Tangkal Radikalisme Dan Terorisme, FKPT Libatkan Seniman – Rakyat Maluku
AMBONESIA

Tangkal Radikalisme Dan Terorisme, FKPT Libatkan Seniman

Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Maluku saat melaksanakan dialog yang melibatkan Seniman dan Budayawan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Kamis 20 April.

Rakyatmaluku.comDALAM rangka menangkal bahaya  paham radikalisme dan terorisme dilingkungan masyarakat, Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme  (FKPT)  Provinsi Maluku melaksanakan dialog.

Kali ini, dialog   yang berlangsung di Aula Dinas Pendi­di­kan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, melibatkan pa­ra seniman dan komponen budayawan di Maluku.Ka­mis, 20 April.

Ketua panitia dialog, Sulaiman Angkotasan mengatakan,  berdasarkan hasil  kajian Badan Nasional Pe­na­ng­­gulangan Terorisme (BNPT),  pencegahan terhadap radikalisme  tidak bisa dilakukan dengan bentuk ceramah keagamaan saja, tetapi lebih penting melibatkan komponen lainnya termasuk  komponen seniman dan budayawan untuk  bersama-sama mengatasinya.”Ini yang menjadi landasan BNPT,  sehingga  seniman dan budayawan dianggap punya peran penting  untuk dilibatkan  dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap bahaya  radikalisme.” ujar Angkotasan.

Selain seniman dan budayawan lanjut  Dia,  kegiatan serupa juga akan dilakukan pada waktu mendatang dengan melibatkan komponen  perempuan dan pemuda.”Kebetulan  di FKPT ada empat bidang. Tiga bidang sudah melaksanakan kegiatan yang sama  termasuk bidang Ekonomi, Hukum, Sosial dan Budaya,tinggal bidang perempuan dan pemuda. Perempuan dan pemuda juga punya peran penting untuk diajak bersama-sama menyadarkan masyarakat dari ancaman radikalisme itu,” tutur Angkotasan.

Menurut Angkotasan,  seniman dan budayawan  punya andil besar  terhadap kelembutan hati seseorang. Sebab,mereka hadir tanpa ada ruang dan batas. Tidak memandang, ras, suku dan agama.

Dijelaskan, tujuan dari dialog ini adalah dalam rangka memberikan pencerahan kepada  masyarakat supaya seni dan budaya bisa melunakan  hati untuk  dapat mengantisipasi kekerasan  terutama bisa menangakal  radikalisme atau  meredam  anti anti kekersan  terhadap sesama manusia .Disamping itu, menumbuhkan kesadaran  masyarakat di daerah  mengenai bahaya  dan ancaman terosroisme dengan berbasis seni budaya  dan nilai  nilai kearifan lokal guna  mewujudkan  masyarakat Makuku khususnya dan masyarakat  Indonesia  umumnya yang damai juga membangkitkan kesadaran masyarakat di Maluku   melalui penanaman dan  pengamalan empat konsensus dasar  kebangsaan  yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945,   NKRI  dan Bhineka Tunggal Ika.”Kami juga berharap kedepan,  dialog pencegahan radikalisme dan terorisme ini juga dapat dilakukan di kabupaten/kota,”tukas Angkotasan.

Sementara itu, Kepala Bidang Agama, Pendidikan dan Dakwa FKPT Maluku, Abd Rauf menjelaskan,  keberadaan FKPT yang menjadi bagian dari BNPT, hanya berfungsi melakukan koordinasi dan melaksanakan kegiatan sosialisasi untuk bagaimana menyadarkan  masyarakat atas ancaman  terorisme itu.”FKPT  sifatnya koordinatif, hanya melaksanakan software-nya. Jadi tida ada istila penangkapan. FKPT berfungsi merangkul membina dan memberdayakan para mantan-mantan teroris.”ujar Abd Rauf sembari mengaku di Maluku,  FKPT sudah dua kali mengumpulkan mantan terorisme  untuk dibina dan diberdayakan melalui istila pembinaan diluar Lembaga Pemasayarakatan (Lapas).

Senada dengan Angkotasan, Abd Rauf menyampaikan, Seniman  punya peran strategis. Sebab, melalui seni tidak ada batas wilayah,  sifatnya universal. “Jadi kalau  Seninya muncul  maka tidak ada Kristen, Islam, Hindu,Budha dan lainnya. Mereka mampu mengekspresikan diri apa dan bagaimana dan bagaimana pula mengajarkan dengan kata-kata,”Tutur dia, sambil menambahkan, kegiatan  dialog  penanggulan terorisme ini  dilaksanakan  pada 33 Provinsi.  Namun untuk  Papua dan Papua Barat belum dilakukan.

Dialog  bertema”Sastra Cinta Damai, Cegah Paham Radikal”  dihadiri  102 peserta terdiri dari Dosen, Mahasiswa, pemerhati budaya dan sanggar seni. Juga menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Dr. Mariana Lewier, Falentino Lopulalan, juga Seniman ternama, Fikar W. Eda. (CIK)

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top