgub.

“Yang jadi ancaman itu ketika seorang kepala daerah kehilangan wibawa dan etika sehingga dimusuhi rakyat, kalau soal lain itu kita tidak pernah hitung, berpikir untuk menghitung saja tidak,” tandas Fuad. (ASI)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top