Giliran Jaksa Periksa Pihak Appraisal Dari Jogja – Rakyat Maluku
HUK-RIM

Giliran Jaksa Periksa Pihak Appraisal Dari Jogja

Rakyatmaluku.com – SETELAH  memeriksa sejumlah saksi-saksi baik dari pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku – Maluku Utara (Malut) maupun pihak pemilik lahan seluas 4485 meter persegi di Desa Tawiri, kini giliran Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melakukan pemeriksaan saksi terhadap pihak Appraisal dari Kantor Akuntan Publik Hari Utomo dan Rekan.

Yakni, Ronald T.M. Silitonga dan M. Syahmir Irawan. Menurut Kepala Seksi Pene­rangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, peme­riksaan saksi terhadap keduanya itu untuk melengkapi berkas perkara korupsi pengadaan lahan seluas 4485 meter persegi di Desa Tawiri tahun 2015 sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari APBN atas tersangka Sadrach Ayal selaku mantan Kepala Tata Usaha (KTU) BPJN IX Maluku – Malut.

“Ia benar, hari ini (kemarin, red) Ronald T.M. Silitonga dan M. Syahmir Irawan selaku pihak Appraisal dari Kota Jogja menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Jaksa Penyidikan Acer Orno untuk melengkapi berkas tersangka Sadrach Ayal ditahap penyidikan,” ucap Samy, kepada wartawan, di ruang pers Kejati Maluku, Kamis, 20 April 2017.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan yang berlangsung secara terpisah di ruang pidana khusus (pidsus), keduanya dicecar masing-masing 25 pertanyaan menyangkut penilaian harga tanah seluas 4485 meter persegi di Desa Tawiri yang dibeli pihak BPJN IX Maluku – Malut melalui Sadrach Ayal selaku selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) dari Hendro Lumangko selaku pemilik lahan tersebut. “Mereka (saksi, red) ini yang melakukan penilaian harga tanah atas transaksi jual beli tanah antara tersangka Sadrach Ayal dengan Hendro Lumangko,” jelas Samy.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini bahwa awalnya tanah seluas 4485 meter persegi di Desa Tawiri itu dibeli oleh Hendro Lumangko dari Attamimi sebesar Rp 1,5 miliar dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebesar Rp 300 ribu per meter di tahun 2015.

Ditahun yang sama, BPJN Provinsi Maluku – Malut mendapatkan alokasi anggaran pengadaan lahan sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari APBN. Pengadaan lahan tersebut direncanakan akan digunakan untuk pembangunan mess dan penampungan alat-alat berat BPJN.

Kemudian, tersangka Sadrach Ayal selaku PPK dari BPJN IX Maluku – Malut menemui Hendro Lumangko untuk membeli lahanya seluas 4485 meter persegi itu. Melalui pihak Appraisal dari Kantor Akuntan Publik Hari Utomo dan Rekan, akhirnya disepakati pembelian lahan seluas 4485 meter persegi itu sebesar Rp 3 miliar dengan nilai harga pasar sebesar Rp 600 ribu per meter. (RIO)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top