Assagaff Jangan Salah Pilih Wakil – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Assagaff Jangan Salah Pilih Wakil

Said Assagaff

Rakyatmaluku.com – SAMPAI saat ini, Said Assagaff yang juga Gu­bernur dan Ketua DPD Partai Golkar Maluku yang akan kembali bertarung di Pilgub Maluku untuk mempertahankan posisi dan  kewenangan mengendalikan kebijakan pembangunan di daerah sebagai kepala daerah provinsi kepulauan dua periode masih kuat.

Hal ini tentunya ditunjang dari sejumlah hasil sur­vey dengan memposisikan tingkat elektabilitas in­cumbent belum terkejar. Apalagi, sejumlah nama yang bermunculan sebagai rival politik Assagaff masih bertarung dalam ruang wacana.

“Saya kira, atmosfir Pilkada Maluku sampai saat ini masih dalam tekanan yang wajar saja. Pasalnya, beberapa survey yang ramai diperbincangkan publik, masih menempatkan posisi petahanan dalam zona aman dan sulit terkejar. Tentunya ada factor krusial yang sangat mendukung naik turunnya tren elektabilitas politik petahana, salah satunya adalah belum ada katub politik sebagai rival lawan tanding incumbent,” demikian disampaikan Mustafa K, salah satu pegiat wacana politik Maluku, dan juga mantan pimpinan parpol PKNU.

Tapi, Mustafa juga tidak memungkiri jika ekslasi politik Maluku akan berubah, apabila lawan politik petahanan memiliki kekuatan sepadan. Artinya, lanjut Mustafa, jika figur yang diusung untuk melawan petahanan memiliki strong figur dan tingkat electoral signifikan, maka akan menjadi ancaman tersendiri bagi petahana.
“Dalam politik segala kemungkinan akan terjadi. Bahwa tidak ada kekuatan politik yang absolut, karena kepentingan politik begitu dinamis. Jika ada lawan sepadan dengan kirteria-kriteri sesuai dengan kebutuhan pasar politik di Maluku, maka tidak bisa dipungkiri akan menjadi ancaman serius bagi petahana,” sebutnya.

Ditanya soal informasi paket Herman A. Koedoboen – Abdullah Vanath yang belakangan dikenal dengan akronim  HEBAT, dan merupakan koalisi ideal sebagai penantang petahana di Pilkada Maluku, dia mengaku bahwa, kedua figur ini sangat refresentatif dan memiliki catatan politik yang tidak bisa disepelekan. Baginya, pasangan HEBAT kalaupun itu final, maka akan menjadi underdog atau kuda hitam di Pilkada Maluku, sebagaimana koalisi Anies-Sandi di Pilkada Jakarta.

“Saya kira, Herman-Vanath adalah kandidat underdog atau kuda hitam di Pilkada Maluku jika keduanya menyatu menjadi satu paket dalam kepentingan pilkada Maluku. Ini harus dihitung serius petahana, jangan sampai seperti pilkada Jakarta. Dimana petahanan tumbang,” ucapnya.

Dia juga mengaku, banyak diskusi yang mengarah pada ketidakstabilan politik petahana jika salah menentukan bakal calon wakil gubernur Maluku, dan itu bisa berujung fatal.

”Banyak kalangan juga yang memberikan pendapat bahwa, ini tahun kekalahan petahana, dengan berbagai indikator. Tapi bagi saya, petahana harus bisa menyempurnakan langkah politiknya untuk dua periode dengan memiliki pasangan ideal yang kompetibel. Baik dari segi figur, visi-misi maupun track record. Ini merupakan hal yang ikut berkontribusi dalam mempertahankan petahanan effect di Pilkada Maluku,” kuncinya.

Prev1 of 3

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top