Gerindra Kritik MUFAKAT – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Gerindra Kritik MUFAKAT

Rakyatmaluku.com – PEMBANGUNAN di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dianggap masih berjalan di tempat. Tema perubahan pem­bangunan dan pelayanan yang menjadi entri point untuk mewujudkan gagasan besar konsolidasi politik saat pilkada SBT yang berlangsung tahun 2016 lalu sebagaimana  yang dimaksudkan pasangan Bupati Abdul Mukti Keliobas dan Wakil Bupati Fachri Alkatiri ibarat daging yang jauh dari panggang api.

Menyikapi persoalan itu, Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SBT, F Alimudin Kolatena secara konsisten melontarkan kritik tajam kepada pemerintahan yang diusung partai berlambang kepala Garuda tersebut saat pilkada berlangsung.

“Sekadar mengingatkan tentang janji “PERU­BAHAN” ala MUFAKAT. Perubahan harus butuh gerakan berke­lanjutan dan konsisten,” tandas Kolatlena.

Bagi Kolatlena, memasuki tahun ke-2 peme­rintahan MUFAKAT di SBT saat ini gerak perubahan itu belum terlihat. Baginya, perubahan yang dimaksud harus terlihat pada awal pemerintahan Mukti-Fachri baik dari segi infratsruktur meleputi sarana-prasarana, pelayanan pemerintahan dari tingkat kecamatan dan desa, serta pendidikan dan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarkat. “Mestinya semangat perubahan sudah harus terlihat di awal pemerintahan,” ucapnya.

Ada beberapa persoalan sampai saat ini masih semrawut dan tidak diselesaikan seperti persoalan pemerintahan desa yang tak kunjung usai. Caretaker desa yang notabene adalah PNS dan rangkap tugas, seharusnya dipercepat proses pemilihan kepala desa difinitif. Kemudian persoalan hasil tes guru kontrak yang mana hasilnya telah diumumkan berapa bulan lalu namun SKnya belum ada.

Persoalan lainnya adalah perputaran ekonomi di masyarakat SBT semakin melemah. Uang susah, masyarakat pada mengeluh, hal ini disebabkan penyerapan anggaran APBD hingga bulan April akhir ini masih sangat rendah, jauh dari yang ditargetkan. “Bagi saya, bupati dan wakil bupati harus bergerak cepat menyelesaikan satu persatu masalah jangan ditunda,’’ ujarnya. (ASI)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top