Assagaff: Unpatti Mampu Mainkan Peran Strategis – Rakyat Maluku
BERITA UTAMA

Assagaff: Unpatti Mampu Mainkan Peran Strategis

Wisuda Sarjana. Suasana prosesi Wisuda Sarjana, Profesi Dokter, Pasca Sarjana Universitas Pattimura Ambon Periode April 2017, di Gedung Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Kamis 20 April 2017. Foto, Mohas Amir/Rakyat Maluku

UNIVERSITAS Pattimura (Unpatti) Am­bon kembali menelorkan seban­yak 1.584 wisudawan/wisu­da­wati. 1.584  wisu­dawan itu terdiri dari Strata Satu (S1) 1.329, Profesi Dokter 14 dan Pasca Sar­jana (S2) sebanyak 241 lulusan.

Gubernur Maluku Said Assagaff  dalam sam­bu­tannya  pada  Ra­pat Senat Terbuka dalam Rang­ka Dies Natalis ke 54 dan Wisuda Sarjana Profesi Dokter, Pasca Sarjana di Aula Universitas Pattimura Ambon Kamis 20 April 2017,  mengtakan usia 54 Tahun   bagi sebua lembaga pendidikan tinggi  bukan usia yang muda.


                    Said Assagaff

Dan Unpatti Ambon telah berada  pada tingkat  kematangan yang mampu memainkan peran strategis dan mengambil tanggungjawab  propor­sional dalam mengembankan misi tridarma perguruan tinggi. Disisi lain secara eksternal, Unpatti Ambon mampu menjadi mitra sejajar dan strategis  dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku maupun kabupaten/kota di Maluku,dalam mendorong akselerasi pembangunan multi sektor didaerah ini.

Dikatakan, kenyataan sejarah tidak bisa dinafikan bahwa sejak  berdirinya Unpatti Ambon hingga saat ini telah berkontribusi besar dalam menginvestasi sumber daya alumninya diberbagi sektor pembangunan. Para Alumni Unpatti Ambon tersebut  tersebar  pada pusat pusat pengembilan kebijakan  publik baik itu legislatif, eksekutif  dan yudikatif.

Assagaff juga mengapresiasi upaya dan kerja keras semua pihak  khususnya internal Unpatti Ambon yang  telah berjuang sehingga prosesi wisuda tahun ini memberikan warna baru. Sebab, ditahun ini  Unpatti Ambon mampu mewisudakan calon-calon dokter muda.

“Ini merupakan sebuah kemajuan sekaligus menjawab  kebutuhan dan tantangan global,” ujar Assagaff.
Assagaff menekankan agar  mahasiswa yang barus saja   resmi  menyandang status sarjana itu tidak saja berkonsentrasi atau berdesak-desakan  disatu lorong saja. Tapi lebih baiknya  jika ada yang berorientasi pada pengembangan kapasitas dan kompetensi di sektor swasta. Atau lebih dari itu menjadi pioner, sosok,  kreator, figur inovator yang mampu menciptakan lapangan -lapangan kerja baru.

Ditambahkan,  ada persoalan serius yang me­nanti Maluku pada masa-masa mendatang. Hal itu tentu membutuhkan  sumber daya yang profesional dan memiliki kemampuan serta daya saing tinggi tetapi juga punya integritas. Sebab,  banyak orang hebat, profesional dan memiliki kemampuan tinggi, tangguh  tapi mereka kemudian menjadi sosok yang individualistis, pragmatis, oportunis bermasalah dengan hukum dan akhirnya menjadi sasaran sumpah serapah  masyarakat.

“Ini yang harus dipikirkan dengan serius, sehingga harapannya generasi yang berhasil ditelorkan  bukan saja generasi berkualitas, punya daya saing tinggi, tetapi juga mampu menjaga integritas,” harap Assagaff.
Sementara itu, Rektor Unpatti Ambon, Prof. Dr. M.J Sapteno berharap, para  alumninya itu tidak bermimpi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, Maluku memiliki Sumber Daya Alam (SDA) melimpah baik di darat maupun di laut.

“SDA kita hebat, baik di darat maupun di laut. Saudara harus mampu mengelola ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mengelola potensi SDA ini agar kedepan  bisa menjadi tuan dirumah sendiri. Ingat Blok Masela menunggu anda. Terakhir ada  informasi  bahawa blok di Kabupaten SBT  juga memiliki deposit yang  hampir sama dengan Blok Masela. Untuk itu jangan ragu, pekerjaan menunggu anda, tinggal bagaimana anda mempersiapkan diri atau tidak,” harap Sapteno.

Sapteno juga berharap, hubungan kerja sama Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku dan Unpatti Ambon diwaktu-waktu  akan datang terus berjalan dengan baik, sehingga  sumber daya yang ada di Maluku ini, dapat dikelola oleh  para lulusan dari  seluruh peguruan tinggi  di bumi raja-raja ini untuk membangunan Maluku kedepan.

Kesempatan itu, Sapteno juga mengingatkan kepada  hampir seratusan mahasiswa yang lulus dengan predikat cumlaude untuk   dapat memper­tahankan dan mempertanggungjawabkan predikat yang diperoleh tersebut. Sebab pujian itu menjadi beban yang sangat luar biasa.

“Anda harus bekerja keras, dan terus belajar dalam rangka mengembangkan ilmu di bidang masing-masing,” tegas  Sapteno.  (CIK)

Click to comment

Most Popular

CONTOH IKLAN
To Top