Assagaff: Lebih Baik Membaca Al Quran – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Assagaff: Lebih Baik Membaca Al Quran

Rakyatmaluku.com – SEBANYAK 700 santri dan santriwati dari 2000 lebih santri di Pulau Ambon, Senin 24 April 2017 mengikuti Ambon Menghafal Juz 30, yang bertepatan dengan perayaan Isra Mi’raj 27 Rajab 1438 Hijriah. Menghafal Juz 30, yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Taman Pendidikan Al-Quraan (LP-TPQ) Pulau Ambon, berlangsung di Islamic Center, dan disaksikan oleh para guru santri.

Sebanyak 700 santri dan santriwati tersebut, berasal dari sejumlah daerah di Pulau Ambon yakni Leihitu, Leihitu Barat, Salahutu dan Kota Ambon.

Gubernur Maluku Said Assagaff saat men­yampaikan sambutannya berharap kegiatan tersebut semakin menyemangatkan umat Islam di Maluku untuk belajar, membaca, menghafal Al Quran sesuai kaidah bacaan Al Quran.

“Bukan hanya itu diharapkan dengan menghafal seperti ini, kita semakin lebih mencintai Al Quran sehingga termotovasi untuk mengkaji, mendalami kedalaman visi kandungan Al Quran dan mengamalkannya dalam kehi­dupan kita setiap hari,”ujar Assagaff.

Dikatakan, Ambon Menghafal Juz 30 merupakan langkah yang tepat dan staretgis dalam rangka menstimulasi umat Islam khususnya anak-anak kita, terkhususnya generasi muda untuk mencintai Al Quran dan rajin membacanya. Dari pada sibuk membaca dan menulis rumor dan berita hoax di media sosial, lebih baik menulis dan membaca Al Quran.

“Salah satu masalah kita di Maluku aktivitas menghafal Al Quran masih minim, disebabkan para ustaz atau tuan-tuan guru, pesantren yang fokus untuk aktifitas menghafal Al Quran masih sangat terbatas. Apalagi tantangan wilayah kita yang terdiri dari pulau-pulau,” ujar Assagaff.

Karena itu, kata Assagaff untuk menjaga semangat, mencintai dan membaca Al Quran di dalam masyarakat, dibutuhkan moment berskala sebagai ajang evaluasi dan motivasi salah satu kegiatan Ambon menghafal Juz 30.
Menurutnya, sejatinya pelaksanaan acara-acara keagamaan seperti ini tidak membuat kita terjebak pada acara seremonial saja.

Seharusnya kita dapat mengangkat makna dan inti sarinya dalam berimplikasi secara signifikan untuk pembangunan mental, ahlak dan peradaban bangsa ini.  “Semoga melalui kegiatan bisa menjadi semagat kita untuk membangun generasi serta mengembankan misi suci Islam secara rahmat untuk alam semesta,”harap Assagaff.

Pada kesempatan tersebut, Assagaff juga meya­kini, satu bangsa akan maju jika budi pekerti dari masyarakatnya bagus.

“Seseorang jika agamanya kuat dan budi pekertinya baik, maka bangsanya akan maju. Karena itu dari kecil, anak–anak kita ajarkan budi pekerti yang baik, saling menghormati sesama Orang Basudara. Sebab Al-Quran mengajarkan hal demikian,” ujarnya.

Karenanya, Assagaff menghimbau anak-anak Muslim di daerah ini untuk belajar mengaji, hingga mengafal surat–surat di Al-Quran, sebagai pedoman hidup, biar selamat dunia dan akhirat.

Senada disampaikan Pembina LP TPQ Pulau Ambon, Anna Latuconsina yang mengakui, ternyata permasalahan di TPQ cukup kompleks. Mulai dari kualitas guru mengaji, perhatian orang tua terhadap anak, hingga perhatian pemerintah. Baik itu Kementerian Agama maupun Pemda. Namun para guru mengaji tetap menjaga pengabdian mereka.

Hal itu, kata Latuconsina yang juga anggota DPD RI ini, bisa diukur dari jumlah TPQ yang terus bertambah, walaupun di beberapa tempat ada juga yang tutup karena gurunya pindah atau selesai kuliah.

“Pada sisi lain, pendidikan Al-Quran di mata masyarakat, masih kurang mendapat perhatian, dibandingkan perhatian terhadap pendidikan sekolah umum atau reguler,” tuturnya.

Dia menyebutkan, dari data TPQ yang ada di Kota Ambon, ada sejumlah 250 TPQ aktif. Sedangkan di Kecamatan Salahutu dan Leihitu Barat, terdapat sekitar 100 TPQ.

Untuk memecahkan masalah yang dihadapi di TPQ-TPQ maupun pembinaan pendidikan Al-Quran secara menyeluruh, Latuconsina menilai, dibutuhkan gerakan untuk mendorong masyarakat Cinta Quran. Gerakan bersama yang melibatkan Pemerintah, Lembaga TPQ, Guru Mengaji, dan terutama masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua panitia pelaksana, yang juga Ketua LP-TPQ Pulau Ambon, Fuad Mahfud Asuz menyatakan, kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya. Peserta Ambon Menghafal Juz 30 ini berasal dari perwakilan TPQ dan sekolah di Pulau Ambon, termasuk dari Kecamatan Leihitu dan Salahutu.

“Ambon menghafal Juz 30 diikuti oleh para santri/santriwati kurang lebih 700 orang. Mereka sudah mengikuti tes.Yang belum ikut tes masih sekitar 2.000 santri,karena kendala jangkauan wilayah sehingga kami batasi peserta. Penghafalan ini sama maknanya dengan mewisudakan anak-anak ini,” ujar Fuad. (YAS)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top